Dari Muadz bin Jabal radhiyallohu
‘anhu, dia berkata : Saya pernah
bersama Nabi sholallohu ‘alaihi
wasallam dalam suatu perjalanan.
Pada suatu pagi ketika kami sedang
berjalan, aku berada didekat beliau, maka aku berkata : “Wahai Rosulullah
kabarkanlah kepadaku suatu amalan
yang dapat memasukkan aku ke
dalam Surga dan menjauhkan aku
dari Neraka”. Maka beliau bersabda : “Sungguh
engkau telah bertanya kepadaku
tentang perkarayang begitu besar
akan tetapi akan terasa mudah bagi
orang-orang yang dimudahkan oleh
Alloh, engkau beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya
dengan suatu apapun, engkau
mendirikan sholat, menunaikan
zakat, berpuasa dibulan Ramadhan
dan melaksanakan ibadah haji.” Kemudian beliau berkata : “Maukah
aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu
kebakan ? Berpuasa adalah perisai, sedekah dapat memadamkan
dosa-dosa sebagaimana air dapat
memadamkan api, demikian juga
sholat seseorang ditengah malam, kemudian beliau membacakan ayat,
‘…lambung-lambung mereka jauh dari
tempat tidur mereka…’ hingga ‘..apa
yang telah mereka kerjakan’ [QS. As-
Sajdah ; 17] Kemudian beliau bersabda : “Maukah
aku tunjukkan urusan yang
terpenting, tiang-tiang
penyanggahnya, dan puncak
tertingginya ?” Saya katakan : “Tentu
wahai Rosulullah”. Maka beliau bersabda : “Urusan terpenting adalah Islam, tiang penopangnya
adalah sholat sedangkan puncak
tertingginya (atapnya) adalah
jihad”. Kemudian lanjutnya : “Maukah aku
kabarkan kepadamu tentang kunci
semua itu ?” Saya menjawab : “Tentu
wahai Rosulullah”. Maka beliau
memegang lidahnya, lalu bersabda : “Jagalah olehmu ini!” Aku bertanya : “Wahai Nabi Alloh, apakah kami akan
disiksa dengan sebab perkataan yang
kami ucapkan?” Beliau menjawab : “ibumu kehilangan
kamu ya Muadz, bukankah orang-
orang itu tersungkur di Neraka diatas
wajah-wajah mereka atau diatas
hidung-hidung mereka, tidak lain
disebabkan oleh ulah lisan-lisan mereka ?” [HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah,
dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani
dalam Al-Irwa'] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Faedah yang terkandung dalam
hadits ini : 1. Antusias para shahabat untuk
melakukan amalan-amalan yang
dapat memasukkan ke dalam Surga
dan menjauhkan dari Neraka, dan ini
adalah perkara terpenting dalam
pandangan mereka, oleh karena itu Muadz bin Jabal bertanya kepada Nabi
sholallohu ‘alaihi wasallam tentang
suatu amalan yang dapat
memasukkan ke dalam Surga dan
menjauhkan dari Neraka. 2. Penetapan adanya Surga dan
Neraka, dan keduanya saat ini sudah
ada dan keduanya tidak akan sirna
selama-lamanya. 3. Penjelasan bahwa pertanyaan
Muadz bin Jabal ini adalah pertanyaan
yang begitu besar karena balasannya
begitu besar, sedangkan balasan
sesuai dengan kadar obyek yang
dibalasnya. Oleh karena itu Rosulullah bersabda : “Sungguh engkau telah
bertanya kepadaku tentang perkara
yang begitu besar.” maksudnya
adalah Muadz telah bertanya tentang
amalan yang begitu besar dengan
dalil balasan yang akan diperoleh dengan amalan tersebut. Kemudian
Nabi menjelaskan bahwa perkara
yang begitu agung ini ringan bagi
orang-orang yang diberi kemudahan
oleh Alloh. Maka dapat diambil faedah
dari sini, bahwa semestinya seseorang bersandar kepada Alloh untuk
memohon kemudahan dari-Nya
