Sunday, 1 May 2011

Amal Perbuatan Yang MemudahkanMukmin Menyeberangi JembatanNeraka

Sebagaimana sudah kita ketahui
setiap Ahli Tauhid sebelum berhak
mencapai pintu gerbang surga
diharuskan melewati ujian berat
yaitu menyeberangi jembatan yang
membentang di atas Neraka Jahannam. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melukiskan jembatan itu
sebagai lebih tipis dari sehelai
rambut dan lebih tajam dari sebilah
pedang. Ada mereka yang sukses
menyeberanginya, ada yang sukses
namun terluka kena sabetan duri- duri dan besi-besi kait yang
merobek sebagian anggota
tubuhnya sementara ada yang gagal
sehingga terjatuh dan terjerembab
dengan wajahnya terlebih dahulu
masuk ke dalam api menyala-nyala Neraka Jahannam. ْﻦِﻣ ُّﻕَﺩَﺃ ٌﺮْﺴِﺟ َﻢَّﻨَﻬَﺠِﻟَﻭ ِﻒْﻴَّﺴﻟﺍ ْﻦِﻣ ُّﺪَﺣَﺃَﻭ ِﺮْﻌَّﺸﻟﺍ ٌﻚَﺴَﺣَﻭ ُﺐﻴِﻟﺎَﻠَﻛ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ ْﻦَﻣ َﻥﻭُﺬُﺧْﺄَﻳ ِﻑْﺮَّﻄﻟﺎَﻛ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﺱﺎَّﻨﻟﺍَﻭ ِﺢﻳِّﺮﻟﺎَﻛَﻭ ِﻕْﺮَﺒْﻟﺎَﻛَﻭ ِﺏﺎَﻛِّﺮﻟﺍَﻭ ِﻞْﻴَﺨْﻟﺍ ِﺪﻳِﻭﺎَﺟَﺄَﻛَﻭ ِّﺏَﺭ َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﻳ ُﺔَﻜِﺋﺎَﻠَﻤْﻟﺍَﻭ ٌﻢَّﻠَﺴُﻣ ٍﺝﺎَﻨَﻓ ْﻢِّﻠَﺳ ِّﺏَﺭ ْﻢِّﻠَﺳ ٌﺭَّﻮَﻜُﻣَﻭ ٌﻢَّﻠَﺴُﻣ ٌﺵﻭُﺪْﺨَﻣَﻭ ِﻪِﻬْﺟَﻭ ﻰَﻠَﻋ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ ﻲِﻓ “Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari rambut
dan lebih tajam dari pedang. Di
atasnya ada besi-besi yang
berpengait dan duri-duri yang
mengambil siapa saja yang
dikehendaki Allah. Dan manusia di atas jembatan itu ada yang (melintas)
laksana kedipan mata, ada yang
laksana kilat dan ada yang laksana
angin, ada yang laksana kuda yang
berlari kencang dan ada yang
laksana onta berjalan. Dan para malaikat berkata: ”Rabbi sallim. Rabbi sallim.” ( ”Ya Allah, selamatkanlah. Selamatkanlah.”) Maka ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik lalu
diselamatkan dan juga ada yang
digulung dalam neraka di atas
wajahnya.” (HR Ahmad 23649) Setiap orang yang mengaku beriman
sudah barang tentu berharap dirinya
masuk ke dalam golongan mereka
yang selamat menyeberanginya
sehingga berhak masuk Surga dan
dijauhkan dari azab api neraka. Namun pertanyaannya ialah
bagaimana hal itu bisa tercapai? Apa
syarat-syarat agar seorang Mukmin
berhak menikmati kesuksesan
tersebut? Sebenarnya dalam hadits
lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah mengisyaratkan sebagian
jawabannya. َﺱﺎَّﻨﻟﺍ ﻮُﻋْﺪَﻳ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ ْﻢِﻬِﺋﺎَﻤْﺳَﺄِﺑ ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ ِﻩِﺩﺎَﺒِﻋ ﻰَﻠَﻋ ُﻪْﻨِﻣ ﺍًﺮْﺘِﺳ ، ﺎَّﻣَﺃَﻭ ِﻁﺍَﺮِّﺼﻟﺍ َﺪْﻨِﻋ ، َّﺰَﻋ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺈَﻓ ٍﻦِﻣْﺆُﻣ َّﻞُﻛ ﻲِﻄْﻌُﻳ َّﻞَﺟَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ، ﺍًﺭﻮُﻧ ٍﺔَﻨِﻣْﺆُﻣ َّﻞُﻛَﻭ ، ﺍًﺭﻮُﻧ ٍﻖِﻓﺎَﻨُﻣ َّﻞُﻛَﻭ ، ﺍَﺫِﺈَﻓ َﺐَﻠَﺳ ِﻁﺍَﺮِّﺼﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ﺍْﻭَﻮَﺘْﺳﺍ َﻦﻴِﻘِﻓﺎَﻨُﻤْﻟﺍ َﺭﻮُﻧ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﺕﺎَﻘِﻓﺎَﻨُﻤْﻟﺍَﻭ ، َﻝﺎَﻘَﻓ ْﺲِﺒَﺘْﻘَﻧ ﺎَﻧﻭُﺮُﻈْﻧﺍ َﻥﻮُﻘِﻓﺎَﻨُﻤْﻟﺍ َﻥﻮُﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ َﻝﺎَﻗَﻭ ْﻢُﻛِﺭﻮُﻧ ْﻦِﻣ ُﺮُﻛْﺬَﻳ ﻼَﻓ ﺎﻧَﺭﻮُﻧ ﺎَﻨَﻟ ْﻢِﻤْﺗَﺃ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺍًﺪَﺣَﺃ ٌﺪَﺣَﺃ َﻚِﻟَﺫ َﺪْﻨِﻋ “Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan
nama-nama mereka ada tirai
penghalang dari-Nya. Adapun di
atas jembatan Allah memberikan
cahaya kepada setiap orang beriman
dan orang munafiq. Bila mereka telah berada di tengah jembatan,
Allah-pun segera merampas cahaya
orang-orang munafiq. Mereka
menyeru kepada orang-orang
beriman: ”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari
cahaya kamu.” (QS Al-Hadid ayat 13) Dan berdoalah orang-orang
beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya
kami.”(QS At-Tahrim ayat 8) Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat
orang lain.” (HR Thabrani 11079) Di antara solusinya ialah seorang
mukmin mesti mengupayakan agar
dirinya kelak memiliki cukup cahaya
agar mampu menyeberangi
kegelapan dan panasnya neraka.
Sebab pada saat akan menyeberangi jembatan tersebut setiap orang
dibekali Allah cahaya agar mampu
melihat jalan yang sedang
ditelusurinya di atas jembatan
tersebut. Dan bila ia termasuk
mukmin sejati cahaya yang diterimanya itu akan setia menemani
dan menyinari dirinya sepanjang
penyeberangan itu hingga sampai
ke ujung menjelang pintu surga.
