Penyebab Anak Idiot
Istilah idiot sebenarnya sudah tidak dipakai di
dunia medis untuk menyebut anak-anak yang
memiliki kelambanan menangkap respons baik
secara motorik, kognitif, sosial dan bahasa. Apa
yang menjadi penyebab keterbelakangan mental
atau retardasi mental itu?
Meski intelligence quotient (IQ) bukan satu-
satunya cara untuk mengukur anak ‘idiot’ tapi
kebanyakan anak dengan kondisi itu memiliki
tingkat kecerdasan di bawah normal.
Standar IQ yang normal menurut skala Stanford-
Binet adalah di kisaran 85-115. Hanya 1 persen
saja populasi di dunia yang memiliki tingkat IQ di
atas 135. Separuh (50%) populasi di dunia
memiliki IQ rata-rata di kisaran 90-110, sebesar
25% memiliki IQ di atas rata-rata itu dan 25%
populasi di dunia memiliki IQ di bawahnya.
Orang yang ber-IQ rendah di bawah 70 dan sulit
berkomunikasi dengan orang lain yang biasanya
disebut ‘idiot’ atau keterbelakangan mental.
Orang-orang seperti ini memiliki kepribadian yang
unik namun dalam kehidupan sosial sering
menjadi olok-olokan di masyarakat.
Seperti dilansir dari keepkidshealthy, Selasa
(16/3/2010), ‘idiot’ diklasifikasikan menurut
besarnya IQ, yaitu:
1. Ringan
Nilai IQ antara 55-69. Sekitar 85 persen anak
‘ idiot’ berada di kisaran ini, dan tergolong yang
berpendidikan. Anak-anak tersebut dapat belajar
membaca dan menulis hingga kelas 4 atau 5.
Mereka relatif hidup mandiri dan bisa bekerja
dengan pelatihan khusus.
2. Sedang
Nilai IQ antara 40-54. Sekitar 10 persen anak ‘idiot’
masuk klasifikasi ini, juga tergolong yang dapat
dilatih. Anak-anak ini mungkin memiliki potensi
akademik di TK atau kelas 1. Memiliki kemampuan
terbatas untuk membaca dan biasanya
membutuhkan dukungan dan pengawasan
sehari-hari dalam kegiatan hidup, dan bisa bekerja
dengan pelatihan khusus.
3. Parah
Nilai IQ antara 25-39. Sekitar 5 persen anak ‘idiot’
masuk klasifikasi ini. Anak-anak dengan tingkat ini
tampaknya tidak akan mampu belajar membaca
dan menulis, tetapi mungkin bisa ke toilet sendiri
dengan dilatih dan berpakaian dengan dibantu.
Mereka biasanya membutuhkan pengawasan dan
dukungan total untuk kegiatan kehidupan sehari-
hari.
4. Mendalam
Nilai IQ di bawah 24, dan kurang dari 1 persen
anak ‘idiot’ yang berada di klasifikasi ini.
Namun sebuah sistem klasifikasi lebih baru
dikembangkan pada tahun 1992 yang tidak
didasarkan pada nilai IQ. Pengelompokkan anak
keterbelakangan mental didasarkan pada jumlah
dukungan dan pengawasan terhadap kebutuhan
individu yaitu intermittent, limited, extensive dan
pervasive.
Ada banyak hal yang menjadi pemicu anak
mengalami ‘idiot’. Biasanya dikelompokkan
menjadi:
1. Prenatal (sebelum lahir)
Disebabkan oleh:
- Kelainan kromosom, termasuk sindrom Fragile
X
- Cacat gen
- Terkena racun atau infeksi selama kehamilan
2. Perinatal
Disebabkan oleh:
- Lahir prematur
- Komplikasi infeksi
3. Postnatal (setelah lahir)
Disebabkan oleh:
- Infeksi
- Keracunan
- Gangguan metabolisme
- Trauma kepala
Lebih dari setengah anak ‘idiot’ ringan tidak dapat
diidentifikasi penyebabnya, tetapi ‘idiot’ berat jauh
lebih mungkin ditemukan penyebabnya, dengan
kemungkinan sekitar 75 persen. Tes untuk
mengidentifikasikan penyebab ‘idiot’ tergantung
pada kondisi di penderita.
Pengujian biasanya terbatas pada analisa
kromosom untuk Down Sindrom atau sindrom
Fragile X. Atau lebih dalam lagi dapat dilakukan
pengujian dengan MRI otak. Pengujian akan
meliputi tes psikologis untuk mengevaluasi tingkat
IQ dan fungsinya.