dalam segenap urusannya dan
semestinya kita pun mengetahui
bahwa diantara sebab diberikannya
kemudahan dari Alloh adalah bertaqwa kepada-Nya. Alloh ta’ala
berfirman : “Barangsiapa bertaqwa kepada Alloh,
niscaya Alloh akan menjadikan
baginya kemudahan dalam
urusannya.” QS. Ath-Thalaq ; 4 4. Bahwa perkara yang paling utama
dan paling besar adalah TAUHIDULLAH
(mentauhidkan Alloh) dan berlaku
ikhlas untuk Alloh, berdasarkan
sabdanya : “Engkau beribadah
kepada Alloh dan tidak menyekutukanNya dengan suatu
apapun.” 5. Arti pentingnya sholat karena
Rosulullah telah menyebutkan rukun
ini setelah kalimat Al-Ikhlas. Jika ada
yang bertanya, “Mana syahadat yang
kedua? Syahadat bahwa Muhammad
adalah Rosulullah ?” Maka kita katakan syahadat ini sudah dimaklumi
dari sabdanya : “Engkau beribadah
kepada Alloh dan tidak
menyekutukanNya dengan apapun
juga.” Dan telah lewat penjelasan ttg
hal itu. 6. Diantara faedahnya adalah
mendahulukan zakat diatas puasa,
karena ibadah ini lebih ditekankan. 7. Diantara faedahnya adalah
mendahulukan ibadah puasa diatas
haji, karena ibadah puasa dilakukan
setiap tahun, beda halnya dengan haji,
ibadah ini hanya diwajibkan satu kali
dalam seumur hidup. 8. Diantara faedahnya adalah dalam
kalimat ini terdapat isyarat tentang
rukun Islam, yakni : “Engkau
beribadah kepada Alloh dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu
apapun, engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa dibulan
Ramadhan dan berhaji ke Baitullah.” 9. Diantara faedahnya adalah
melontarkan pertanyaan kepada anak
didik agar membuatnya tergugah,
berdasarkan sabdanya : “Maukah aku
tunjukkan kepadamu pintu-pintu
kebaikan?” 10. Diantara faedahnya bahwa
kebaikan memiliki pintu-pintu, dan
pintu-pintu itu memiliki jalan masuk.
Hadits ini semodel dengan sabda
Rosulullah yang berbunyi: “Iman itu
lebih dari 72 cabang.” [Hadits Shohih dikeluarkan oleh Muslim] 11. Diantara faedahnya adalah bahwa
ibadah puasa sebagai perisai, yaitu
yang menghalangi orang yang
berpuasa dari perbuatan sia-sia, main-
main, ucapan dusta, dan kebodohan.
Ibadah inipun merupakan perisai bagi seseorang dari siksa api neraka.
Berdasarkan firman Alloh ‘azza wa
jalla : “Puasa adalah untuk-Ku dan
Akulah yang akan membalasnya.”
[Hadits Shohih dikeluarkan oleh
Bukhori] 12. Diantara faedahnya adalah
keutamaan bersedekah berdasarkan
sabda Rosulullah : “Bersedekah dapat
memadamkan kesalahan
sebagaimana air memadamkan api.” 13. Diantara faedahnya adalah bahwa
sholatnya seseorang ditengah malam
dapat memadamkan api kesalahan,
berdasarkan sabda Nabi sholallohu
‘alaihi wasallam diatas, karena beliau
membacakan firman-Nya : “Lambung mereka jauh dari tempat
tidurnya, sedangkan mereka berdoa
kepada Tuhannya dengan rasa takut
dan harap, serta mereka
menafkahkan sebagian rizqi yang
Kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa
yang disembunyikan untuk mereka
berupa perkara yang menyenangkan
pandangan mata, sebagai balasan
atas apa yang mereka kerjakan.” QS.
As-Sajdah ; 16-17 14. Diantara faedahnya adalah bahwa
Nabi melontarkan permasalahan
dengan bentuk pertanyaan untuk
menarik perhatian orang yang diajak
bicara. 15. Diantara faedahnya adalah bahwa
urusan ini -yaitu urusan para
makhluk- memiliki tiang penyanggah
dan atap (bagian paling tinggi).