Namun jika ia termasuk orang yang
imannya bermasalah lantaran begitu banyak dosanya, apalagi kalau ia
termasuk orang munafik, maka di
tengah perjalanan menyeberangi
jembatan Allah tiba-tiba padamkan
cahaya yang menemaninya sehingga
ia dibiarkan dalam kegelapan dan akibatnya ia menjadi tersesat dan
terjatuh ke dalam api neraka. Begitu cahaya orang-orang munafik
itu mendadak dipadamkan Allah,
maka mereka akan berteriak panik
dan memohon kepada orang-orang
beriman sejati agar dibagi sebagian
cahaya yang setia menemani mukmin sejati itu. Sungguh
gambaran mengerikan yang dengan
jelas diuraikan Allah di dalam ayat-
ayat berikut ini: َﻪَّﻠﻟﺍ ُﺽِﺮْﻘُﻳ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﺍَﺫ ْﻦَﻣ ُﻪَﻟ ُﻪَﻔِﻋﺎَﻀُﻴَﻓ ﺎًﻨَﺴَﺣ ﺎًﺿْﺮَﻗ ٌﻢﻳِﺮَﻛ ٌﺮْﺟَﺃ ُﻪَﻟَﻭ َﻦﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍ ﻯَﺮَﺗ َﻡْﻮَﻳ ْﻢُﻫُﺭﻮُﻧ ﻰَﻌْﺴَﻳ ِﺕﺎَﻨِﻣْﺆُﻤْﻟﺍَﻭ ْﻢِﻬِﻧﺎَﻤْﻳَﺄِﺑَﻭ ْﻢِﻬﻳِﺪْﻳَﺃ َﻦْﻴَﺑ ﻱِﺮْﺠَﺗ ٌﺕﺎَّﻨَﺟ َﻡْﻮَﻴْﻟﺍ ُﻢُﻛﺍَﺮْﺸُﺑ َﻦﻳِﺪِﻟﺎَﺧ ُﺭﺎَﻬْﻧَﺄْﻟﺍ ﺎَﻬِﺘْﺤَﺗ ْﻦِﻣ ُﻢﻴِﻈَﻌْﻟﺍ ُﺯْﻮَﻔْﻟﺍ َﻮُﻫ َﻚِﻟَﺫ ﺎَﻬﻴِﻓ َﻥﻮُﻘِﻓﺎَﻨُﻤْﻟﺍ ُﻝﻮُﻘَﻳ َﻡْﻮَﻳ ﺍﻮُﻨَﻣَﺁ َﻦﻳِﺬَّﻠِﻟ ُﺕﺎَﻘِﻓﺎَﻨُﻤْﻟﺍَﻭ ْﻢُﻛِﺭﻮُﻧ ْﻦِﻣ ْﺲِﺒَﺘْﻘَﻧ ﺎَﻧﻭُﺮُﻈْﻧﺍ ْﻢُﻛَﺀﺍَﺭَﻭ ﺍﻮُﻌِﺟْﺭﺍ َﻞﻴِﻗ ﺍًﺭﻮُﻧ ﺍﻮُﺴِﻤَﺘْﻟﺎَﻓ ٌﺏﺎَﺑ ُﻪَﻟ ٍﺭﻮُﺴِﺑ ْﻢُﻬَﻨْﻴَﺑ َﺏِﺮُﻀَﻓ ُﻩُﺮِﻫﺎَﻇَﻭ ُﺔَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ِﻪﻴِﻓ ُﻪُﻨِﻃﺎَﺑ ِﻪِﻠَﺒِﻗ ْﻦِﻣ ْﻦُﻜَﻧ ْﻢَﻟَﺃ ْﻢُﻬَﻧﻭُﺩﺎَﻨُﻳ ُﺏﺍَﺬَﻌْﻟﺍ ْﻢُﻜَّﻨِﻜَﻟَﻭ ﻰَﻠَﺑ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ ْﻢُﻜَﻌَﻣ ْﻢُﺘْﻨَﺘَﻓ ْﻢُﺘْﺒَﺗْﺭﺍَﻭ ْﻢُﺘْﺼَّﺑَﺮَﺗَﻭ ْﻢُﻜَﺴُﻔْﻧَﺃ ﻰَّﺘَﺣ ُّﻲِﻧﺎَﻣَﺄْﻟﺍ ُﻢُﻜْﺗَّﺮَﻏَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺎِﺑ ْﻢُﻛَّﺮَﻏَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﺮْﻣَﺃ َﺀﺎَﺟ ُﺬَﺧْﺆُﻳ ﺎَﻟ َﻡْﻮَﻴْﻟﺎَﻓ ُﺭﻭُﺮَﻐْﻟﺍ ﺎَﻟَﻭ ٌﺔَﻳْﺪِﻓ ْﻢُﻜْﻨِﻣ ُﻢُﻛﺍَﻭْﺄَﻣ ﺍﻭُﺮَﻔَﻛ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻦِﻣ َﺲْﺌِﺑَﻭ ْﻢُﻛﺎَﻟْﻮَﻣ َﻲِﻫ ُﺭﺎَّﻨﻟﺍ ُﺮﻴِﺼَﻤْﻟﺍ ”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,
maka Allah akan melipat-gandakan
(balasan) pinjaman itu untuknya,
dan dia akan memperoleh pahala
yang banyak, (yaitu) pada hari
ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan, sedang
cahaya mereka bersinar di hadapan
dan di sebelah kanan mereka,
(dikatakan kepada mereka): "Pada
hari ini ada berita gembira untukmu,
(yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang
kamu kekal di dalamnya. Itulah
keberuntungan yang banyak. Pada
hari ketika orang-orang munafik
laki-laki dan perempuan berkata
kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat
mengambil sebahagian dari
cahayamu". Dikatakan (kepada
mereka): "Kembalilah kamu ke
belakang dan carilah sendiri cahaya
(untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai
pintu. Di sebelah dalamnya ada
rahmat dan di sebelah luarnya dari
situ ada siksa. Orang-orang munafik
itu memanggil mereka (orang-orang
mu'min) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan
kamu?" Mereka menjawab: "Benar,
tetapi kamu mencelakakan dirimu
sendiri dan menunggu (kehancuran
kami) dan kamu ragu-ragu serta
ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;
dan kamu telah ditipu terhadap Allah
oleh (syaitan) yang amat penipu.
Maka pada hari ini tidak diterima
tebusan dari kamu dan tidak pula
dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat
berlindungmu. Dan dia adalah
sejahat-jahat tempat kembali.” (QS Al- Hadid ayat 11-15) Lalu apakah amal perbuatan yang
akan menyebabkan seorang
mukmin memiliki cukup cahaya
untuk sukses menyeberangi
jembatan itu? Ternyata, di antaranya
ialah kesungguhan seorang mukmin untuk bertaubat dari dosa-dosa
yang selama ini dia kerjakan. Inilah
yang disebut dengan aktifitas Taubatan Nasuhan (Taubat Yang Murni). Taubatan Nasuha inilah yang
akan menyebebkan seorang
mukmin memperoleh cahaya yang
disempurnakan untuk sukses
menyeberangi jambatan Neraka.