Penyebab umum ‘idiot’, meliputi:
1. Down syndrome
Merupakan penyebab yang paling umum dari
‘ idiot’ sedang hingga parah.
2. Fragile X syndrome
Ini merupakan penyebab paling umum dari ‘idiot’.
3. Rett syndrome
Sindrom ini hanya berpengaruh pada
perempuan.
Gejala anak yang mengalami idiot dapat sangat
bervariasi, tergantung pada penyebab dan
beratnya. Secara umum, kebanyakan tanpa bukti
fisik seperti bayi dengan Down sindrom yang
diduga menderita ‘idiot’ ketika mereka tidak
memenuhi tahap perkembangan sesuai dengan
usianya. Beberapa anak dengan ‘idiot’ ringan tidak
teridentifikasi sampai mereka mulai bersekolah.
Pengobatannya tergantung pada penyebab tetapi
secara umum tidak ada obat untuk ‘idiot’.
Perawatan hanya dimaksudkan untuk
mengajarkan keterampilan yang diperlukan untuk
memaksimalkan bagaimana mereka dapat
mandiri.
Anak-anak yang mengalami keterbelakangan
mental mungkin memiliki kondisi lainnya juga
seperti autisme, ADHD (Attention-Deficit
Hyperactivity Disorder), gangguan kecemasan,
depresi, obcessive compulsive disorder, cerebral
palsy, epilepsi, hyrocephalus, dan spina bifida,
dan masalah tingkah laku. Jika ada, kondisi-
kondisi tersebut harus ditanggapi secara baik.
Masa-masa mengandung ibu hamil dan
konsumsi makanan bergizi bisa mencegah
lahirnya anak keterbelakangan mental. Anak-anak
dalam kondisi seperti ini banyak yang bisa
melewati hidupnya dengan baik karena memiliki
keterampilan yang cukup yang bisa didapat dari
sekolah-sekolah khusus
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS at-Taubah /9: 105).
Tuesday, 8 March 2011
Monday, 7 March 2011
rizki di tangan allah swt.
subhanallah... jika allah sudah berkenan
memberikan rizki kepada saya...., saya mah tidur
aja di rumah..., atas izin allah, rezeki akan
didatangkan oleh allah ke tempat tidur saya (tanpa
ada yang dapat menahannya).... tetapi, jika allah
tidak berkenan untuk memberikan rizki kepada
saya...., saya banting tulang siang dan malam,
kerja keras tanpa kenal lelah secara abis-abisan,
maka tidak akan datang tuh rizki kepada saya (dan
tidak ada yang dapat membantu sesuatu apapun
kepada saya).....
emang siapa yg berani menentang mau-Nya
allah??? andai kata seluruh jin, seluruh manusia
dan seluruh malaikat bersekutu dan bersatu padu
untuk menentang mau nya allah, niscaya remeh
dihadapan allah...!!! (sungguh inilah tauhid yang
benar...).
apa yang disebut ikhtiar bagi kebanyakan orang
ialah "bekerja keras sekuat tenaga dan maksimal
berusaha untuk mencari dunia" tapi ikhtiar
menurut saya ialah "menuruti mau-Nya allah
sehingga allah menjadikan dunia sebagai budak
saya, sebagai fasilitas yang allah sediakan untuk
saya, agar mempermudah saya untuk beribadah
kepada allah"
kebanyakan orang berbicara bahwa "mencari
rizki" adalah ibadah..., tetapi setelah saya lihat...,
kebanyakan orang kok lupa yah dengan sholat
ketika mencari rizki..., asyik dengan mencari rizki
sampai-sampai tidak mendegar atau malah pura-
pura tidak mendengar jika allah memanggil
(adzan)..., mencari rizki tidak didahulukan dengan
menyebut nama allah (bismillah) terlebih
dahulu.... mencari rizki tetapi kok lupa dengan
yang memberi rizki (yaitu allah), apakah cara-cara
seperti ini masih pantas jika ia menyebut
"mencari rizki itu adalah ibadah???". wah saya kira
nggak deh.... (ini menurut saya loh.... he2, maap
yah klo ada yg beda...)
kalau saya ditanya..., atau temen-temen saya
tanya semua, kaya gini : "rizki ditangan siapa ???"