Urusan paling penting adalah Islam.
Tiang-tiangnya adalah Sholat sedangkan atapnya adalah jihad
dijalan Alloh. 16. Diantara faedahnya adalah bahwa
orang yang meninggalkan Sholat
adalah kafir, berdasarkan sabda Nabi :
“Tiang-tiang penyanggahnya adalah
sholat.” dan telah dimaklumi, jika
tiang-tiang itu runtuh, maka runtuh pula bangunan tersebut. Inilah
pendapat terkuat berdasarkan kitab
Alloh dan sunnah Rosulullah dan
ucapan para shahabat. 17. Diantara faedahnya adalah bahwa
jihad membawa ketinggian dan
kemuliaan Islam, berdasarkan sabda
Rosulullah : “Puncaknya adalah jihad.” 18. Diantara faedahnya adalah pokok
dari semua itu adalah MENJAGA LISAN,
berdasarkan sabda Rosulullah :
“Maukah aku kabarkan padamu
tentang pokok dari semua itu?” maka
beliau memegang lidahnya seraya bersabda : “Tahanlah olehmu ini!” 19. Diantara faedahnya adalah
bolehnya memberikan pelajaran
dengan menggunakan isyarat, karena
Nabi memegang lidahnya seraya
bersabda : “Tahanlah olehmu ini!” 20. Diantara faedahnya adalah bahaya
lisan terhadap diri seseorang,
berdasarkan sabda Nabi : “Bukankah
manusia tersungkur di Neraka diatas
wajah-wajah mereka atau hidung-
hidung mereka, tidak lain disebabkan ulah lisan-lisan mereka?” 21. Diantara faedahnya adalah Kehati-
hatian dalam hal periwayatan hadits
Nabi, karena perawi mengatakan : “Di
atas wajah-wajah mereka atau di atas
hidung-hidung mereka.” Ini
menunjukkan sikap amanah sempurna dalam penukilan hadits. Dan segala puji hanyalah bagi
Alloh…… -dikutip dari Kitab Syarah Al-Arbain An-Nawawiyah karya Syaikh Sholih Al-’Utsaimin ; penerbit Pustaka Ar
Royyan
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS at-Taubah /9: 105).
Sunday, 21 August 2011
Sebab MendapatkanAzab Kubur
Banyak sekali hal-hal yang
menyebabkan seseorang
mendapatkan azab kubur. Sampai-
sampai Al-Imam Ibnul Qoyyim dalam
kitabnya, Ar-Ruh menyatakan: “Secara global, mereka diazab karena
kejahilan mereka tentang Alloh ‘azza
wa jalla, tidak melaksanakan perintah-
Nya, dan karena perbuatan mereka
melanggar larangan-Nya Maka Alloh tidak akan mengazab ruh
yang mengenal-Nya, mencintai-Nya,
melaksanakan perintah-Nya, dan
meninggalkan larangan-Nya.
Demikian juga, Alloh tidak akan
mengazab satu badan pun yang ruh tersebut memiliki ma’rifatullah
(pengenalan terhadap Alloh) selama-
lamanya. Sesungguhnya azab kubur dan azab
akhirat adalah akibat kemarahan
Alloh ‘azza wa jalla dan kemurkaan-
Nya terhadap hamba-Nya. Maka
barangsiapa yang menjadikan Alloh
marah dan murka didunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam
keadaan demikian, niscaya dia akan
mendapatkan azab di alam barzakh
sesuai dengan kemarahan dan
kemurkan-Nya.” [Ar-Ruh hal.115] Diantara sebab-sebab azab kubur
secara terperinci adalah sebagai
berikut: 1. Kekafiran dan kesyirikan Sebagaimana azab yang menimpa
Fir’aun dan bala tentaranya. Alloh
berfirman: “Maka Alloh memeliharanya dari
kejahatan tipu daya mereka, dan
Fir’aun beserta kaumnya dikepung
oleh azab yang amat buruk. Kepada
mereka dinampakkan neraka pada
pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada
malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan
kaumnya ke dalam azab yang sangat
keras’.” (QS. Ghafir;45-46) 2. Kemunafikan Alloh berfirman: “Diantara orang-orang Arab Badui
yang disekelilingmu itu, ada orang-
orang munafik; dan (juga) diantara
penduduk Madinah. Mereka
keterlaluan dalam kemunafikannya.
Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang
mengetahui mereka. Nanti mereka
akan Kami siksa dua kali kemudian
mereka akan dikembalikan kepada
azab yang besar.” (QS. At-Taubah;
101) 3. Tidak Menjaga Diri dari Air Kencing dan Mengadu Domba Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam
melewati dua kuburan. Beliau
bersabda: “Sesungguhnya keduanya
sedang diazab, dan tidaklah
keduanya diazab disebabkan suatu
perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari
percikan air kencing, sedangkan yang
lain suka mengadu domba antara
manusia.” Beliau lalu mengambil
sebuah pelepah kurma yang masih
basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu
bagian pada masing-masing kuburan.
Para sahabat bertanya: “Wahai
Rasulullah, mengapa engkau
melakukan hal ini?” Beliau menjawab:
“Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama
pelepah kurma itu belum
kering.” [Muttafaqun'alaih dari Ibnu Abbas radhiyallohu 'anhu] 4. Ghibah Dari Anas bin Malik radhiyallohu
‘anhu, dia berkata, Rosulullah
sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tatkala Rabbku memi’rajkanku
(menaikkan ke langit), aku melewati
beberapa kaum yang memiliki kuku
dari tembaga, dalam keadaan mereka
mencabik-cabik wajah dan dada
mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya: ‘Siapakah mereka ini wahai
Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah
orang-orang yang memakan daging
(suka mengghibah) dan menjatuhkan
kehormatan manusia’.” [HR. Ahmad, dishohihkan Al-Albani dalam Ash- Shahihah no.533. Hadits ini juga dicantumkan dalam Ash-Shahihul Musnad karya Syaikh Muqbil] Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali
menyatakan: “Sebagian ulama
menyebutkan rahasia
dikhususkannya (penyebab azab
kubur) air kencing, namimah (adu
domba) dan ghibah (Menggunjing). Rahasianya adalah bahwa alam kubur
itu adalah tahap awal alam akhirat.
Didalamnya terdapat beberapa contoh
yang akan terjadi pada hari kiamat,
seperti siksaan ataupun balasan yang
baik. Sedangkan perbuatan maksiat yang akan disiksa karenanya ada dua
macam: terkait dengan hak Alloh dan
terkait dengan hak hamba. Hak-hak
Alloh yang pertama kali akan
diselesaikan pada hari kiamat adalah
sholat, sedangkan yang terkait dengan hak-hak hamba adalah darah. Adapun di alam barzakh, yang akan
diputuskan adalah pintu-pintu dari
kedua hak ini dan perantaranya.
Maka, syarat sahnya sholat adalah
bersuci dari hadats dan najis.
Sedangkan pintu tumpahnya darah adalah namimah (adu domba) dan
menjatuhkan kehormatan orang lain.
Keduanya adalah dua jenis perkara
menyakitkan yang paling ringan,
maka diawali di alam barzakh dengan
evaluasi serta siksaan karena keduanya.” [Ahwalul Qubur hal.89] 5. Niyahah (meratapi jenazah) Dari Ibnu Umar radhiyallohu ‘anhu,
dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam,
beliau bersabda: “Sesungguhnya mayit itu akan diazab
karena ratapan
keluarganya.” [Muttafaqun'alaih] Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim: “Mayit itu akan diazab dikuburnya
dengan sebab ratapan atasnya.” Jumhur ulama berpendapat, hadits ini
dibawa kepada pemahaman bahwa
mayit yang ditimpa azab karena
ratapan keluarganya adalah orang
yang berwasiat supaya diratapi, atau
dia tidak berwasiat untuk tidak diratapi padahal dia tahu bahwa
kebiasaan mereka adalah meratapi
orang mati. Oleh karena itu Abdullah ibnul
Mubarak rahimahullah berkata: “Apabila dia telah melarang mereka
(keluarganya) meratapi ketika dia
hidup, lalu mereka melakukannya
setelah kematiannya, maka dia tidak
ditimpa azab sedikitpun.” [Umdatul
Qari', 4/78] Azab disini menurut mereka
maknanya adalah hukuman.