Bukan taubat musiman alias taubat yang tidak menyebabkan seseorang
benar-benar meninggalkan
perbuatan dosa yang dilakukannya.
Perhatikanlah ayat Allah berikut ini: ﻰَﻟِﺇ ﺍﻮُﺑﻮُﺗ ﺍﻮُﻨَﻣَﺁ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻬُّﻳَﺃ ﺎَﻳ ﻰَﺴَﻋ ﺎًﺣﻮُﺼَﻧ ًﺔَﺑْﻮَﺗ ِﻪَّﻠﻟﺍ ْﻢُﻜْﻨَﻋ َﺮِّﻔَﻜُﻳ ْﻥَﺃ ْﻢُﻜُّﺑَﺭ ٍﺕﺎَّﻨَﺟ ْﻢُﻜَﻠِﺧْﺪُﻳَﻭ ْﻢُﻜِﺗﺎَﺌِّﻴَﺳ َﻡْﻮَﻳ ُﺭﺎَﻬْﻧَﺄْﻟﺍ ﺎَﻬِﺘْﺤَﺗ ْﻦِﻣ ﻱِﺮْﺠَﺗ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ َّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻱِﺰْﺨُﻳ ﺎَﻟ ﻰَﻌْﺴَﻳ ْﻢُﻫُﺭﻮُﻧ ُﻪَﻌَﻣ ﺍﻮُﻨَﻣَﺁ ْﻢِﻬِﻧﺎَﻤْﻳَﺄِﺑَﻭ ْﻢِﻬﻳِﺪْﻳَﺃ َﻦْﻴَﺑ ﺎَﻧَﺭﻮُﻧ ﺎَﻨَﻟ ْﻢِﻤْﺗَﺃ ﺎَﻨَّﺑَﺭ َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﻳ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ َﻚَّﻧِﺇ ﺎَﻨَﻟ ْﺮِﻔْﻏﺍَﻭ ٌﺮﻳِﺪَﻗ ٍﺀْﻲَﺷ ”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan Nasuhan (taubat yang semurni-murninya), mudah-
mudahan Tuhan kamu akan
menghapus kesalahan-kesalahanmu
dan memasukkan kamu ke dalam
surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-
orang yang beriman bersama
dengan dia; sedang cahaya mereka
memancar di hadapan dan di
sebelah kanan mereka, sambil
mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami
cahaya kami dan ampunilah kami;
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa
atas segala sesuatu". (QS At-Tahrim
ayat 8) Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu
Mas’ud, dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, beliau bersabda: ”Shirath itu setajam pedang dan sangat
menggelincirkan.” Beliau melanjutkan: ”Lalu mereka melintas sesuai dengan cahaya yang mereka
miliki. Maka di antara mereka ada
yang melintas secepat meteor, ada
pula yang melintas secepat kedipan
mata, ada pula yang melintas secepat
angin, ada pula yang melintas seperti orang berlari, dan ada pula yang
berjalan dengan cepat. Mereka
melintas sesuai amal perbuatan
mereka, hingga tibalah saat orang
yang cahayanya ada di jari jempol
kedua kakinya melintas, satu tangannya jatuh, dan satu
tangannya lagi menggantung, satu
kakinya jatuh dan satu kakinya lagi
menggantung, kedua sisinya
terkena api neraka.” Kedua, seorang Mukmin akan
dijamin memiliki cukup cahaya saat
menyeberangi jembatan di atas
Neraka jika ia rajin berjalan ke masjid dalam kegelapan untuk menegakkan sholat wajibnya semata
ingin meraih keridhaan Allah. Nabi
bersabda: ِﻢَﻠُّﻈﻟﺍ ﻲِﻓ َﻦﻴِﺋﺎَّﺸَﻤْﻟﺍ ْﺮِّﺸَﺑ ِّﻡﺎَّﺘﻟﺍ ِﺭﻮُّﻨﻟﺎِﺑ ِﺪِﺟﺎَﺴَﻤْﻟﺍ ﻰَﻟِﺇ ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju
masjid-masjid dalam kegelapan
dengan cahaya yang sempurna pada
hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah 773) Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seringkali ketika berjalan menuju ke
masjid berdoa dengan doa sebagai
berikut: ﺍًﺭﻮُﻧ ﻲِﺒْﻠَﻗ ﻲِﻓ ْﻞَﻌْﺟﺍ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ﻲِﻓَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻱِﺮَﺼَﺑ ﻲِﻓَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻲِﻌْﻤَﺳ ْﻦَﻋَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻲِﻨﻴِﻤَﻳ ْﻦَﻋَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻲِﻗْﻮَﻓَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻱِﺭﺎَﺴَﻳ ِﺖْﺤَﺗَﻭ ﻲِﻔْﻠَﺧَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻲِﻣﺎَﻣَﺃَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ ﺍًﺭﻮُﻧ ﻲِﻟ ْﻞَﻌْﺟﺍَﻭ ﺍًﺭﻮُﻧ “Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam
pendengaranku, di sebelah
kananku, di sebelah kiriku, di
sebelah atasku, di sebelah bawahku,
di depanku, di belakangku dan
jadikanlah aku bercahaya.” (HR Bukhary 5841) Ketiga, seorang Mukmin akan sukses
menyeberangi jembatan neraka bila
ia melindungi sesama mukmin dari
kejahatan orang Munafik. Dan
sebaliknya barangsiapa yang
mengucapkan perkataan buruk untuk mencemarkan seorang
Muslim, maka Allah akan
menghukumnya dalam bentuk ia
ditahan di atas jembatan neraka
hingga dosa ucapannya menjadi
bersih. ٍﻖِﻓﺎَﻨُﻣ ْﻦِﻣ ﺎًﻨِﻣْﺆُﻣ ﻰَﻤَﺣ ْﻦَﻣ ﺎًﻜَﻠَﻣ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺚَﻌَﺑ َﻝﺎَﻗ ُﻩﺍَﺭُﺃ ﻲِﻤْﺤَﻳ ِﺭﺎَﻧ ْﻦِﻣ ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ ُﻪَﻤْﺤَﻟ ﺎًﻤِﻠْﺴُﻣ ﻰَﻣَﺭ ْﻦَﻣَﻭ َﻢَّﻨَﻬَﺟ ُﺪﻳِﺮُﻳ ٍﺀْﻲَﺸِﺑ ﻰَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪَﺴَﺒَﺣ ِﻪِﺑ ُﻪَﻨْﻴَﺷ ﺎَّﻤِﻣ َﺝُﺮْﺨَﻳ ﻰَّﺘَﺣ َﻢَّﻨَﻬَﺟ ِﺮْﺴِﺟ َﻝﺎَﻗ “Barangsiapa melindungi seorang Mukmin dari kejahatan orang
Munafik, Allah akan mengutus
malaikat untuk melindungi daging
orang itu –pada hari Kiamat- dari neraka jahannam. Barangsiapa
menuduh seorang Muslim dengan
tujuan ingin mencemarkannya, maka
Allah akan menahannya di atas
jembatan neraka jahannam hingga
orang itu dibersihkan dari dosa perkataan buruknya.” (HR Abu Dawud 4239) Saudaraku, sungguh kita semua
sangat membutuhkan cahaya yang
mencukupi untuk menyeberangi
jembatan neraka dengan selamat.