mesti jawabannya sama semua dan serentak
pula.... iya bener jawabannya adalah "allah"...,
rizki itu ditangan allah. (kita sudah sama-sama
sepakat bahwa rizki itu ditangan allah dan
datangnya dari allah bukan yang lain, bukan selain
allah)
kalau memang jawaban itu adalah jawaban yang
benar-benar datangnya dari pengetahuan, iman
dan kejujuran..., mestinya tidak ada yang berani
nyolong, tidak ada yang berani nipu, tidak ada
yang berani tidak jujur. selain tidak berani, juga
tidak merasa perlu. kenapa?? kan... rizki
datengnya dari allah kenapa juga mesti begitu-
begitu amat nyari rizki...,??, kan tinggal
mendekatkan diri kepada allah aja (kepada yang
maha memiliki dan yang maha membagi-bagikan
rizki) maka terbukalah rizki itu, karena allah sendiri
yang nyuruh kita untuk meminta kepada allah
tidak kepada yang lain (tidak kepada selain allah)...
tetapi pada kenyataannya?? saya tidak percaya
bahwa rizki itu dari allah. sehingga masih mencari
lewat jalan-jalan yang bukan jalan-Nya, dan
masih mencari dengan cara-cara yang bukan
dengan cara-Nya.
saya dan sebagian yang menjawab bahwa rizki
itu dari allah, pun kurang meyakinkan bila dilihat
dari bidahnya. ngakunya, iya. bahwa semua juga
mengaku bahwa rizki itu dari allah.... pertanyaan
selanjutnya, kalau memang tahu dan sadar rizki
itu dari allah, kenapa lalu meninggalkan allah??
melupakan allah?? melalaikan allah??, atau
minimal, mengapa tidak terlalu mengistimewakan
allah??? duh aneh.... padahal sudah saling sepakat
bahwa allah lah yang menguasai rizki dan yang
mengatur rizki dan yang membagi-bagikan rizki
kepada seluruh makhluk (inget yah seluruh
makhluk)...
contoh : ketika allah memanggil (adzan
berkumandang), tanda yang maha memberi rizki
memanggil. apa yang terjadi?? saya, kita, dan
temen-temen semua seperti tidak mengenal rizki
yang saya, kita dan temen-temen semua makan
datang nya dari allah. cuek aja..., tidak bergegas,
tidak takut akan tidak dibagi rizki oleh allah.... allah
manggil (adzan) yah biasa aja (pikiran yang
sangat konyol dalam diri saya ialah.... "ah baru
adzan ini blm qomat".... yang lebih konyol lagi
"ah... sholatkan bisa tiap hari.... ini kerjaan lg
nanggung nih, besok2 gak bisa..."...
subhanallah... allah karim... otak saya memang
tumpul, sudah puluhan ribu tahun gak diasah
sehingga karatan 25 kilometer sepertinya....!!)
beda sekali jiga yang memanggil itu boss saya...,
begitu dipanggil.., detik itu juga meluncur datang
ke mejanya, keruangannya. takut sekali jika tidak
memenuhi panggilannya, takut begini..., takut
begitu... (subhanallah.... ancurr.... ancurr....!!!,
saya memang ancur...)
saya yang sudah janjian meeting dengan
pimpinan, akan takut sekali tidak tepat waktu, apa
lagi sampai telat. masuk bareng dengan pimpinan
saja, rasanya sungkan. kepala divisi saya, kepala
bagian saya, sebagian BOD saya, akan
menyarankan kepada saya, kalau bisa sudah
hadir 15 menit sebelum rapat dimulai. supaya
jangan kedahuluan sama yang punya
perusahaan, jangan sampai keduluan sama
dirut.....
bagaimana dengan allah?? katanya rizki itu dari
allah??? katanya yakin bahwa bisa bekerja dan
berusaha karena allah. bahkan lebih jauh lagi,
saya menyadari dan tahu bahwa hidup ini pun
sejatinya pemberian allah. lengkap dengan segala
apa yang menjadi fasilitas hidup ini. tetapi sama
allah gak ada pengistimewaannya....
(subhanallah.....)
sama allah sebenernya saya ini sudah janjian...,
janjian apa?? janjian sholat minimal... sebagai
seorang hamba allah, saya tahu betul akan jadwal
sholat... itulah jadwal janjian saya dengan allah...,
tetapi saya malah menghindar, bukan malah
harusnya tambah kangen.., setelah subuhan
kangen waktu duha, setelah duha kangen dengan
waktu zuhur, setelah zuhur kangen dengan
ashar, setelah ashar kangen dengan waktu
maghrib, setelah maghriban kangen dengan
waktu isya, setelah isya kangen dengan waktu
tahajjud, setelah tahajjudan tidak pengen melepas
tahajjud kecuali menyertakan dengan witir, baca
al-qur'an dan beristighfar..... (subhanallah.... allah
karim.....)
