Kamis, 05 April 2018

budidaya rumput gajah


Dari informasi tersebut, kita bisa melihat bahwa biaya yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar karena kita hanya butuh lahan, pupuk kandang, dan air. Selebihnya kita bisa memanen setiap dua bulan sekali selama kurang lebih 4 tahun.

Harga jual rumput gajah juga berbeda-beda; bergantung pada daerah masing-masing. Rata-rata rumput gajah ini dijual per ikat (dengan ukuran yang berbeda-beda pula tentunya antar satu daerah dengan daerah lain) sebesar 5.000-7.000 rupiah saja.

Memang bisa dikatakan murah ketimbang pakan ternak lainnya yang telah melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Namun dari harga jual yang bisa dibilang murah tersebut, kita bisa membayangkan bahwa biaya untuk membudidayakan tanaman ini sangatlah murah. Jika kamu hidup di pedesaan dengan jumlah peternak sapi yang bisa dibilang banyak, bisa jadi untuk menanam rumput gajah tidak membutuhkan biaya apapun kecuali tenaga dan lahan.

Untu lahan yang berukuran 10x10 meter, kita bisa memanen sekitar 200 ikat rumput gajah yang telah berumur dua bulan dan biasanya memiliki tinggi kurang dari dua meter. Jika kita memiliki lahan seluas 100 meter saja maka kita bisa mendapat penghasilan sekitar 1.400.000 rupiah tiap dua bulan dengan biaya produksi kurang dari 300.000 rupiah.

Biaya produksi dari tanaman ini memang sangat murah karena rumput gajah tidak menuntut banyak pupuk dan minim hama. Jikalau ada hama yang menyerang rumput gajah adalah belalang, maling, sapi atau kambing tetangga yang lepas.

Pengairanpun kita juga tidak terlalu sering melakukannya, asal tanah tidak terlalu kering, maka kita bisa menyiramnya seminggu sekali.

Yang sangat menguntungkan dalam membudidayakan rumput gajah adalah musim penghujan karena kita hanya tinggal santai saja di rumah dan hanya sesekali menyabit rumput lain yang tumbuh disekitar rumput gajah agar tidak mengganggu pertumbuhan.

Atau jika kita memiliki lahan yang sangat dekat dengan parit irigasi, sudahlah, kita tinggal tancapkan saja batangnya yang telah dipotong dan tunggu hasilnya.

Tanaman rumput gajah juga baik ditanam sebagai tanaman selingan. Misalnya kita memiliki kebun pepaya, maka di antara tanaman pepaya biasanya adalah lahan yang tidak dipergunakan, kita bisa mengisi dan memanfaatkannya dengan menanam rumput gajah untuk penghasilan tambahan.

Sekali lagi, rumput gajah memiliki peluang bisnis yang menarik baik dibudidayakan secara serius ataupun sebagai sampingan saja. Siapa yang mengira rumput bisa menambah jumlah ketebalan dompet kita. Bagaimana? Apakah kamu tertarik? Selamat mencoba!

rumus pakan lembu


Rumput adalah makanan utama untu ternak, terutama sapi.  Jenis rumput saat ini yang cukup bagus untuk pakan ternak adalah Rumput Gajah.

 Kelebihan rumput gajah: produksinya tinggi bisa mencapai 250 ton per hektar per tahun, kadar proteinnya cukup tinggi dibandingkan jenis rumput lain dan lebih tahan terhadap kekeringan.
Untuk menghitung ideal kalau 1 hektar berapa ekor, bisa dihitung dulu dai berapa kebutuhan sapinya.

Cara menghiting jumlah ideal pakan sapi sebagai berikut:
Bila kita pelihara 10 ekor sapi dengan berat rata-rata 400 kg maka kebutuhan rumput per ekor sapi adalah: 105 dari berat badannya.
Jadi 10% x 400 kg = 40 kg

Kebutuhan rumput perhari:
40 kg x 10 ekor sapi = 400 kg

Umur potong rumput gajah adalah 40 hari dari tanam. Kebutuhan selama 40 hari untuk 10 ekor sapi :
40 hari x 400 kg = 16.000 kg

1 hektar lahan rumput gajah bisa menghasilkan minimal 60.000 kg rumpun sekali panen.
Jadi lahan yang dibutuhkan  untuk 10 ekor dengan berat rata-rata sebesar 400 kg adalah 1 hektar / 60.000 kg x 16.000 kg = 0,27 hektar atau sekitar 0,3 hektar.

Jadi untuk lahan 1 hektar untuk sapi dengan berat rata-rata 400 kg bisa untuk mencukupi kebutuhan pakan sapi sebanyak 30 - 35 ekor sapi


Begitulah cara budidaya ternak sapi dan cara menghitung pakan sapi dengan pola dari rumput gajah tanaman sendiri. Untuk memelihara kesehatan sapi agar tidak mudah sakit dan nafsu makan tetap meningkat serta kotoran tidak bau, gunakan suplemen untuk ternak