Semoga Allah masukkan kita
bersama ke dalam golongan Mukmin sejati. Semoga Allah bersihkan hati
kita bersama dari penyakit
kemunafikan. Sebab kemunafikan
akan menyebabkan cahaya
seseorang tiba-tiba padam saat
menyeberangi jembatan neraka sehingga ia menjadi tergelincir lalu
jatuh ke dalam api neraka yang
menyala-nyala. Na’udzubillahi min dzalika...! َﻦِﻣ ﺎَﻨَﺑﻮُﻠُﻗ ْﺮِّﻬَﻃ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ﺀﺎَﻳِّﺮﻟﺍ َﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟﺎَﻤْﻋَﺍ َﻭ ﻕﺎَﻔِّﻨﻟﺍ ﺎَﻨَﻨُﻴْﻋَﺃ َﻭ ﺏِﺬَﻜْﻟﺍ َﻦِﻣ ﺎَﻨَﺘَﻨِﺴْﻟَﺃ َﻭ َﺔَﻨِﺋﺎَﺧ ُﻢَﻠْﻌَﺗ َﻚَّﻧِﺇ ﺔَﻧﺎَﻴِْﺨﻟﺍ َﻦِﻣ ﺭﻭُﺪُّﺼﻟﺍ ِﻒْﺨُﺗ ﺎَﻣ َﻭ ﻦُﻴْﻋَﺄْﻟﺍ Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari
kemunafikan, dan ‘amal perbuatan kami dari riya dan lisan kami dari
dusta serta pandangan mata kami
dari khianat. Sesungguhnya Engkau
Maha Tahu khianat pandangan mata
dan apa yang disembunyikan hati

Jembatan Neraka Lebih TipisDari Rambut Lebih TajamDari Pedang

Salah satu peristiwa dahsyat yang
bakal dialami oleh setiap orang yang
telah mengucapkan ikrar syahadat
Tauhid ialah keharusan menyeberangi
suatu jembatan yang dibentangkan di
atas kedua punggung neraka jahannam. Ia tidak saja dialami oleh ummat Islam
dari kalangan ummat Nabi Muhammad
shollallahu ’alaih wa sallam, melainkan semua orang beriman dari ummat
para Nabi sebelumnya juga wajib
mengalaminya. Peristiwa ini akan
dialami oleh setiap orang beriman,
baik mereka yang imannya sejati
maupun yang berbuat banyak maksiat termasuk kaum munafik.
Menurut sebagian ahli tafsir peristiwa
menyeberangi jembatan di atas
neraka telah diisyaratkan Allah di
dalam Al-Qur’anul Karim. ”Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi
neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu
adalah suatu kemestian yang sudah
ditetapkan. Kemudian Kami akan
menyelamatkan orang-orang yang
bertakwa dan membiarkan orang- orang yang zalim di dalam neraka
dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam ayat 71) Maksud dari kata ”mendatangi” ialah melintas di atas Neraka Jahannam
dengan menyeberangi jembatan
tersebut. Semua orang beriman – bagaimanapun kualitas imannya-
pasti mengalaminya. Hanya saja Allah
jamin keselamatan bagi mereka yang
imannya sejati (orang-orang
bertaqwa). Dan adapun mereka yang
imannya bermasalah (orang-orang zalim/kaum munafik) akan jatuh
tergelincir ke dalam Neraka Jahannam
saat melintasinya. Dalam sebuah hadits bahkan secara
lebih detail Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keadaan
jembatan dimaksud. Jembatan itu
lebih tipis dari sehelai rambut dan
lebih tajam dari sebilah pedang. Laa
haula wa laa quwwata illa billah…! Betapa sulitnya bagi kita untuk
berjalan menyeberang di atasnya.
Tetapi Allah Maha Perkasa sekaligus
Maha Bijaksana. Allah akan berikan
bekal bagi orang-orang yang
imannya sejati untuk sanggup melintas di atas jembatan tersebut.
Beginilah gambaran Rasulullah
shollallahu ’alaih wa sallam mengenai jembatan tersebut dengan kejiadian-
kejadian yang menyertainya: “Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari rambut
dan lebih tajam dari pedang. Di
atasnya ada besi-besi yang berpengait
dan duri-duri yang mengambil siapa
saja yang dikehendaki Allah. Dan
manusia di atas jembatan itu ada yang (melintas) laksana kedipan mata, ada
yang laksana kilat dan ada yang
laksana angin, ada yang laksana kuda
yang berlari kencang dan ada yang
laksana onta berjalan. Dan para
malaikat berkata: ”Ya Allah, selamatkanlah. Selamatkanlah.” Maka ada yang selamat, ada yang tercabik-
cabik lalu diselamatkan dan juga ada
yang digulung dalam neraka di atas
wajahnya.” (HR Ahmad 23649) Jadi, menurut hadits di atas ada
mereka yang bakal menyeberanginya
dengan selamat dan ada yang
menyeberanginya dengan selamat
namun harus mengalami luka-luka
dikarenakan terkena sabetan duri- duri yang mencabik-cabik tubuhnya.
Lalu ada pula mereka yang gagal
menyeberanginya hingga ujung.
Mereka terpeleset, tergelincir sehingga
terjatuh dan terjerembab dengan
wajahnya ke dalam neraka yang menyala-nyala di bawah jembatan.
Na’udzubillahi min dzaalika…! Lalu bagaimana seseorang dapat
menyeberanginya dengan selamat?
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa pada saat
peristiwa menegangkan itu sedang
berlangsung para Nabi dan para
malaikat sibuk mendoakan
keselamatan bagi orang-orang
beriman. Mereka berdoa: ”Rabbi sallim. Rabbi sallim. (Ya Rabbi, selamatkanlah.
Ya Rabbi, selamatkanlah).” Selanjutnya Allah akan memberikan
cahaya bagi setiap orang. Baik mereka
yang beriman sejati, mereka yang
banyak berbuat dosa, maupun yang
munafik sama-sama memperolehnya.
Namun ketika sedang melintasi jembatan tersebut orang-orang yang
imannya emas akan terus ditemani
dan diterangi oleh cahaya tersebut
hingga selamat sampai ke ujung
penyeberangan. Sedangkan orang-orang munafik
hanya sampai setengah perjalanan
melintas jembatan tersebut tiba-tiba
Allah mencabut cahaya yang tadinya
menerangi mereka sehingga mereka
berada dalam kegelapan lalu terjatuhlah mereka dari atas jembatan
shirath ke dalam api menyala-nyala
Neraka Jahannam. Na’udzubillahi min dzaalika…! “Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama
mereka ada tirai penghalang dari-Nya.
Adapun di atas jembatan Allah
memberikan cahaya kepada setiap
orang beriman dan orang munafiq.
