Assalamualaikum…Mungkin pertanyaan ini
pernah diajukan sebelumnya, namun saya sangat
membutuhkan penjelasan yang jelas dan singkat
dari Ustadz Ahmad mengenai proses talak 3.
Bisakah talak 3 dijatuhkan dalam sekali ucap?
Apakah diperlukan saksi-saksi dalam melakukan
talak? Apakah talak bisa dijatuhkan suami kepada
istri hanya melalui walinya saja tanpa keberadaan
istri ? Bagaimana dalil-dalilnya?
Esa W. Fadhilla
Jawaban
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
1. Talak Tiga Sekaligus. Jumhur ulama memang
mengatakan bahwa talak tiga bisa jatuh bila suami
mengatakannya tiga kali dalam satu majelis.
Contohnya, ”Kamu saya talak, kamu syaa talak,
kamu saya talak”. Maka jatuhlah talak tiga. Namun
pendapat ini bukanlah satu-satunya. Karena
ulama lain mengatakan bahwa lafaz seperti itu
tidak menjatuhkan talak tiga tapi hanya talak satu
saja. Dasarnya adalah hadits berikut:Dari Mahmud
bin Labid berkata bahwa Rasulullah SAW
menceritakan kepada kami tentang seorang yang
menceraikan istrinya talak tiga sekaligus. Lalu
Rasulullah SAW berdiri sambil marah dan
berkata, ”Apakah kitabullah dipermainkan
sementara aku masih berada di antara kamu?”
Sampai-sampai ada seorang yang berdiri dan
bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Ya Rasul,
Bolehkah aku membunuh orang itu?”
Selain itu memang dalam Al-Quran telah
disebutkan bahwa talak itu berjenjang. “Talak itu
dua kali” sebagaimana disebutkan dalam surat Al-
Baqarah.
Kedua pendapat ini merupakan pilihan yang
masing-masingnya memiliki sejumlah dalil yang
kuat.
2. Talak Tidak Butuh Saksi. Mentalak istri adalah
sebuah pernyataan untuk melepaskan hubungan
syar’i antara suami dengan istri. Talak dilakukan
oleh suami kepada istrinya, tanpa membutuhkan
saksi atau pun hadir di depan hakim. Cukup
dilakukan dengan lafadz, ungkapan atau
pernyataan. Dan ungkapan/lafaz cerai itu ada dua
macam. Pertama lafaz yang sharih dan kedua
lafaz yang majazi . a. Lafaz sharih atau lafaz yang
jelas Di mana di dalam lafaz itu disebutkan secara
jelas kata ‘cerai’, ‘talak’ atau ‘firaq’. Bila hal ini
disebutkan, maka meski dilakukan dengan main-
main, tapi talaknya tetap jatuh.Lafaz yang sharih
misalnya, ”Aku ceraikan kamu.” Bila lafaz itu
diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya,
maka jatuhlah talaq satu. Bahkan meski itu
dilakukan dengan main-main.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiga hal yang main-
mainnya tetap dianggap serius, yaitu nikah, talak
dan rujuk.” Dalam lain riwayat disebutkan, “nikah,
talak dan membebaskan budak”.
b. Lafaz yang bersifat kina`i, Yaitu lafaz yang tidak
secara jelas menyebutkan salah satu dari tiga lafaz
itu. Atau lafaz yang bisa bermakna ganda.
Misalnya adalah apa yang Anda sebutkan di
atas.Seperti seroang suami berkata kepada
istrinya, ”Pulanglah kamu ke rumah orang
tuamu”. Dalam kasus seperti ini, maka yang
menjadi titik acuannya adalah niat dari suami
ketika mengucapkannya. Atau `urf yang terjadi di
negeri itu.
Misalnya, kata-kata,”Pulanglah ke rumah orang
tuamu.” Apakah lafaz ini berarti thalaq atau
bukan? Jawabannya tergantung niat atau
kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Bila
kebiasaannya lafaz itu yang digunakan untuk
mencerai istri, maka jatuhlah thalak itu. Bila tidak,
maka tidak.
Talak kina`i ini tidak menjatuhkan talak kecuali bila
dengan niat dari pihak suami. Jadi tergantung
pada niatnya saat melafalkan lafaz kina’i itu.
3. Istri Tidak Ditemui Saat Talak Yang terpenting
istri itu tahu dan mendengar informasi bahwa
dirinya sudah ditalak suaminya. Tidak ada
persyaratan bahwa lafaz talaq itu harus diucapkan
suami langsung di depan istrinya. Talak bisa saja
disampaikan lewat tulisan atau pesan yang
dibawa seseorang kepada istri. Dan talak itu
sudah jatuh terhitung sejak suami
mengatakannya, bukan tergantung kapan istri
mengetahuinya.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS at-Taubah /9: 105).
Friday, 11 March 2011
allah selalu bersamamu dan dekat pada kita
Salah satu bekal yg penting diberikan para orang
tua kepada anak-anak adl upaya menumbuhkan
rasa optimis pada diri anak dlm menghadapi
kehidupan yg sarat dgn problema. Cara terbaik
utk mencapai hal tersebut adl dgn mengenalkan
pada anak akan pertolongan Allah yg diberikan
kepada tiap hamba-Nya yg beriman. Anak perlu
dipahamkan bahwa bila Allah telah memberikan
pertolongan-Nya mk permasalahan seberat
apapun akan bisa diselesaikan.