[Ahkamul Jana'iz, hal 41] Apakah Azab Kubur itu Terus-
Menerus ??? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-
Utsaimin rahimahullah berkata:
“Jawaban terhadap pertanyaan ini: 1. Azab kubur bagi orang-orang kafir
terjadi terus menerus dan tidak
mungkin terputus karena mereka
memang berhak menerimanya.
Seandainya azab tersebut terputus
atau berhenti, maka kesempatan ini menjadi waktu istirahat bagi mereka.
Padahal mereka bukanlah orang-
orang yang berhak mendapatkan hal
itu. Maka, mereka adalah golongan
orang-orang yang terus-menerus
dalam azab kubur sampai datangnya hari kiamat, walaupun panjang
masanya. 2. Orang-orang yang beriman yang
berbuat maksiat, Alloh mengazab
mereka dengan sebab dosa-dosanya.
Diantara mereka ada yang diazab
terus-menerus, ada pula yang tidak.
Ada yang panjang masanya, ada pula yang tidak, tergantung dosa-dosanya
serta ampunan Alloh subhanallohu
wa ta’ala.” [Syarh Al-'Aqidah Al- Wasithiyyah , 2/123] MACAM-MACAM AZAB KUBUR 1. Diperlihatkan neraka Jahannam “Kepada mereka dinampakkan
neraka pada pagi dan petang.” (QS.
Ghafir;46) Dari Ibnu Umar radhiyallohu ‘anhu
bahwasanya Rosulullah sholallohu
‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya apabila salah seorang
diantara kalian mati maka akan
ditampakkan kepadanya calon tempat
tinggalnya pada waktu pagi dan sore.
Bila dia termasuk calon penghuni
surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon
penghuni neraka maka ditampakkan
kepadanya neraka, dikatakan
kepadanya: ‘Ini calon tempat
tinggalmu, hingga Alloh
membangkitkanmu pada hari kiamat’.” [Muttafaqun'alaih] 2. Dipukul dengan Palu dari Besi Dari Anas radhiyallohu ‘anhu, dari
Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam: “Adapun orang kafir atau munafik,
maka kedua malaikat tersebut
bertanya kepadanya: ‘Apa
jawabanmu tentang orang ini
(Rosulullah)?’ Dia mengatakan: ‘Aku
tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang’. Maka kedua
malaikat itu mengatakan: “Engkau
tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!”
Kemudian ia dipukul dengan palu dari
besi, tepat di wajahnya. Dia lalu
menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh
penduduk bumi, kecuali dua
golongan: jin dan
manusia.” [Muttafaqun'alaih] 3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling
bersilangan, dan didatangi teman
yang buruk wajahnya dan busuk
baunya. Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib
radhiyallohu ‘anhu yang panjang,
Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam
menceritakan tentang orang kafir
setelah mati: “Gelarkanlah untuknya alas tidur dari
api neraka, dan bukakanlah untuknya
sebuah pintu ke neraka. Maka panas
dan uap panasnya mengenainya. Lalu
disempitkan kuburnya sampai tulang-
tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya
seseorang yang jelek wajahnya, jelek
pakaiannya, dan busuk baunya. Dia
berkata: ‘Bergembiralah engkau
dengan perkara yang akan
menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di
dunia)’. Maka dia bertanya: ‘Siapakah
engkau? Wajahmu adalah wajah yang
datang dengan kejelekan’. Dia
menjawab: ‘Aku adalah amalanmu
yang jelek’. Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan
hari kiamat’.” [HR. Ahmad, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Hakim] 4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang
dibakar, dipecah kepalanya di atas
batu, ada pula yang disiksa di
sungai darah, bila mau keluar dari
sungai itu dilempari batu pada
mulutnya. Rosulullah berkata kepada Jibril dan
Mikail sebagaimana disebutkan dalam
hadits yang panjang: “Beritahukanlah kepadaku tentang
apa yang aku lihat.” Keduanya
menjawab: “Ya. Adapun orang yang
engkau lihat dirobek mulutnya, dia
adalah pendusta. Dia berbicara
dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas.