Bila mereka telah berada ditengah jembatan, Allah-pun segera merampas
cahaya orang-orang munafiq. Mereka
menyeru kepada orang-orang
beriman: ”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari
cahaya kamu.” (QS Al-Hadid ayat 13) Dan berdoalah orang-orang beriman:
”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. ”(QS At- Tahrim ayat Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain.” (HR Thabrani 11079) Saudaraku, sungguh pemandangan
yang sangat mendebarkan. Pantaslah
bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa saat peristiwa
menyeberangi jembatan di atas
Neraka Jahannam sedang
berlangsung setiap orang tidak akan
ingat kepada orang lainnya. Sebab
semua orang sibuk memikirkan keselamatannya masing-masing. Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari
kemunafikan, dan ‘amal perbuatan kami dari riya dan lisan kami dari
dusta serta pandangan mata kami dari
khianat. Sesungguhnya Engkau Maha
Tahu khianat pandangan mata dan
apa yang disembunyikan hati. Wallahu a’lam bish shawwab =====

CALON CALON PENGHUNI SURGA

Siapakah calon-calon penghuni Surga? Allah menginformasikan nya kepada kita. Sebagian di antara mereka digambarkan dalam ayat ayat berikut ini. QS. Al Ahqaf (46) :15
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa, dan umumya sampai empat puluh tahun ia berdoa : Ya, Tuhanku tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” QS. Al Ahqaf (46) : 16
"Mereka itulah orang-orang yang diterima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan, dan Kami ampuni kesalahan- kesalahan mereka, bersama penghuni penghuni Surga, sebagai janji yang benar yang telah Kami janjikan kepada mereka" Mengikuti ayat tersebut, kita memperoleh kesimpulan tentang siapakah orang yang bakal masuk Surga.
1. Orang yang berbuat baik kepada ibu bapaknya
2. Orang yang pandai bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diterimanya.
3. Orang yang beramal saleh dengan mengharap ridho Allah.
4. Orang yang bertaubat atas segala kesalahan yang pernah dia lakukan.
5. Orang yang berserah diri hanya kepada Allah saja. ldealnya, kita bisa mengerjakan kelima hal tersebut dalam kehidupan kita. Maka Insya Allah kita akan menjadi salah satu dari penduduk Surga. Itulah janji Allah. Orang yang demikian, kata Allah, akan diterima amalannya dan dimaafkan segala kesalahannya. Bagaimanakah penjelasannya? Marilah kita bahas lebih jauh. 1. Berbuat Baik kepada Ibu Bapak. Kenapa orang yang berbuat baik kepada ibu bapaknya menjadi calon penghuni Surga? Sebab, orang tua adalah wakil Allah di muka Bumi, berkaitan dengan penciptaan manusia. Kalau tidak ada orang tua kita, maka kita pun tidak akan pernah ada di muka Bumi ini. Karena itu, kita bisa merasakan betapa besar dan sentralnya peranan orang tua dalam kehidupan kita. lbu kitalah yang bersusah payah mengandung, memelihara dan mendidik sampai kita dewasa. Dan bapak kita berusaha mati-matian untuk menafkahi keluarga. Mempertahankan hidup kita sampai dewasa. Sampai bisa dilepas untuk bisa hidup mandiri. Maka, kata Allah di dalam ayat tersebut, anak yang bisa membalas budi kepada orang tuanya dan mendoakan mereka termasuk perhatian kepada anak cucunya akan memperoleh penghargaan yang tinggi dari Allah. Orang yang seperti ini, telah 'membantu' Allah untuk menciptakan generasi-generasi yang berkualitas di muka Bumi bagi masa depannya. Maka, ia berhak memperoleh kebahagiaan Surga. 2. Orang Yang Pandai Bersyukur. Orang yang pandai bersyukur menunjukkan bahwa ia adalah orang yang bijak. Sedangkan orang yang bijak menunjukkan bahwa dia orang yang memiliki pemahaman yang mendalam. Dan, orang yang memiliki pemahaman yang mendalam menunjukkan bahwa ia telah makan asam garam kehidupan. Dalam konteks agama, ia bukan hanya orang yang bisa berteori di dalam beragama, melainkan telah menjalani agama ini dengan sepenuh hatinya. la telah 'bertemu' Allah dalam setiap aktivitas kehidupannya. Bagaimana seseorang bisa bersyukur, kalau ia tidak pernah 'bertemu Allah'. Kepada siapakah ia bersyukur jika ia tidak paham bahwa Allah lah Tuhan semesta alam. Bahwa Allah lah yang telah memberinya kenikmatan itu. Baik berupa kesehatan, harta, kedudukan, ilmu pengetahuan, dan berbagai macam kenikmatan lainnya. Orang yang bisa bersyukur adalah orang yang telah melewati masa-masa kritis dalam keimanannya, dalam ketakwaannya. la telah ditempa kehidupan yang memberikan kesimpulan bahwa hidup ini temyata milik Allah. Bukan miliknya. Karena itu, ia mensyukuri segala nikmat yang diperolehnya, sebab ia tahu persis bahwa semua itu semata-mata pemberianNya ... ! Maka, orang yang demikian ini sangat pantas tinggal di Surga. 3. Beramal Saleh, Mengharap Ridha Allah. Kenapa pulakah orang yang beramal saleh pantas masuk Surga? Orang yang beramal saleh adalah orang-orang yang sepanjang hidupnya ingin bermanfaat sebesar-besarnya. Baik buat dirinya sendiri, buat keluarganya, buat sahabat-sahabatnya, buat masyarakatnya, buat bangsa dan akhirnya buat syiar agamanya. Orang yang bisa beramal saleh adalah orang yang paham tentang misi kehidupan dan misi beragamanya. ia telah menemukan pemahaman yang menyeluruh (holistik) atas kehidupannya. Dan, setelah paham semua itu, ia lantas melakukan amalan yang bermanfaat sepanjang hidupnya. Di mana pun dia berada. Maka, orang yang demikian adalah orang-orang yang telah melewati tahapan iman dan takwa. Sebab Iman adalah Keyakinan. Dan Takwa adalah kemampuan mengendalikan diri saat melakukan amalan. Kedua duanya telah dijalankannya secara praktis saat ia melakukan amalan yang saleh. Maka, pantaslah seorang yang banyak amalan salehnya akan memasuki Surga. Karena sebenarnya, itu adalah gambaran praktis dari seorang yang telah tinggi keimanan dan takwanya. Apalagi amalan salehnya itu bukan karena pamer atau pamrih, melainkan karena ingin mencari ridha Allah. 