Anak dgn segala keunikan yg ada pada pribadi tdk
terlepas dari permasalahan baik berkenaan dgn
diri tempat belajar ataupun orang2 di
sekelilingnya. Begitu pun sisi berat ringan
permasalahan yg dihadapi berbeda-beda antara
satu anak dgn yg lainnya. tdk jarang dijumpai
dlm keseharian anak-anak yg begitu penakut
terhadap segala sesuatu yg tdk pantas
dikhawatirkan. Semua itu terkadang membuat
orang tua berkerut dahi dgn jalan apa kira
mengatasi hal-hal semacam ini?
Jika demikian tentu sang anak membutuhkan
bekal utk menghadapi tiap problema yg
dihadapinya. Dia membutuhkan bimbingan agar
senantiasa merasakan pengawasan Rabb-
meminta hanya kepada-Nya disertai keyakinan yg
kokoh terhadap ketetapan dan takdir-Nya.
Ketika itulah selayak orang tua melihat kembali
bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
menanamkan optimisme dan kebesaran jiwa
pada diri anak agar menghadapi gelombang
kehidupan ini dgn keberanian dan penuh harapan
hingga kelak mereka menjadi sesosok pribadi yg
bermanfaat bagi umat ini. Beliau pesankan kepada
putra paman Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu
‘anhuma:
ﻳَﺎ ﻏُﻼَﻡُ، ﺇِﻧِّﻲ ﺃُﻋَﻠِّﻤُﻚَ
ﻛَﻠِﻤَﺎﺕٍ. ﺍﺣْﻔَﻆِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺤْﻔَﻈْﻚَ،
ﺍِﺣْﻔَﻆِ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﺠِﺪْﻩُ ﺗُﺠَﺎﻫَﻚَ. ﺇِﺫَﺍ
ﺳَﺄَﻟْﺖَ ﻓَﺎﺳْﺄَﻝِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺇِﺫَﺍ
ﺍﺳْﺘَﻌَﻨْﺖَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ.
ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻷُﻣَّﺔَ ﻟَﻮِ
ﺍﺟْﺘَﻤَﻌَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻮﻙَ
ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻮﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ
ﻗَﺪْ ﻛَﺘَﺒَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻚَ ﻭَﺇِﻥِ
ﺍﺟْﺘَﻤَﻌُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻀُﺮُّﻭﻙَ
ﺑِﺸَﻴْﺊٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮُّﻭﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ
ﻗَﺪْ ﻛَﺘَﺒَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ. ﺭُﻓِﻌَﺖِ
ﺍﻷَﻗْﻼَﻡُ ﻭَﺟَﻔَّﺖِ ﺍﻟﺼُّﺤُﻒُ. ﺭَﻭَﺍﻩُ
ﺍﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱ ﻭَﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪِﻳْﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ
ﺻَﺤِﻴْﺢٌ.
ﻭَﻓِﻲ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔِ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱ:
ﺍﺣْﻔَﻆِ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﺠِﺪْﻩُ ﺃَﻣَﺎﻣَﻚَ.
ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ
ﻳَﻌْﺮِﻓْﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ. ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ
ﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﺃَﺧْﻄَﺄَﻙَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ
ﻟِﻴُﺼِﻴْﺒَﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ
ﻟِﻴُﺨْﻄِﺌَﻚَ. ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺼْﺮَ
ﻣَﻊَ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺃَﻥََّ ﺍﻟﻔَﺮَﺝَ ﻣَﻊَ
ﺍﻟﻜَﺮْﺏِ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“ Wahai anak sesungguh aku akan mengajarkan
kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah niscaya
Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya
engkau akan dapati Dia ada di hadapanmu.
Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah
dan apabila engkau memohon pertolongan
mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah
seandai seluruh umat ini berkumpul utk
memberikan manfaat kepadamu mereka tdk akan
dapat memberikan kecuali apa yg telah Allah
tetapkan bagimu. Dan seandai mereka berkumpul
utk menimpakan mudharat kepadamu mereka
tdk akan dapat menimpakan kecuali apa yg telah
Allah tetapkan menimpamu. Telah diangkat pena
dan telah kering lembaran-lembaran.” .1
Dan dlm riwayat selain At-Tirmidzi: “Jagalah Allah
niscaya engkau akan dapati Dia di hadapanmu.
Kenalilah Allah dlm keadaan lapang niscaya Dia
akan mengenalimu dlm keadaan susah.
Ketahuilah sesungguh apa yg ditetapkan luput
darimu tdk akan menimpamu dan apa yg
ditetapkan menimpamu tdk akan luput darimu.
Ketahuilah pertolongan itu berrsama kesabaran
kelapangan itu bersama kesusahan dan bersama
kesulitan itu ada kemudahan.”
Inilah kalimat yg agung dan mulia dari lisan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan
beliau mengatakan: Jagalah batasan-batasan dan
syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn
melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya juga dgn mempelajari agama-Nya
hingga engkau dapat menunaikan ibadah dan
muamalahmu. Jagalah semua itu niscaya Dia
akan menjaga agama keluarga harta maupun
dirimu krn Allah Subhanahu wa Ta’ala
memberikan balasan kepada orang2 yg berbuat
baik atas kebaikannya. Sementara balasan yg
paling penting adl penjagaan-Nya terhadap
agamamu serta menyelamatkan dirimu dari
kesesatan.
Sebalik seseorang yg menelantarkan agama Allah
Subhanahu wa Ta’ala mk Allah Subhanahu wa
Ta’ala pun akan menelantarkan diri dan dia tdk
berhak mendapatkan penjagaan dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:
ﻭَﻻَ ﺗَﻜُﻮْﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻧَﺴُﻮﺍ
ﺍﻟﻠﻪَ ﻓَﺄَﻧْﺴَﺎﻫُﻢْ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ
ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘُﻮْﻥَ
“ Dan janganlah kalian seperti orang2 yg
melupakan Allah sehingga Allah jadikan mereka
lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah
orang2 yg fasik.”
Pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini
juga memberikan pelajaran pada seorang anak
utk meminta ataupun memohon pertolongan
hanya kepada Allah semata tdk meminta kepada
makhluk. Karena Dialah yg memiliki kerajaan
langit dan bumi. Namun tdk terlarang utk
meminta pertolongan kepada makhluk pada hal-
hal yg mampu dia lakukan. Kalaupun dia harus
meminta sesuatu atau mencari pertolongan
kepada makhluk mk sesungguh makhluk itu
hanyalah sebab dan Allahlah yg menciptakan
sebab hingga kepada-Nyalah harus bersandar.
Demikian pula segala kebaikan yg diberikan dan
bahaya yg ditimpakan oleh makhluk semua telah
ditetapkan oleh Allah. Namun bukan berarti
seseorang tdk diperkenankan utk menolak bahaya
dari diri krn Allah Subhanahu wa Ta ’ala berfirman:
ﻭَﺟَﺰَﺍﺀُ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﺳَﻴِّﺌَﺔٌ ﻣِﺜْﻠُﻬَﺎ
“ Dan balasan kejelekan itu adl kejelekan yg
semisal.”
Oleh krn itu seorang hamba harus
menggantungkan harapan kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan tdk berpaling sedikit
pun kepada makhluk krn makhluk tdk memiliki
kekuasaan sedikit pun utk memberi manfaat
maupun menimpakan bahaya.
Begitu pun nasihat ini berisi anjuran utk
menunaikan hak Allah di saat lapang sehat dan
berkecukupan niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala
akan mengenali ketika berada dlm kesusahan
hingga Dia ringankan penderitaan menolong dan
menghilangkan kesusahan itu.
Ditemui pula pengajaran pada sang anak bahwa
apa pun yg ditetapkan akan menimpa tdk akan
dapat ditolak. Dan apa pun yg tdk ditetapkan tdk
akan bisa diraih krn Allah telah menetapkan
semua itu.
Di dlm nasihat ini juga terdapat anjuran agar
bersabar utk memperoleh pertolongan.
Kesabaran ini mencakup sabar utk taat kepada
Allah sabar dlm menjauhi maksiat kepada Allah
dan sabar di atas ketetapan Allah yg
‘menyakitkan’ . Inilah kabar gembira bagi orang
yg bersabar krn pertolongan akan mengiringi
kesabaran. Inilah kabar gembira bahwa
kelapangan itu mengiringi kesusahan. Hendak
pula ketika ditimpa kesulitan seorang hamba
bersandar diri kepada Allah dgn menanti-nantikan
kemudahan dari Allah serta membenarkan janji
Allah krn Allah telah mengatakan di dlm Kitab-Nya
yg mulia:
ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ. ﺇِﻥَّ
ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“ Maka sesungguh bersama kesulitan itu ada
kemudahan. Sesungguh bersama kesulitan itu
ada kemudahan.” (Dirangkum dari Syarh Al-
Arba’in An-Nawawiyyah Asy-Syaikh Ibnu
‘Utsaimin rahimahullah2)
Di waktu yg lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam memberikan nasihat yg diriwayatkan oleh
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟﻘَﻮِﻱ ﺧَﻴْْﺮٌ ﻭَﺃَﺣَﺐُّ
ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦِِ ﺍﻟﻀَﻌِﻴْﻒِ.
ﻭَﻓِﻲ ﻛُﻞٍّ ﺧَﻴْﺮٌ. ﺍِﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ
ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻻَ
ﺗَﻌْﺠِﺰْ. ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻼَ
ﺗَﻘُﻞْ: ﻟَﻮْ ﺃَﻧِّﻲ ﻓَﻌَﻠْﺖُ ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺬَﺍ
ﻭَﻛَﺬَﺍ. ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ: ﻗَﺪَﺭُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻞَ. ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻮْ ﺗَﻔْﺘَﺢُ
ﻋَﻤَﻞَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
“ Seorang mukmin yg kuat lbh baik dan lbh
dicintai oleh Allah daripada mukmin yg lemah dan
pada masing-masing dari kedua ada kebaikan.
Bersemangatlah utk melakukan apa yg
bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan
kepada Allah serta jangan merasa lemah. Apabila
engkau ditimpa sesuatu janganlah mengatakan
‘Seandai aku dulu melakukan begini dan begini’
namun katakanlah ‘Ini adl takdir Allah dan apa pun
yg Allah kehendaki pasti Allah lakukan’ krn ucapan
‘seandainya’ itu membuka amalan setan.”
Yang dimaksud dgn kuat dlm ucapan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adl jiwa yg kokoh
dan bersemangat terhadap perkara akhirat.
Sehingga orang yg seperti ini menjadi orang yg
paling pemberani terhadap musuh paling cepat
bertolak ke medan jihad paling teguh dlm
memerintahkan orang lain pada kebaikan dan
mencegah dari kemungkaran dan bersabar dlm
menempuh semua itu serta tabah dlm
menempuh kesusahan krn mengharap Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Dia pun menjadi orang yg
paling senang menunaikan shalat puasa dzikir
maupun seluruh ibadah bersemangat pula utk
menjalankan dan menjaganya. Akan tetapi baik
orang yg kuat maupun orang yg lemah memiliki
kebaikan krn mereka sama-sama beriman juga
krn ibadah yg dilakukan oleh orang yg lemah itu.
Dianjurkan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam utk bersemangat dlm berbuat ketaatan
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
menginginkan apa yg ada di sisi-Nya serta
memohon pertolongan kepada-Nya utk
mendapatkan itu semua. Hendak seorang hamba
tdk merasa lemah dan malas utk mencari amalan
ketaatan dan memohon pertolongan dari-Nya.
