aku tak jujur...
aku dusta...
aku hina...
aku tak berguna...
aku tak tau diri...
aku pecundang...
aku pengecut...
aku egois,aku tak punya perasaan.
apa yang bisa aku katakan???
maafpun tak pantas aku ucapkan
lalu apa???
ya allah berilah aku petunjukmu...
sebanyak air mata ini aku jatuhkan
tetap tak sanggup untukku memadamkan
kekecewaannya karenaku.
ya allah.....ampunilah aku
bila dia harus pergi dariku
tetapkanlah kebahagiaan untuknya
lindungi dia ya allah.....
jauhkan dia dari orang sepertiku
yang tak pantas bersanding dengannya.
atas nama cinta yang telah kau anugrahkan
padaku
tetapkanlah cinta ini yang hanya padanya.
izinkan hamba untuk menjaganya di hatiku
jadikan dia hanyalah satu-satunya di hatiku ya
allah
walau dia telah pergi.
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS at-Taubah /9: 105).
Tuesday, 19 October 2010
Wednesday, 13 October 2010
tuk ultah kekasih hati
Adakah Kilau Rembulan
Yang Mengapung indah di beranda
matamu
adalah sebuah ruang renung untuk
memahami lebih dalam
setiap desir luka, serpih tawa, isak
tangis, jerit rindu dan keping
kecewa
yang memantul pelan dari dinding
hatimu?
Kenangan yang telah dipahat rapi
di sepanjang jejak waktu
tak ubahnya seperti gugusan awan
bersama selarik bianglala
yang berbaris sepanjang garis
cahaya mentari
serta kepak camar riang
membelah langit
Harapku, semoga, langkah pasti
yang kau tapak kedepan
memberi makna di taman jiwa
bersama selaksa kembang dan
kepak kupu-kupu bersayap
cemerlang
pada setiap dentang usia
seraya melukis potongan kisahnya
di kanvas batin
dan kilau rembulan di beranda
matamu
yang membasuh perih, melerai
gulita
senantiasa hadir dan mengalir
tanpa henti
di sepanjang selasar hidupmu
Yang Mengapung indah di beranda
matamu
adalah sebuah ruang renung untuk
memahami lebih dalam
setiap desir luka, serpih tawa, isak
tangis, jerit rindu dan keping
kecewa
yang memantul pelan dari dinding
hatimu?
Kenangan yang telah dipahat rapi
di sepanjang jejak waktu
tak ubahnya seperti gugusan awan
bersama selarik bianglala
yang berbaris sepanjang garis
cahaya mentari
serta kepak camar riang
membelah langit
Harapku, semoga, langkah pasti
yang kau tapak kedepan
memberi makna di taman jiwa
bersama selaksa kembang dan
kepak kupu-kupu bersayap
cemerlang
pada setiap dentang usia
seraya melukis potongan kisahnya
di kanvas batin
dan kilau rembulan di beranda
matamu
yang membasuh perih, melerai
gulita
senantiasa hadir dan mengalir
tanpa henti
di sepanjang selasar hidupmu
Subscribe to:
Comments (Atom)