4. Orang yang Bertaubat. Siapakah orang yang tidak pernah berbuat salah? Siapa pulakah manusia yang tidak pernah berdosa? Tidak ada, kecuali hamba hambaNya yang dijaga agar tetap makshum oleh Allah, sebagaimana Rasulullah saw. Karena itu, Allah telah menetapkan Dirinya sebagai Dzat Yang Maha Pengampun dan Penerima Taubat. Jika Allah menghukum manusia karena kesalahannya, maka manusia seluruh muka Bumi ini tidak ada yang tersisa satu pun dari azabNya. Tetapi Allah Maha Pengampun dan Maha Pemaaf. Maka, sebenarnya, orang-orang yang bisa masuk Surga itu lebih dikarenakan sifat Pengampun dan PemaafNya saja. Jika tidak, maka sungguh tidak ada yang pantas masuk ke dalam Surga Allah itu, disebabkan oleh begitu banyak dosa yang telah diperbuatnya. Karena itu, Allah mengatakan di dalam ayat tersebut bahwa orang-orang yang pantas masuk Surga itu adalah orang- orang yang selalu bertaubat kepadaNya. Bertaubat adalah memohon ampunan dan belas kasih permaafan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah di perbuatnya. Dan dia berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada Allah untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Kalau kita sepenuh hati memohon ampunanNya dan bertaubat, Insya Allah Dia akan memaafkan dosa-dosa kita, sebesar apa pun dosa yang telah kita lakukan. Tidak ada dosa di alam semesta ini yang besamya melebihi besamya Kasih Sayang Allah. Demikian pula, tidak ada dosa di dunia ini yang besarnya mengalahkan sifat Pengampun dan Pemaafnya Allah. Maka, datanglah kepadaNya dengan berendah diri dan penuh penyesalan, Insya Allah Dia akan mengampuni dosa-dosa yang pernah kita lakukan, seluruhnya. Dan Ia akan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hambaNya di dalam Surga. 5. Berserah Diri Hanya kepada Allah Saja. Puncak dari seluruh perjalanan keagamaan kita ini sebenarnya adalah berserah diri kepada Allah. Seluruh tahapan- tahapan kualitas yang pernah kita jalani dalam beragama, muaranya adalah berserah diri kepada Allah saja. Hal ini dikemukan Allah di dalam berbagai ayatNya. QS. An Nisaa : 125
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya di antara kalian, selain orang orang yang berserah diri hanya kepada Allah, dan dia selalu berbuat kebajikan…” Berserah diri adalah tingkatan tertinggi di dalam beragama Islam. Sehingga secara retorika, Allah bertanya kepada kita : siapakah yang lebih baik agamanya di antara manusia, kecuali orang-orang yang berserah diri kepada Allah? Jawaban atas pertanyaan itu telah diberikan sendiri olehNya, bahwa yang terbaik adalah berserah diri Di ayatNya yang lain, secara tegas Allah menempatkan 'berserah diri' itu di atas keimanan dan ketakwaan. QS. Ali Imran (3) : 102
"Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berserah diri (Islam)." Keimanan adalah langkah awal, dimana seseorang 'dianjurkan' untuk memperoleh keyakinan bahwa apa yang akan dia jalani di dalam beragama ini adalah benar dan bermanfaat. Setelah ia peroleh keyakinan itu, maka ia mesti menjalankan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Sebab beragama ini memang bukan sekadar pengetahuan dan keyakinan saja, melainkan untuk dijalani. Diamalkan. Itulah Takwa : sebuah upaya terus-menerus untuk tetap istidomah di dalam menjalani agama. Ini tidak mudah. Karena itu Allah mengatakan di ayat tersebut bertakwalah kalian dengan 'sebenar benarnya'. Dengan upaya yang sangat keras dan sungguh-sungguh. Dan puncaknya, adalah berserah diri kepada Allah semata. Orang yang sudah makan asam garam kehidupan dalam proses peribadatan yang sangat panjang. Ketika seseorang sudah mencapai tingkatan 'berserah diri kepada Allah', maka bisa dikatakan dia sudah menemukan hakikat kehidupan. Bahwa segala yang ada ini tenyata bukan miliknya. Harta yang dia punyai pun sebenarnya bukan miliknya. Karena ternyata, dia tidak pernah bisa menolak kehadiran maupun lenyapnya harta itu ketika sudah waktunya. Demikian pula istri atau suami, dan keluarga yang dicintainya. Semuanya juga bukan miliknya. Karena suatu ketika, mereka satu per satu akan meninggalkannya. Kekuasaan, juga tidak pernah ada yang kekal abadi. Kekuasaan yang dia peroleh hari ini, suatu ketika harus dilepasnya pula. Dia dibatasi oleh umur dan kondisi di sekelilingnya. Bahkan dirinya dan hidupnya. Ternyata, juga bukan miliknya. Dia tidak pernah bisa menghindari sakit, lelah, sedih, gembira dan berbagai masalah yang menghampiri kehidupannya. Bahkan akhirnya, dia tidak pernah bisa melawan proses ketuaan. Suatu ketika dia harus merelakan kehidupannya, meninggalkan dunia yang fana, untuk kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Maka, ujung dari seluruh perjalanan kehidupannya itu, ia menyimpulkan untuk berserah, diri kepada Allah saja. la mengakui, bahwa dirinya bukan apa-apa. Allah lah yang memiliki dan berkuasa atas segala-galanya di alam semesta. la letakkan seluruh rasa possessive nya, rasa kepemilikannya terhadap dunia. Dia menata hatinya untuk kembali kepada Allah. Berserah diri sepenuh-penuhnya, sebagaimana yang selalu ia ikrarkan dalam setiap shalatnya : "sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku kuserahkan hanya untuk Allah semata . . . " Kalau sudah demikian adanya, maka sesungguhnya ia telah memperoleh Surga dunia. Dan setelah hari kiamat nanti, Allah akan memasukkan orang itu ke dalam Surga yang sesungguhnya. Bukan hanya 'wilayah Surga' yang penuh dengan taman- taman indah, mata air mata air yang jernih, buah-buahan yang sedap rasanya, serta berbagai kenikmatan kebendaan. Karena sejak di dunia ia telah terlanjur memperoleh kesimpulan bahwa semua kenikmatan benda itu adalah 'semu belaka'! 'Kenikmatan Yang Sejati' telah dia peroleh lewat dzikir-dzikirnya yang panjang kepada Allah. Telah dia rasakan saat-saat shalat malam dalam keheningan semesta. Dan telah dia 'genggam' dalam seluruh tarikan nafas maupun denyut jantungnya yang selalu membisikkan kalimat-kalimat tauhid : Allah ... Allah ... Allah ..

Wanita Penghuni SurgaItu…

Dari Atha bin Abi Rabah, ia
berkata, Ibnu Abbas berkata
padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya” Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku
tersingkap (saat penyakitku
kambuh). Doakanlah untukku
agar Allah Menyembuhkannya. ’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu
surga, dan jika engkau mau, aku
akan mendoakanmu agar Allah
Menyembuhkanmu.’ Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku
terbuka, doakanlah agar auratku
tidak tersingkap.’ Maka Nabi pun
mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Betapa rindunya hati ini kepada
surga-Nya yang begitu indah.
Yang luasnya seluas langit dan
bumi. Betapa besarnya harapan
ini untuk menjadi salah satu
penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang
wanita yang berhasil meraih
kedudukan mulia tersebut.
Bahkan ia dipersaksikan sebagai
salah seorang penghuni surga di
kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan
jantungnya masih berdetak.