Inilah yg semesti tergambar dlm sosok pribadi
seorang anak. tdk ada salah bila suatu ketika
orang tua menuturkan kisah-kisah dari Al-Qur’an
dan As-Sunnah tentang perjalanan hidup orang2
yg Allah Subhanahu wa Ta’ala beri kemuliaan yg
sarat dgn optimisme dan keyakinan kepada Rabb-
nya. Karena anak senang dgn cerita dan biasa
berbekas dlm jiwanya. Salah satu dituturkan oleh
Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu3 dari apa yg
disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam:
Dulu hidup seorang raja yg memiliki seorang
tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu telah
menua ia berkata kepada sang raja “Sesungguh
aku ini telah tua mk utuslah padaku seorang
pemuda yg dapat kuajari sihir.” Lalu raja pun
mengirim seorang pemuda utk diajari sihir. Di
tengah jalan yg biasa dilalui pemuda itu menuju
tukang sihir ada seorang rahib. Pemuda itu
singgah duduk dan mendengarkan ucapan sang
rahib. Dia pun merasa takjub. mk demikianlah bila
dia mendatangi tukang sihir dia melewati rahib
lalu duduk di hadapannya. Bila tiba di hadapan
tukang sihir tukang sihir itu pun memukulnya. Dia
adukan hal itu kepada rahib. Si rahib menjawab
“Kalau engkau khawatir terhadap tukang sihir
katakan pada ‘Keluargaku menahanku’ dan kalau
engkau khawatir terhadap keluargamu katakan
‘Tukang sihir menahanku’.”
Demikian terus berlangsung sampai suatu saat
muncul seekor binatang besar yg menghalangi
jalan manusia. Pemuda itu berkata “Pada hari ini
aku akan mengetahui apakah tukang sihir yg lbh
utama ataukah rahib.” Lalu diambil sebuah batu
sambil berkata “Ya Allah bila ajaran rahib lbh
Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir
matikanlah binatang ini hingga manusia dapat
lewat kembali.” Dilempar binatang itu hingga akhir
mati dan orang2 pun dapat melewati jalan itu lagi.
Kemudian dia datang kepada rahib dan
menceritakan apa yg terjadi. Mendengar itu rahib
berkata “Wahai anakku sekarang engkau lbh
utama daripadaku engkau telah mencapai
kedudukan sebagaimana yg kulihat dan nanti
engkau akan diuji. Jika engkau mendapatkan ujian
jangan sekali-kali menunjuk padaku.”
Pemuda itu pun dapat mengobati orang yg buta
sejak lahir orang yg berpenyakit sopak ataupun
segala penyakit. Hal itu didengar oleh seorang
pendamping raja yg buta. Dia pun mendatangi
pemuda itu dgn membawa banyak hadiah lalu
berkata “Semua yg di hadapanmu ini menjadi
milikmu kalau engkau bisa menyembuhkanku.” Si
pemuda menjawab “Aku tdk bisa
menyembuhkan seorang pun yg
menyembuhkan hanyalah Allah. Kalau engkau
beriman kepada Allah aku akan berdoa agar Allah
menyembuhkanmu.” Pendamping raja itu pun
beriman dan Allah pun menyembuhkannya.
Pendamping raja itu kembali duduk di sisi raja
sebagaimana biasanya. Sang raja berta “Siapa yg
menyembuhkan penglihatanmu?” “Rabbku”
jawab pendamping raja. “Apakah engkau punya
rabb selain aku?” ta raja lagi. “Rabbku dan
Rabbmu adl Allah” jawabnya.
Sang raja pun menangkap dan terus-menerus
menyiksa sampai akhir pendamping raja itu
menunjukkan si pemuda. Didatangkanlah
pemuda itu dan dia mengatakan “Sesungguh aku
tdk dapat menyembuhkan seorang pun yg
menyembuhkan hanyalah Allah.” Mendengar itu
raja segera menangkap dan terus-menerus
menyiksa sampai pemuda itu menunjukkan si
rahib. Didatangkan pula si rahib dan dikatakan
pada “Keluar dari agamamu!” Rahib itu menolak.
Raja meminta sebilah gergaji lalu digergajilah
tepat di tengah-tengah kepala rahib hingga
terbelah dua badannya. Kemudian didatangkan
pendamping raja dan dikatakan pula “Keluar dari
agamamu!” Akan tetapi dia menolak hingga
digergaji tepat di tengah kepala sampai terbelah
dua badannya.
Setelah itu didatangkan si pemuda dan dikatakan
juga pada “Keluar dari agamamu!” Dia pun
menolak hingga raja menyerahkan pada para
pengawal “Bawa dia naik ke gunung. Kalau kalian
telah sampai di puncak tawarkanlah kalau dia mau
keluar dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia!”
Mereka membawa pemuda itu naik ke gunung.
Pemuda itu berdoa “Ya Allah selamatkanlah aku
dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.”
Tiba-tiba gunung itu bergoncang dahsyat hingga
para pengawal itu berjatuhan dari atas gunung.
Pulanglah pemuda itu dgn berjalan kaki ke
hadapan raja. Raja pun berta heran “Apa yg
mereka lakukan?” Jawab pemuda itu “Allah
menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja kembali menyerahkan pada
pengawal “Bawalah dia dgn perahu hingga ke
tengah lautan lalu tawarkan kalau dia mau keluar
dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia ke
lautan.” Mereka pun membawa ke tengah lautan.
Pemuda itu lalu berdoa “Ya Allah selamatkan aku
dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.”