Maka dia disiksa dengan siksaan
tersebut hingga hari kiamat. Adapun
orang yang engkau lihat dipecah
kepalanya, dia adalah orang yang
telah Alloh ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk
sholat malam). Pada siang hari pun dia
dia tidak mengamalkannya. Maka dia
disksa dengan siksaan itu hingga hari
kiamat. Adapun yang engkau lihat
orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang
yang engkau lihat di sungai darah, dia
adalah orang yang makan harta dari
hasil riba.” [HR. Bukhari no.1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallohu
'anhu] 5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Tiba-atiba aku melihat para wanita
yang payudara-payudara mereka
dicabik-cabik ular yang ganas. Maka
aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’
Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah
para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan
syar’i)’.” [HR. Hakim. Syaikh Muqbil dalam Al-Jami'ush Shahih berkata: "ini
hadits shahih dari Abu Umamah Al-
Bahili radhiyallohu 'anhu] -disalin dari majalah Asy-Syariah
menyebabkan seseorang
mendapatkan azab kubur. Sampai-
sampai Al-Imam Ibnul Qoyyim dalam
kitabnya, Ar-Ruh menyatakan: “Secara global, mereka diazab karena
kejahilan mereka tentang Alloh ‘azza
wa jalla, tidak melaksanakan perintah-
Nya, dan karena perbuatan mereka
melanggar larangan-Nya Maka Alloh tidak akan mengazab ruh
yang mengenal-Nya, mencintai-Nya,
melaksanakan perintah-Nya, dan
meninggalkan larangan-Nya.
Demikian juga, Alloh tidak akan
mengazab satu badan pun yang ruh tersebut memiliki ma’rifatullah
(pengenalan terhadap Alloh) selama-
lamanya. Sesungguhnya azab kubur dan azab
akhirat adalah akibat kemarahan
Alloh ‘azza wa jalla dan kemurkaan-
Nya terhadap hamba-Nya. Maka
barangsiapa yang menjadikan Alloh
marah dan murka didunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam
keadaan demikian, niscaya dia akan
mendapatkan azab di alam barzakh
sesuai dengan kemarahan dan
kemurkan-Nya.” [Ar-Ruh hal.115] Diantara sebab-sebab azab kubur
secara terperinci adalah sebagai
berikut: 1. Kekafiran dan kesyirikan Sebagaimana azab yang menimpa
Fir’aun dan bala tentaranya. Alloh
berfirman: “Maka Alloh memeliharanya dari
kejahatan tipu daya mereka, dan
Fir’aun beserta kaumnya dikepung
oleh azab yang amat buruk. Kepada
mereka dinampakkan neraka pada
pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada
malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan
kaumnya ke dalam azab yang sangat
keras’.” (QS. Ghafir;45-46) 2. Kemunafikan Alloh berfirman: “Diantara orang-orang Arab Badui
yang disekelilingmu itu, ada orang-
orang munafik; dan (juga) diantara
penduduk Madinah. Mereka
keterlaluan dalam kemunafikannya.
Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang
mengetahui mereka. Nanti mereka
akan Kami siksa dua kali kemudian
mereka akan dikembalikan kepada
azab yang besar.” (QS. At-Taubah;
101) 3. Tidak Menjaga Diri dari Air Kencing dan Mengadu Domba Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam
melewati dua kuburan. Beliau
bersabda: “Sesungguhnya keduanya
sedang diazab, dan tidaklah
keduanya diazab disebabkan suatu
perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari
percikan air kencing, sedangkan yang
lain suka mengadu domba antara
manusia.” Beliau lalu mengambil
sebuah pelepah kurma yang masih
basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu
bagian pada masing-masing kuburan.