Kakinya pun masih menapak di
permukaan bumi. Sebagaimana perkataan Ibnu
Abbas kepada muridnya, Atha
bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita
penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya” Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst” Wahai saudariku, tidakkah
engkau iri dengan kedudukan
mulia yang berhasil diraih wanita
itu? Dan tidakkah engkau ingin
tahu, apakah gerangan amal
yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga? Apakah karena ia adalah wanita
yang cantik jelita dan berparas
elok? Ataukah karena ia wanita
yang berkulit putih bak batu
pualam? Tidak. Bahkan Ibnu Abbas
menyebutnya sebagai wanita
yang berkulit hitam. Wanita hitam itu, yang mungkin
tidak ada harganya dalam
pandangan masyarakat. Akan
tetapi ia memiliki kedudukan
mulia menurut pandangan Allah
dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah
tolak ukur kemuliaan seorang
wanita. Kecuali kecantikan fisik
yang digunakan dalam koridor
yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya
dan orang-orang yang halal
baginya. Kecantikan iman yang terpancar
dari hatinyalah yang
mengantarkan seorang wanita
ke kedudukan yang mulia.
Dengan ketaqwaannya,
keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan
shalihnya, seorang wanita yang
buruk rupa di mata manusia pun
akan menjelma menjadi secantik
bidadari surga. Bagaimanakah dengan wanita
zaman sekarang yang sibuk
memakai kosmetik ini-itu demi
mendapatkan kulit yang putih
tetapi enggan memutihkan
hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa
merusak kecantikkannya, tetapi
tak khawatir bila iman dan
hatinya yang bersih ternoda oleh
noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka
petunjuk -. Kecantikan fisik bukanlah
segalanya. Betapa banyak
kecantikan fisik yang justru
mengantarkan pemiliknya pada
kemudahan dalam bermaksiat.
Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu,
janganlah engkau merasa
rendah diri. Syukurilah sebagai
nikmat Allah yang sangat
berharga. Cantikkanlah imanmu.
Cantikkanlah hati dan akhlakmu. Wahai saudariku, wanita hitam
itu menderita penyakit ayan
sehingga ia datang kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar
berdoa kepada Allah untuk
kesembuhannya. Seorang
muslim boleh berusaha demi
kesembuhan dari penyakit yang
dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar
syariat. Salah satunya adalah
dengan doa. Baik doa yang
dipanjatkan sendiri, maupun
meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-
doanya yang dikabulkan oleh
Allah. Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan
auratku tersingkap (saat
penyakitku kambuh). Doakanlah
untukku agar Allah
Menyembuhkannya.” Saudariku, penyakit ayan
bukanlah penyakit yang ringan.
Terlebih penyakit itu diderita oleh
seorang wanita. Betapa besar
rasa malu yang sering
ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak
anggota masyarakat yang masih
menganggap penyakit ini
sebagai penyakit yang
menjijikkan. Tapi, lihatlah perkataannya.
Apakah engkau lihat satu kata
saja yang menunjukkan bahwa
ia benci terhadap takdir yang
menimpanya? Apakah ia
mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa
malunya ia karena menderita
penyakit ayan? Tidak, bukan itu
yang ia keluhkan. Justru ia
mengeluhkan auratnya yang
tersingkap saat penyakitnya kambuh. Subhanallah. Ia adalah seorang
wanita yang sangat khawatir bila
auratnya tersingkap. Ia tahu
betul akan kewajiban seorang
wanita menutup auratnya dan ia
berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit.
Inilah salah satu ciri wanita
shalihah, calon penghuni surga.
Yaitu mempunyai sifat malu dan
senantiasa berusaha menjaga
kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana
dengan wanita zaman sekarang
yang di saat sehat pun dengan
rela hati membuka auratnya??? Saudariku, dalam hadits di atas
terdapat pula dalil atas
keutamaan sabar. Dan kesabaran
merupakan salah satu sebab
seseorang masuk ke dalam
surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan
bagimu surga, dan jika engkau
mau, aku akan mendoakanmu
agar Allah Menyembuhkanmu. ” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.” Wanita itu lebih memilih bersabar
walaupun harus menderita
penyakit ayan agar bisa menjadi
penghuni surga. Salah satu ciri
wanita shalihah yang
ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan
dengan kesabaran yang baik. Saudariku, terkadang seorang
hamba tidak mampu mencapai
kedudukan kedudukan mulia di
sisi Allah dengan seluruh amalan
perbuatannya. Maka, Allah akan
terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan
suatu hal yang tidak disukainya.
Kemudian Allah Memberi
kesabaran kepadanya untuk
menghadapi cobaan tersebut.
Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang
hamba mencapai kedudukan
mulia yang sebelumnya ia tidak
dapat mencapainya dengan
amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia
dari Allah untuk seorang hamba
yang mana ia belum
mencapainya dengan
amalannya, maka Allah akan
memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau
anaknya, lalu Allah akan
menyabarkannya hingga
mencapai kedudukan mulia yang
datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat
dalam silsilah Al-Haadits Ash-
shahihah 2599) Maka, saat cobaan menimpa,
berusahalah untuk bersabar. Kita
berharap, dengan kesabaran kita
dalam menghadapi cobaan Allah
akan Mengampuni dosa-dosa
kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya. Lalu wanita itu melanjutkan
perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku
terbuka, doakanlah agar auratku
tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah
agar auratnya tidak tersingkap.
Wanita itu tetap menderita ayan
akan tetapi auratnya tidak
tersingkap. Wahai saudariku, seorang wanita
yang ingatannya sedang dalam
keadaan tidak sadar, kemudian
auratnya tak sengaja terbuka,
maka tak ada dosa baginya.
Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi,
lihatlah wanita tersebut. Bahkan
di saat sakitnya, ia ingin auratnya
tetap tertutup. Di saat ia sedang
tak sadar disebabkan
penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai
muslimah tetap terjaga.
Bagaimana dengan wanita
zaman sekarang yang secara
sadar justru membuka auratnya
dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya?
Maka, masihkah tersisa
kehormatannya sebagai seorang
muslimah? Saudariku, semoga kita bisa
belajar dan mengambil manfaat
dari wanita penghuni surga
tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Kesedihan HATI DANPENGAKUAN BATHIN

Aku termenung mengingat Engkau..
Dan tak bisa ku tahan jatuh air
mataku..
Aku terbuai dengan keindahanMU..
Seakan hatiku ada bersamaMU.. Begitu besar perasaan hatiku..
Hingga tak mampu ku coba untuk
mengungkapkan..
Begitu dalam rasa rindu padaMU..
Aku menangis dengan kerinduanku.. Sedih hatiku ingin bertemu..
Sedih hatiku mengingatMU..
Gelisah hidupku ingin memujaMU..
Gelisah hidupku karenaMU.. Aku merindukanMU ya Allah..
Hati menangis setiap waktu..
Aku merindukanMU ya Allah..
Seluruh hidupku memujaMU ya Allah.. Aku tak mampu untuk menggapaiMU..
Namun ku yakin Allah Engkau Maha
Tahu..
Ya Allah dengarlah doaku..