Tiba-tiba perahu itu terbalik hingga para pengawal
raja tenggelam. Pemuda itu pulang ke hadapan
raja dgn berjalan kaki. Raja berta lagi “Apa yg
mereka lakukan?” Pemuda itu menjawab “Allah
menyelamatkanku dari mereka.”
Pemuda itu berkata lagi “Sesungguh engkau tdk
akan dapat membunuhku sampai engkau
laksanakan saranku.” “Apa itu?” ta raja. “Engkau
kumpulkan manusia di sebuah tanah lapang dan
engkau salib aku pada sebatang pohon. Lalu
ambil sebuah anak panah dari tempat anak
panahku dan letakkan di busur. Kemudian
ucapkan ‘Dengan nama Allah Rabb pemuda ini’
lalu panahlah. Kalau engkau lakukan ini engkau
akan bisa membunuhku.”
Raja segera mengumpulkan manusia di suatu
tanah lapang dan menyalib pemuda itu pada
sebatang pohon. Lalu diambil anak panah dari
tempat kemudian diletakkan di busur sambil
berkata “Dengan nama Allah Rabb pemuda ini.”
Dilontarkan anak panah tepat mengenai dahi
pemuda itu. Pemuda itu pun meletakkan tangan
di dahi di tempat sasaran anak panah lalu
meninggal.
Menyaksikan hal itu manusia pun berkata “Kami
beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman
kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada
Rabb pemuda itu!”
Disampaikanlah kepada raja “Tidakkah engkau
melihat apa yg engkau khawatirkan? Demi Allah
sungguh telah terjadi apa yg engkau takutkan.
Manusia telah beriman.” mk raja memerintahkan
utk dibuat parit besar di tiap pintu kota dan
dinyalakan api di dalamnya. Raja berkata
“Barangsiapa yg tdk mau keluar dari agama
lempar dan bakar dia di dalamnya!” Perintah itu
pun segera dilaksanakan.
Suatu ketika datang seorang wanita membawa
anak yg masih kecil. Dia merasa bimbang utk
masuk ke dlm api. Tiba-tiba berucaplah sang anak
“ Bersabarlah wahai ibu sesungguh engkau di atas
kebenaran.”
Inilah di antara banyak kisah yg memberikan
gambaran tentang keadaan seorang mukmin yg
senantiasa bersandar kepada Allah utk
mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya.
Semogalah tuturan ini memberikan bekas
kebaikan yg tertanam dlm jiwa anak-anak.
Wallahu a ’lamu bish shawab.
tua kepada anak-anak adl upaya menumbuhkan
rasa optimis pada diri anak dlm menghadapi
kehidupan yg sarat dgn problema. Cara terbaik
utk mencapai hal tersebut adl dgn mengenalkan
pada anak akan pertolongan Allah yg diberikan
kepada tiap hamba-Nya yg beriman. Anak perlu
dipahamkan bahwa bila Allah telah memberikan
pertolongan-Nya mk permasalahan seberat
apapun akan bisa diselesaikan.
Anak dgn segala keunikan yg ada pada pribadi tdk
terlepas dari permasalahan baik berkenaan dgn
diri tempat belajar ataupun orang2 di
sekelilingnya. Begitu pun sisi berat ringan
permasalahan yg dihadapi berbeda-beda antara
satu anak dgn yg lainnya. tdk jarang dijumpai
dlm keseharian anak-anak yg begitu penakut
terhadap segala sesuatu yg tdk pantas
dikhawatirkan. Semua itu terkadang membuat
orang tua berkerut dahi dgn jalan apa kira
mengatasi hal-hal semacam ini?
Jika demikian tentu sang anak membutuhkan
bekal utk menghadapi tiap problema yg
dihadapinya. Dia membutuhkan bimbingan agar
senantiasa merasakan pengawasan Rabb-
meminta hanya kepada-Nya disertai keyakinan yg
kokoh terhadap ketetapan dan takdir-Nya.
Ketika itulah selayak orang tua melihat kembali
bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
menanamkan optimisme dan kebesaran jiwa
pada diri anak agar menghadapi gelombang
kehidupan ini dgn keberanian dan penuh harapan
hingga kelak mereka menjadi sesosok pribadi yg
bermanfaat bagi umat ini. Beliau pesankan kepada
putra paman Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu
‘anhuma:
ﻳَﺎ ﻏُﻼَﻡُ، ﺇِﻧِّﻲ ﺃُﻋَﻠِّﻤُﻚَ
ﻛَﻠِﻤَﺎﺕٍ. ﺍﺣْﻔَﻆِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺤْﻔَﻈْﻚَ،
ﺍِﺣْﻔَﻆِ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﺠِﺪْﻩُ ﺗُﺠَﺎﻫَﻚَ. ﺇِﺫَﺍ
ﺳَﺄَﻟْﺖَ ﻓَﺎﺳْﺄَﻝِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺇِﺫَﺍ
ﺍﺳْﺘَﻌَﻨْﺖَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ.
ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻷُﻣَّﺔَ ﻟَﻮِ
ﺍﺟْﺘَﻤَﻌَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻮﻙَ
ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻮﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ
ﻗَﺪْ ﻛَﺘَﺒَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻚَ ﻭَﺇِﻥِ
ﺍﺟْﺘَﻤَﻌُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻀُﺮُّﻭﻙَ
ﺑِﺸَﻴْﺊٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮُّﻭﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ
ﻗَﺪْ ﻛَﺘَﺒَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ. ﺭُﻓِﻌَﺖِ
ﺍﻷَﻗْﻼَﻡُ ﻭَﺟَﻔَّﺖِ ﺍﻟﺼُّﺤُﻒُ. ﺭَﻭَﺍﻩُ
ﺍﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱ ﻭَﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪِﻳْﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ
ﺻَﺤِﻴْﺢٌ.