saya rindu allah, sebab di waktu-waktu itulah
kebersamaan saya dengan allah..., bener sih
setiap saat allah bersama saya... tapi kalau di
waktu-waktu prime time saya tidak bisa
mengistimewakan allah, apa iya saya bisa merasa
bisa bersama allah terus??
orang yang butuh modal akan melakukan apa
saja agar permohonan modalnya itu
dikabulkan.... sedangkan allah?? allah sudah
memberi tanpa saya minta, tapi kemudian saya
berjalan seakan-akan saya tidak mengenal allah....
tinggal bersyukur doang, ternyata saya tidak
mampu.... subhanallah... allah karim.... saya
mohon ampun,, beribu ribu ampun ya allah.... ya
rozzaq
--------------------------
------
oke seperti biasa... untuk temen2 semua jika
tulisan ini bermanfaat, yang mau share saya
persilahkahkan share....!! asal dengan satu syarat
yah.... saya minta do'anya dari temen2....... saya
tunggu doanya dari temen2 semua yah.... terima
kasih. assalamu'alaikum wrwb.....
memberikan rizki kepada saya...., saya mah tidur
aja di rumah..., atas izin allah, rezeki akan
didatangkan oleh allah ke tempat tidur saya (tanpa
ada yang dapat menahannya).... tetapi, jika allah
tidak berkenan untuk memberikan rizki kepada
saya...., saya banting tulang siang dan malam,
kerja keras tanpa kenal lelah secara abis-abisan,
maka tidak akan datang tuh rizki kepada saya (dan
tidak ada yang dapat membantu sesuatu apapun
kepada saya).....
emang siapa yg berani menentang mau-Nya
allah??? andai kata seluruh jin, seluruh manusia
dan seluruh malaikat bersekutu dan bersatu padu
untuk menentang mau nya allah, niscaya remeh
dihadapan allah...!!! (sungguh inilah tauhid yang
benar...).
apa yang disebut ikhtiar bagi kebanyakan orang
ialah "bekerja keras sekuat tenaga dan maksimal
berusaha untuk mencari dunia" tapi ikhtiar
menurut saya ialah "menuruti mau-Nya allah
sehingga allah menjadikan dunia sebagai budak
saya, sebagai fasilitas yang allah sediakan untuk
saya, agar mempermudah saya untuk beribadah
kepada allah"
kebanyakan orang berbicara bahwa "mencari
rizki" adalah ibadah..., tetapi setelah saya lihat...,
kebanyakan orang kok lupa yah dengan sholat
ketika mencari rizki..., asyik dengan mencari rizki
sampai-sampai tidak mendegar atau malah pura-
pura tidak mendengar jika allah memanggil
(adzan)..., mencari rizki tidak didahulukan dengan
menyebut nama allah (bismillah) terlebih
dahulu.... mencari rizki tetapi kok lupa dengan
yang memberi rizki (yaitu allah), apakah cara-cara
seperti ini masih pantas jika ia menyebut
"mencari rizki itu adalah ibadah???". wah saya kira
nggak deh.... (ini menurut saya loh.... he2, maap
yah klo ada yg beda...)
kalau saya ditanya..., atau temen-temen saya
tanya semua, kaya gini : "rizki ditangan siapa ???"
mesti jawabannya sama semua dan serentak
pula.... iya bener jawabannya adalah "allah"...,
rizki itu ditangan allah. (kita sudah sama-sama
sepakat bahwa rizki itu ditangan allah dan
datangnya dari allah bukan yang lain, bukan selain
allah)
kalau memang jawaban itu adalah jawaban yang
benar-benar datangnya dari pengetahuan, iman
dan kejujuran..., mestinya tidak ada yang berani
nyolong, tidak ada yang berani nipu, tidak ada
yang berani tidak jujur. selain tidak berani, juga
tidak merasa perlu. kenapa?? kan... rizki
datengnya dari allah kenapa juga mesti begitu-
begitu amat nyari rizki...,??, kan tinggal
mendekatkan diri kepada allah aja (kepada yang
maha memiliki dan yang maha membagi-bagikan
rizki) maka terbukalah rizki itu, karena allah sendiri
yang nyuruh kita untuk meminta kepada allah
tidak kepada yang lain (tidak kepada selain allah)...
tetapi pada kenyataannya?? saya tidak percaya
bahwa rizki itu dari allah. sehingga masih mencari
lewat jalan-jalan yang bukan jalan-Nya, dan
masih mencari dengan cara-cara yang bukan
dengan cara-Nya.