Para sahabat bertanya: “Wahai
Rasulullah, mengapa engkau
melakukan hal ini?” Beliau menjawab:
“Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama
pelepah kurma itu belum
kering.” [Muttafaqun'alaih dari Ibnu Abbas radhiyallohu 'anhu] 4. Ghibah Dari Anas bin Malik radhiyallohu
‘anhu, dia berkata, Rosulullah
sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tatkala Rabbku memi’rajkanku
(menaikkan ke langit), aku melewati
beberapa kaum yang memiliki kuku
dari tembaga, dalam keadaan mereka
mencabik-cabik wajah dan dada
mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya: ‘Siapakah mereka ini wahai
Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah
orang-orang yang memakan daging
(suka mengghibah) dan menjatuhkan
kehormatan manusia’.” [HR. Ahmad, dishohihkan Al-Albani dalam Ash- Shahihah no.533. Hadits ini juga dicantumkan dalam Ash-Shahihul Musnad karya Syaikh Muqbil] Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali
menyatakan: “Sebagian ulama
menyebutkan rahasia
dikhususkannya (penyebab azab
kubur) air kencing, namimah (adu
domba) dan ghibah (Menggunjing). Rahasianya adalah bahwa alam kubur
itu adalah tahap awal alam akhirat.
Didalamnya terdapat beberapa contoh
yang akan terjadi pada hari kiamat,
seperti siksaan ataupun balasan yang
baik. Sedangkan perbuatan maksiat yang akan disiksa karenanya ada dua
macam: terkait dengan hak Alloh dan
terkait dengan hak hamba. Hak-hak
Alloh yang pertama kali akan
diselesaikan pada hari kiamat adalah
sholat, sedangkan yang terkait dengan hak-hak hamba adalah darah. Adapun di alam barzakh, yang akan
diputuskan adalah pintu-pintu dari
kedua hak ini dan perantaranya.
Maka, syarat sahnya sholat adalah
bersuci dari hadats dan najis.
Sedangkan pintu tumpahnya darah adalah namimah (adu domba) dan
menjatuhkan kehormatan orang lain.
Keduanya adalah dua jenis perkara
menyakitkan yang paling ringan,
maka diawali di alam barzakh dengan
evaluasi serta siksaan karena keduanya.” [Ahwalul Qubur hal.89] 5. Niyahah (meratapi jenazah) Dari Ibnu Umar radhiyallohu ‘anhu,
dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam,
beliau bersabda: “Sesungguhnya mayit itu akan diazab
karena ratapan
keluarganya.” [Muttafaqun'alaih] Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim: “Mayit itu akan diazab dikuburnya
dengan sebab ratapan atasnya.” Jumhur ulama berpendapat, hadits ini
dibawa kepada pemahaman bahwa
mayit yang ditimpa azab karena
ratapan keluarganya adalah orang
yang berwasiat supaya diratapi, atau
dia tidak berwasiat untuk tidak diratapi padahal dia tahu bahwa
kebiasaan mereka adalah meratapi
orang mati. Oleh karena itu Abdullah ibnul
Mubarak rahimahullah berkata: “Apabila dia telah melarang mereka
(keluarganya) meratapi ketika dia
hidup, lalu mereka melakukannya
setelah kematiannya, maka dia tidak
ditimpa azab sedikitpun.” [Umdatul
Qari', 4/78] Azab disini menurut mereka
maknanya adalah hukuman.
[Ahkamul Jana'iz, hal 41] Apakah Azab Kubur itu Terus-
Menerus ??? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-
Utsaimin rahimahullah berkata:
“Jawaban terhadap pertanyaan ini: 1. Azab kubur bagi orang-orang kafir
terjadi terus menerus dan tidak
mungkin terputus karena mereka
memang berhak menerimanya.
Seandainya azab tersebut terputus
atau berhenti, maka kesempatan ini menjadi waktu istirahat bagi mereka.
Padahal mereka bukanlah orang-
orang yang berhak mendapatkan hal
itu. Maka, mereka adalah golongan
orang-orang yang terus-menerus
dalam azab kubur sampai datangnya hari kiamat, walaupun panjang
masanya. 2. Orang-orang yang beriman yang
berbuat maksiat, Alloh mengazab
mereka dengan sebab dosa-dosanya.
Diantara mereka ada yang diazab
terus-menerus, ada pula yang tidak.