ﻭَﻓِﻲ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔِ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱ:
ﺍﺣْﻔَﻆِ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﺠِﺪْﻩُ ﺃَﻣَﺎﻣَﻚَ.
ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ
ﻳَﻌْﺮِﻓْﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ. ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ
ﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﺃَﺧْﻄَﺄَﻙَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ
ﻟِﻴُﺼِﻴْﺒَﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ
ﻟِﻴُﺨْﻄِﺌَﻚَ. ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺼْﺮَ
ﻣَﻊَ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺃَﻥََّ ﺍﻟﻔَﺮَﺝَ ﻣَﻊَ
ﺍﻟﻜَﺮْﺏِ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“ Wahai anak sesungguh aku akan mengajarkan
kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah niscaya
Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya
engkau akan dapati Dia ada di hadapanmu.
Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah
dan apabila engkau memohon pertolongan
mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah
seandai seluruh umat ini berkumpul utk
memberikan manfaat kepadamu mereka tdk akan
dapat memberikan kecuali apa yg telah Allah
tetapkan bagimu. Dan seandai mereka berkumpul
utk menimpakan mudharat kepadamu mereka
tdk akan dapat menimpakan kecuali apa yg telah
Allah tetapkan menimpamu. Telah diangkat pena
dan telah kering lembaran-lembaran.” .1
Dan dlm riwayat selain At-Tirmidzi: “Jagalah Allah
niscaya engkau akan dapati Dia di hadapanmu.
Kenalilah Allah dlm keadaan lapang niscaya Dia
akan mengenalimu dlm keadaan susah.
Ketahuilah sesungguh apa yg ditetapkan luput
darimu tdk akan menimpamu dan apa yg
ditetapkan menimpamu tdk akan luput darimu.
Ketahuilah pertolongan itu berrsama kesabaran
kelapangan itu bersama kesusahan dan bersama
kesulitan itu ada kemudahan.”
Inilah kalimat yg agung dan mulia dari lisan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan
beliau mengatakan: Jagalah batasan-batasan dan
syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn
melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya juga dgn mempelajari agama-Nya
hingga engkau dapat menunaikan ibadah dan
muamalahmu. Jagalah semua itu niscaya Dia
akan menjaga agama keluarga harta maupun
dirimu krn Allah Subhanahu wa Ta’ala
memberikan balasan kepada orang2 yg berbuat
baik atas kebaikannya. Sementara balasan yg
paling penting adl penjagaan-Nya terhadap
agamamu serta menyelamatkan dirimu dari
kesesatan.
Sebalik seseorang yg menelantarkan agama Allah
Subhanahu wa Ta’ala mk Allah Subhanahu wa
Ta’ala pun akan menelantarkan diri dan dia tdk
berhak mendapatkan penjagaan dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:
ﻭَﻻَ ﺗَﻜُﻮْﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻧَﺴُﻮﺍ
ﺍﻟﻠﻪَ ﻓَﺄَﻧْﺴَﺎﻫُﻢْ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ
ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘُﻮْﻥَ
“ Dan janganlah kalian seperti orang2 yg
melupakan Allah sehingga Allah jadikan mereka
lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah
orang2 yg fasik.”
Pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini
juga memberikan pelajaran pada seorang anak
utk meminta ataupun memohon pertolongan
hanya kepada Allah semata tdk meminta kepada
makhluk. Karena Dialah yg memiliki kerajaan
langit dan bumi. Namun tdk terlarang utk
meminta pertolongan kepada makhluk pada hal-
hal yg mampu dia lakukan. Kalaupun dia harus
meminta sesuatu atau mencari pertolongan
kepada makhluk mk sesungguh makhluk itu
hanyalah sebab dan Allahlah yg menciptakan
sebab hingga kepada-Nyalah harus bersandar.
Demikian pula segala kebaikan yg diberikan dan
bahaya yg ditimpakan oleh makhluk semua telah
ditetapkan oleh Allah. Namun bukan berarti
seseorang tdk diperkenankan utk menolak bahaya
dari diri krn Allah Subhanahu wa Ta ’ala berfirman:
ﻭَﺟَﺰَﺍﺀُ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﺳَﻴِّﺌَﺔٌ ﻣِﺜْﻠُﻬَﺎ
“ Dan balasan kejelekan itu adl kejelekan yg
semisal.”
Oleh krn itu seorang hamba harus
menggantungkan harapan kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan tdk berpaling sedikit
pun kepada makhluk krn makhluk tdk memiliki
kekuasaan sedikit pun utk memberi manfaat
maupun menimpakan bahaya.
Begitu pun nasihat ini berisi anjuran utk
menunaikan hak Allah di saat lapang sehat dan
berkecukupan niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala
akan mengenali ketika berada dlm kesusahan
hingga Dia ringankan penderitaan menolong dan
menghilangkan kesusahan itu.
Ditemui pula pengajaran pada sang anak bahwa
apa pun yg ditetapkan akan menimpa tdk akan
dapat ditolak. Dan apa pun yg tdk ditetapkan tdk
akan bisa diraih krn Allah telah menetapkan
semua itu.
Di dlm nasihat ini juga terdapat anjuran agar
bersabar utk memperoleh pertolongan.