saya dan sebagian yang menjawab bahwa rizki
itu dari allah, pun kurang meyakinkan bila dilihat
dari bidahnya. ngakunya, iya. bahwa semua juga
mengaku bahwa rizki itu dari allah.... pertanyaan
selanjutnya, kalau memang tahu dan sadar rizki
itu dari allah, kenapa lalu meninggalkan allah??
melupakan allah?? melalaikan allah??, atau
minimal, mengapa tidak terlalu mengistimewakan
allah??? duh aneh.... padahal sudah saling sepakat
bahwa allah lah yang menguasai rizki dan yang
mengatur rizki dan yang membagi-bagikan rizki
kepada seluruh makhluk (inget yah seluruh
makhluk)...
contoh : ketika allah memanggil (adzan
berkumandang), tanda yang maha memberi rizki
memanggil. apa yang terjadi?? saya, kita, dan
temen-temen semua seperti tidak mengenal rizki
yang saya, kita dan temen-temen semua makan
datang nya dari allah. cuek aja..., tidak bergegas,
tidak takut akan tidak dibagi rizki oleh allah.... allah
manggil (adzan) yah biasa aja (pikiran yang
sangat konyol dalam diri saya ialah.... "ah baru
adzan ini blm qomat".... yang lebih konyol lagi
"ah... sholatkan bisa tiap hari.... ini kerjaan lg
nanggung nih, besok2 gak bisa..."...
subhanallah... allah karim... otak saya memang
tumpul, sudah puluhan ribu tahun gak diasah
sehingga karatan 25 kilometer sepertinya....!!)
beda sekali jiga yang memanggil itu boss saya...,
begitu dipanggil.., detik itu juga meluncur datang
ke mejanya, keruangannya. takut sekali jika tidak
memenuhi panggilannya, takut begini..., takut
begitu... (subhanallah.... ancurr.... ancurr....!!!,
saya memang ancur...)
saya yang sudah janjian meeting dengan
pimpinan, akan takut sekali tidak tepat waktu, apa
lagi sampai telat. masuk bareng dengan pimpinan
saja, rasanya sungkan. kepala divisi saya, kepala
bagian saya, sebagian BOD saya, akan
menyarankan kepada saya, kalau bisa sudah
hadir 15 menit sebelum rapat dimulai. supaya
jangan kedahuluan sama yang punya
perusahaan, jangan sampai keduluan sama
dirut.....
bagaimana dengan allah?? katanya rizki itu dari
allah??? katanya yakin bahwa bisa bekerja dan
berusaha karena allah. bahkan lebih jauh lagi,
saya menyadari dan tahu bahwa hidup ini pun
sejatinya pemberian allah. lengkap dengan segala
apa yang menjadi fasilitas hidup ini. tetapi sama
allah gak ada pengistimewaannya....
(subhanallah.....)
sama allah sebenernya saya ini sudah janjian...,
janjian apa?? janjian sholat minimal... sebagai
seorang hamba allah, saya tahu betul akan jadwal
sholat... itulah jadwal janjian saya dengan allah...,
tetapi saya malah menghindar, bukan malah
harusnya tambah kangen.., setelah subuhan
kangen waktu duha, setelah duha kangen dengan
waktu zuhur, setelah zuhur kangen dengan
ashar, setelah ashar kangen dengan waktu
maghrib, setelah maghriban kangen dengan
waktu isya, setelah isya kangen dengan waktu
tahajjud, setelah tahajjudan tidak pengen melepas
tahajjud kecuali menyertakan dengan witir, baca
al-qur'an dan beristighfar..... (subhanallah.... allah
karim.....)
saya rindu allah, sebab di waktu-waktu itulah
kebersamaan saya dengan allah..., bener sih
setiap saat allah bersama saya... tapi kalau di
waktu-waktu prime time saya tidak bisa
mengistimewakan allah, apa iya saya bisa merasa
bisa bersama allah terus??
orang yang butuh modal akan melakukan apa
saja agar permohonan modalnya itu
dikabulkan.... sedangkan allah?? allah sudah
memberi tanpa saya minta, tapi kemudian saya
berjalan seakan-akan saya tidak mengenal allah....
tinggal bersyukur doang, ternyata saya tidak
mampu.... subhanallah... allah karim.... saya
mohon ampun,, beribu ribu ampun ya allah.... ya
rozzaq
--------------------------
------
oke seperti biasa... untuk temen2 semua jika
tulisan ini bermanfaat, yang mau share saya
persilahkahkan share....!! asal dengan satu syarat
yah.... saya minta do'anya dari temen2....... saya
tunggu doanya dari temen2 semua yah.... terima
kasih. assalamu'alaikum wrwb.....
Subscribe to:
Comments (Atom)