Ada yang panjang masanya, ada pula yang tidak, tergantung dosa-dosanya
serta ampunan Alloh subhanallohu
wa ta’ala.” [Syarh Al-'Aqidah Al- Wasithiyyah , 2/123] MACAM-MACAM AZAB KUBUR 1. Diperlihatkan neraka Jahannam “Kepada mereka dinampakkan
neraka pada pagi dan petang.” (QS.
Ghafir;46) Dari Ibnu Umar radhiyallohu ‘anhu
bahwasanya Rosulullah sholallohu
‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya apabila salah seorang
diantara kalian mati maka akan
ditampakkan kepadanya calon tempat
tinggalnya pada waktu pagi dan sore.
Bila dia termasuk calon penghuni
surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon
penghuni neraka maka ditampakkan
kepadanya neraka, dikatakan
kepadanya: ‘Ini calon tempat
tinggalmu, hingga Alloh
membangkitkanmu pada hari kiamat’.” [Muttafaqun'alaih] 2. Dipukul dengan Palu dari Besi Dari Anas radhiyallohu ‘anhu, dari
Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam: “Adapun orang kafir atau munafik,
maka kedua malaikat tersebut
bertanya kepadanya: ‘Apa
jawabanmu tentang orang ini
(Rosulullah)?’ Dia mengatakan: ‘Aku
tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang’. Maka kedua
malaikat itu mengatakan: “Engkau
tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!”
Kemudian ia dipukul dengan palu dari
besi, tepat di wajahnya. Dia lalu
menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh
penduduk bumi, kecuali dua
golongan: jin dan
manusia.” [Muttafaqun'alaih] 3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling
bersilangan, dan didatangi teman
yang buruk wajahnya dan busuk
baunya. Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib
radhiyallohu ‘anhu yang panjang,
Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam
menceritakan tentang orang kafir
setelah mati: “Gelarkanlah untuknya alas tidur dari
api neraka, dan bukakanlah untuknya
sebuah pintu ke neraka. Maka panas
dan uap panasnya mengenainya. Lalu
disempitkan kuburnya sampai tulang-
tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya
seseorang yang jelek wajahnya, jelek
pakaiannya, dan busuk baunya. Dia
berkata: ‘Bergembiralah engkau
dengan perkara yang akan
menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di
dunia)’. Maka dia bertanya: ‘Siapakah
engkau? Wajahmu adalah wajah yang
datang dengan kejelekan’. Dia
menjawab: ‘Aku adalah amalanmu
yang jelek’. Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan
hari kiamat’.” [HR. Ahmad, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Hakim] 4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang
dibakar, dipecah kepalanya di atas
batu, ada pula yang disiksa di
sungai darah, bila mau keluar dari
sungai itu dilempari batu pada
mulutnya. Rosulullah berkata kepada Jibril dan
Mikail sebagaimana disebutkan dalam
hadits yang panjang: “Beritahukanlah kepadaku tentang
apa yang aku lihat.” Keduanya
menjawab: “Ya. Adapun orang yang
engkau lihat dirobek mulutnya, dia
adalah pendusta. Dia berbicara
dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas.
Maka dia disiksa dengan siksaan
tersebut hingga hari kiamat. Adapun
orang yang engkau lihat dipecah
kepalanya, dia adalah orang yang
telah Alloh ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk
sholat malam). Pada siang hari pun dia
dia tidak mengamalkannya. Maka dia
disksa dengan siksaan itu hingga hari
kiamat. Adapun yang engkau lihat
orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang
yang engkau lihat di sungai darah, dia
adalah orang yang makan harta dari
hasil riba.” [HR. Bukhari no.1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallohu
'anhu] 5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Tiba-atiba aku melihat para wanita
yang payudara-payudara mereka
dicabik-cabik ular yang ganas. Maka
aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’
Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah
para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan
syar’i)’.” [HR. Hakim. Syaikh Muqbil dalam Al-Jami'ush Shahih berkata: "ini
hadits shahih dari Abu Umamah Al-
Bahili radhiyallohu 'anhu] -disalin dari majalah Asy-Syariah
Subscribe to:
Comments (Atom)