Kesabaran ini mencakup sabar utk taat kepada
Allah sabar dlm menjauhi maksiat kepada Allah
dan sabar di atas ketetapan Allah yg
‘menyakitkan’ . Inilah kabar gembira bagi orang
yg bersabar krn pertolongan akan mengiringi
kesabaran. Inilah kabar gembira bahwa
kelapangan itu mengiringi kesusahan. Hendak
pula ketika ditimpa kesulitan seorang hamba
bersandar diri kepada Allah dgn menanti-nantikan
kemudahan dari Allah serta membenarkan janji
Allah krn Allah telah mengatakan di dlm Kitab-Nya
yg mulia:
ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ. ﺇِﻥَّ
ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“ Maka sesungguh bersama kesulitan itu ada
kemudahan. Sesungguh bersama kesulitan itu
ada kemudahan.” (Dirangkum dari Syarh Al-
Arba’in An-Nawawiyyah Asy-Syaikh Ibnu
‘Utsaimin rahimahullah2)
Di waktu yg lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam memberikan nasihat yg diriwayatkan oleh
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟﻘَﻮِﻱ ﺧَﻴْْﺮٌ ﻭَﺃَﺣَﺐُّ
ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦِِ ﺍﻟﻀَﻌِﻴْﻒِ.
ﻭَﻓِﻲ ﻛُﻞٍّ ﺧَﻴْﺮٌ. ﺍِﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ
ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻻَ
ﺗَﻌْﺠِﺰْ. ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻼَ
ﺗَﻘُﻞْ: ﻟَﻮْ ﺃَﻧِّﻲ ﻓَﻌَﻠْﺖُ ﻛَﺎﻥَ ﻛَﺬَﺍ
ﻭَﻛَﺬَﺍ. ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ: ﻗَﺪَﺭُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻞَ. ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻮْ ﺗَﻔْﺘَﺢُ
ﻋَﻤَﻞَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
“ Seorang mukmin yg kuat lbh baik dan lbh
dicintai oleh Allah daripada mukmin yg lemah dan
pada masing-masing dari kedua ada kebaikan.
Bersemangatlah utk melakukan apa yg
bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan
kepada Allah serta jangan merasa lemah. Apabila
engkau ditimpa sesuatu janganlah mengatakan
‘Seandai aku dulu melakukan begini dan begini’
namun katakanlah ‘Ini adl takdir Allah dan apa pun
yg Allah kehendaki pasti Allah lakukan’ krn ucapan
‘seandainya’ itu membuka amalan setan.”
Yang dimaksud dgn kuat dlm ucapan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adl jiwa yg kokoh
dan bersemangat terhadap perkara akhirat.
Sehingga orang yg seperti ini menjadi orang yg
paling pemberani terhadap musuh paling cepat
bertolak ke medan jihad paling teguh dlm
memerintahkan orang lain pada kebaikan dan
mencegah dari kemungkaran dan bersabar dlm
menempuh semua itu serta tabah dlm
menempuh kesusahan krn mengharap Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Dia pun menjadi orang yg
paling senang menunaikan shalat puasa dzikir
maupun seluruh ibadah bersemangat pula utk
menjalankan dan menjaganya. Akan tetapi baik
orang yg kuat maupun orang yg lemah memiliki
kebaikan krn mereka sama-sama beriman juga
krn ibadah yg dilakukan oleh orang yg lemah itu.
Dianjurkan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam utk bersemangat dlm berbuat ketaatan
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
menginginkan apa yg ada di sisi-Nya serta
memohon pertolongan kepada-Nya utk
mendapatkan itu semua. Hendak seorang hamba
tdk merasa lemah dan malas utk mencari amalan
ketaatan dan memohon pertolongan dari-Nya.
Inilah yg semesti tergambar dlm sosok pribadi
seorang anak. tdk ada salah bila suatu ketika
orang tua menuturkan kisah-kisah dari Al-Qur’an
dan As-Sunnah tentang perjalanan hidup orang2
yg Allah Subhanahu wa Ta’ala beri kemuliaan yg
sarat dgn optimisme dan keyakinan kepada Rabb-
nya. Karena anak senang dgn cerita dan biasa
berbekas dlm jiwanya. Salah satu dituturkan oleh
Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu3 dari apa yg
disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam:
Dulu hidup seorang raja yg memiliki seorang
tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu telah
menua ia berkata kepada sang raja “Sesungguh
aku ini telah tua mk utuslah padaku seorang
pemuda yg dapat kuajari sihir.” Lalu raja pun
mengirim seorang pemuda utk diajari sihir. Di
tengah jalan yg biasa dilalui pemuda itu menuju
tukang sihir ada seorang rahib. Pemuda itu
singgah duduk dan mendengarkan ucapan sang
rahib. Dia pun merasa takjub. mk demikianlah bila
dia mendatangi tukang sihir dia melewati rahib
lalu duduk di hadapannya. Bila tiba di hadapan
tukang sihir tukang sihir itu pun memukulnya. Dia
adukan hal itu kepada rahib. Si rahib menjawab
“Kalau engkau khawatir terhadap tukang sihir
katakan pada ‘Keluargaku menahanku’ dan kalau
engkau khawatir terhadap keluargamu katakan
‘Tukang sihir menahanku’.”
Demikian terus berlangsung sampai suatu saat
muncul seekor binatang besar yg menghalangi
jalan manusia. Pemuda itu berkata “Pada hari ini
aku akan mengetahui apakah tukang sihir yg lbh
utama ataukah rahib.” Lalu diambil sebuah batu
sambil berkata “Ya Allah bila ajaran rahib lbh
Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir
matikanlah binatang ini hingga manusia dapat
lewat kembali.” Dilempar binatang itu hingga akhir
mati dan orang2 pun dapat melewati jalan itu lagi.
Kemudian dia datang kepada rahib dan
menceritakan apa yg terjadi. Mendengar itu rahib
berkata “Wahai anakku sekarang engkau lbh
utama daripadaku engkau telah mencapai
kedudukan sebagaimana yg kulihat dan nanti
engkau akan diuji. Jika engkau mendapatkan ujian
jangan sekali-kali menunjuk padaku.”
