terima kasih atas kunjungannya

Senin, 13 Juli 2015

Ditepian kolam


Saya bukan anak-anak lagi telah tumbuh rambut di sanasini namun saya sering menangis karena kau makan jatah makan malamku Saya bukan anak-anak lagi tapi aku masih saja teriak-teriak meminta uang jajan padamu Saya bukan anak-anak lagi tapi saya masih saja minta kau gendong tiap pagi karena saya anakmu juga yang kau titipkan di tepian kali yang kau manja dengan ikan tiap hari sesekali berikan saya pancing atau jala atau sebatang bambu untuk mebuat bubu akan kupancing ikan kujala dan kupasang bubu biar kepisku penuh Saya sudah bosan terus meminta padamu.. kini saya ingin berkarya demi subuah cita2 hingga diri ini tak di remehkan lagi banyak orang. Berkaryalah berkaryalah

Di tepian bukit subulussalam


ini negeri di atas pelangi, hujan cahaya warna-warni lukis rupa wajah nusantara hari ini pelangi negeri berdansa, saling melukai saling sikut berebut dominasi berebut kata berebut tahta berebut sudutsudut kuasa ini negeri menjadi panggung dagelan saling mentertawakan antar koalisi adu lelucon adu kedunguan lalu kemana perginya peri cantik anggun yang selalu hadir bersama pelangi? ini negeri makin riuh saja layaknya pasar kata penjaja kata mengobral harga lalu, penyair harus membeli kata juga? ini negeri makin menjadijadi pelangi lindap di balik kabut warnawarna tak mau berbagi.