Pemuda itu pun dapat mengobati orang yg buta
sejak lahir orang yg berpenyakit sopak ataupun
segala penyakit. Hal itu didengar oleh seorang
pendamping raja yg buta. Dia pun mendatangi
pemuda itu dgn membawa banyak hadiah lalu
berkata “Semua yg di hadapanmu ini menjadi
milikmu kalau engkau bisa menyembuhkanku.” Si
pemuda menjawab “Aku tdk bisa
menyembuhkan seorang pun yg
menyembuhkan hanyalah Allah. Kalau engkau
beriman kepada Allah aku akan berdoa agar Allah
menyembuhkanmu.” Pendamping raja itu pun
beriman dan Allah pun menyembuhkannya.
Pendamping raja itu kembali duduk di sisi raja
sebagaimana biasanya. Sang raja berta “Siapa yg
menyembuhkan penglihatanmu?” “Rabbku”
jawab pendamping raja. “Apakah engkau punya
rabb selain aku?” ta raja lagi. “Rabbku dan
Rabbmu adl Allah” jawabnya.
Sang raja pun menangkap dan terus-menerus
menyiksa sampai akhir pendamping raja itu
menunjukkan si pemuda. Didatangkanlah
pemuda itu dan dia mengatakan “Sesungguh aku
tdk dapat menyembuhkan seorang pun yg
menyembuhkan hanyalah Allah.” Mendengar itu
raja segera menangkap dan terus-menerus
menyiksa sampai pemuda itu menunjukkan si
rahib. Didatangkan pula si rahib dan dikatakan
pada “Keluar dari agamamu!” Rahib itu menolak.
Raja meminta sebilah gergaji lalu digergajilah
tepat di tengah-tengah kepala rahib hingga
terbelah dua badannya. Kemudian didatangkan
pendamping raja dan dikatakan pula “Keluar dari
agamamu!” Akan tetapi dia menolak hingga
digergaji tepat di tengah kepala sampai terbelah
dua badannya.
Setelah itu didatangkan si pemuda dan dikatakan
juga pada “Keluar dari agamamu!” Dia pun
menolak hingga raja menyerahkan pada para
pengawal “Bawa dia naik ke gunung. Kalau kalian
telah sampai di puncak tawarkanlah kalau dia mau
keluar dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia!”
Mereka membawa pemuda itu naik ke gunung.
Pemuda itu berdoa “Ya Allah selamatkanlah aku
dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.”
Tiba-tiba gunung itu bergoncang dahsyat hingga
para pengawal itu berjatuhan dari atas gunung.
Pulanglah pemuda itu dgn berjalan kaki ke
hadapan raja. Raja pun berta heran “Apa yg
mereka lakukan?” Jawab pemuda itu “Allah
menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja kembali menyerahkan pada
pengawal “Bawalah dia dgn perahu hingga ke
tengah lautan lalu tawarkan kalau dia mau keluar
dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia ke
lautan.” Mereka pun membawa ke tengah lautan.
Pemuda itu lalu berdoa “Ya Allah selamatkan aku
dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.”
Tiba-tiba perahu itu terbalik hingga para pengawal
raja tenggelam. Pemuda itu pulang ke hadapan
raja dgn berjalan kaki. Raja berta lagi “Apa yg
mereka lakukan?” Pemuda itu menjawab “Allah
menyelamatkanku dari mereka.”
Pemuda itu berkata lagi “Sesungguh engkau tdk
akan dapat membunuhku sampai engkau
laksanakan saranku.” “Apa itu?” ta raja. “Engkau
kumpulkan manusia di sebuah tanah lapang dan
engkau salib aku pada sebatang pohon. Lalu
ambil sebuah anak panah dari tempat anak
panahku dan letakkan di busur. Kemudian
ucapkan ‘Dengan nama Allah Rabb pemuda ini’
lalu panahlah. Kalau engkau lakukan ini engkau
akan bisa membunuhku.”
Raja segera mengumpulkan manusia di suatu
tanah lapang dan menyalib pemuda itu pada
sebatang pohon. Lalu diambil anak panah dari
tempat kemudian diletakkan di busur sambil
berkata “Dengan nama Allah Rabb pemuda ini.”
Dilontarkan anak panah tepat mengenai dahi
pemuda itu. Pemuda itu pun meletakkan tangan
di dahi di tempat sasaran anak panah lalu
meninggal.
Menyaksikan hal itu manusia pun berkata “Kami
beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman
kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada
Rabb pemuda itu!”
Disampaikanlah kepada raja “Tidakkah engkau
melihat apa yg engkau khawatirkan? Demi Allah
sungguh telah terjadi apa yg engkau takutkan.
Manusia telah beriman.” mk raja memerintahkan
utk dibuat parit besar di tiap pintu kota dan
dinyalakan api di dalamnya. Raja berkata
“Barangsiapa yg tdk mau keluar dari agama
lempar dan bakar dia di dalamnya!” Perintah itu
pun segera dilaksanakan.
Suatu ketika datang seorang wanita membawa
anak yg masih kecil. Dia merasa bimbang utk
masuk ke dlm api. Tiba-tiba berucaplah sang anak
“ Bersabarlah wahai ibu sesungguh engkau di atas
kebenaran.”
Inilah di antara banyak kisah yg memberikan
gambaran tentang keadaan seorang mukmin yg
senantiasa bersandar kepada Allah utk
mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya.
Semogalah tuturan ini memberikan bekas
kebaikan yg tertanam dlm jiwa anak-anak.
Wallahu a ’lamu bish shawab.
Subscribe to:
Comments (Atom)