Sepenuh hati AKU MERINDUKANMU.. Inilah ungkapan hatiku yang
sebenarnya, yang telah aku tujukan
untukMU wahai sang Pencipta Yang
Maha Kuasa dan Yang Maha Segala-
galanya. Telah lama sudah aku jalani
hidup dengan penuh pengalaman- pengalaman bathin yang membuat
hidupku selalu penuh dengan
kegelisahan-kegelisahan yang tidak
pernah aku tahu maknanya. Dan aku
hanya berkata, mungkin semua ini
hanyalah cobaan dariNYA untuk menaikkan derajat aku disisiNYA. Aku
hampir saja tidak mampu untuk
menghadapi semua cobaan-cobaan,
namun atas segala kasih sayangNYA,
insya Allah aku akan berusaha
semampunya untuk menghadapi semua cobaan-cobaan ini, karna aku
ingat dengan sebuah firman Allah SWT
yang berbunyi : Laa yukallifullahu
nafsan illa wus 'ahaa, yang artinya
Allah tidak akan memberikan cobaan
kepada manusia, kecuali berdasarkan dengan kemampuannya. Maka karna
firman Allah itulah akhirnya aku dapat
bertahan dari segala macam cobaan-
cobaan yang datang menghampiri
aku. Aku tak tahu seberapa besar dosaku..
Telah lama kujamah hidup ini..
Hingga tak terasa usiaku bertambah..
Tuhan ampuni dosaku..
Tuhan terimalah taubatku.. Aku tak tahu seberapa besar salahku..
Telah lama ku tempuh hidup ini..
Hingga tak terasa ajal setia menanti..
Tuhan ampuni dosaku..
Tuhan terimalah taubatku.. Dalam gelap malam aku merenung
mengagumi kebesaranMU..
Dalam gelap malam aku berdoa..
Tuhan ampuni dosaku..
Tuhan terimalah taubatku.. Dalam gelap malam aku menangis
memohon ampunanMU..
Dalam gelap malam aku bersimpuh..
Tuhan ampuni dosaku..
Tuhan terimalah taubatku..
Sembah sujudku padaMU.. Kita yang tak pernah tahu akan semua
dosa-dosa yang selalu saja kita
perbuat dengan tanpa rasa
penyesalan diri yang tak pernah kita
sadari. Dan kita juga yang tak pernah
tahu akan semua kesalahan- kesalahan yang selalu saja kita
perbuat dengan tanpa kita sadari
penyesalannya. Perlu kita ketahui
bahwa ada saat yang paling indah
untuk menyadari, mengungkapkan
dan untuk melepaskan segala isi hati kita kepadaNYA, saat yang paling
indah itu adalah tengah malam, saat
dimana orang-orang telah lupa akan
kehidupan dunianya. Dan saat itulah
Allah SWT telah membuka lebar-lebar
segala pintu-pintu doa dan Allah juga telah membuka lebar-lebar segala
ampunanNYA.
Hidup ini kadang membawa
kesenangan dan kadang pula
membawa kesedihan. tetapi telah
banyak orang-orang yang telah melupakan satu hal yang pasti akan
kita rasakan, dan kita juga tidak akan
bisa menolaknya walaupun sampai
menangis darah sekalipun. Satu hal itu
adalah KEMATIAN... Bila izroil datang memanggil..
Seluruh tubuh akan menggigil..
Bila izroil datang memanggil..
Sekujur badan akan kedinginan.. Jasad terbujur dipembaringan dan
dimandikan..
Jasad terbujur dipembaringan
terbungkus kain kafan.. Tubuh terbujur lemah tak berdaya..
Diatas keranda dan di
sembahyangkan..
Jasad terbujur lemah tak berdaya..
Diatas keranda dan di kuburkan.. Tinggallah hidup seorang diri tiada
yang menemani..
Tinggallah hidup seorang diri hanya
amal yang jadi teman.. Malaikat datang mempertanyakan..
Mulut terkunci tangan kaki bersaksi..
Tubuh gemetar karena ketakutan..
Melihat malaikat memberi balasan.. Malaikat datang mempertanyakan..
Mulut terkunci tangan kaki bersaksi..
Malaikat marah sangat menakutkan..
Kepada siapa memohon pertolongan.. Amal ibadah sebagai modal kita..
Untuk menolong di alam kuburnya..
Amal ibadah sebagai modal kita..
Untuk hindarkan siksa kuburnya.. Jasad tersiksa karena dosa selama
hidup didunia..
Jasad tersiksa karena salah selama
hidup didunia.. Inilah sejalan peristiwa kematian yang
telah dijanjikan Allah SWT kepada
semua hamba-hambaNYA yang setiap
makhluk yang bernyawa pasti akan
merasakannya..
Selagi kita masih ada waktu didunia, marilah sama-sama kita berlomba-
lomba dalam mengumpulkan segala
macam amal-amal ibadah. Dunia ini tempat berserah diri
padaMU..
Untuk menuju jalan Ilahi Robbi..
Meski cobaan selalu datang
menghadang..
Allah tempat kami mengadu.. Hanya kepadaMU tempat kami
menyembah diri..
Hanya kepadaMU tempat kami
meminta..
Selagi masih ada sisa waktu..
Tuhan berikan petunjukMU.. Selagi masih ada sisa waktu..
Siapkan diri menghadap Allah..
Selagi masih ada sisa waktu..
Niatkan hati menuju Allah.. Dunia ini tempat segala macam salah
dan dosa..
Baik-buruknya serahkan pada Yang
Kuasa..
Selagi masih ada sisa waktu..
Allah tempat kami kembali..

4 Ciri-ciri WanitaPenghuni SURGA danNERAKA

Ada empat ciri-ciri wanita penghuni
SURGA dan NERAKA adalah sebagai
berikut.... 4 Wanita penghuni SURGA 1. Wanita yang selalu menjalankan
perintah Allah dan wanita yang selalu
mentaati segala perintah suaminya,
2. Wanita yang selalu menutupu aib
suaminya dan menjaga
kehormatannya apabila suaminya bepergian.
3. Wanita yang Amanah, qona'ah dan
yang sabar menghadapi suaminya.
4. Wanita yang tidak pernah menyakiti
hati suaminya. Apabila diantara wanita ada yang
memiliki ciri-ciri seperti itu, maka
wanita itu kelak akan menjadi
penghuni SURGA. 4 Wanita penghuni NERAKA 1. Wanita yang selalu menyakiti hati
suaminya dan tidak bisa menjaga
auratnya.
2. Wanita yang tidak bisa menjaga
kehormatannya apabila suaminya
bepergian. 3. Wanita yang selalu menentang
perintah suaminya.
4. Wanita yang kerjaannya selalu
makan,tidur dan bermalas-malasan
saja. Apabila diantara wanita ada yang
memiliki ciri-ciri seperti itu, maka
wanita itu kelak akan menjadi
penghuni NERAKA. Sayyidina Ali karomah Allahu wajha
berkata : Pada suatu hari ia dan
istrinya (siti Fatimah Azzahra ) bertamu
ke rumah baginda Rosulullah SAW.
dan pada saat itu beliau nampak
menangis hingga tersedu-sedu, lalu sayyidina Ali bertanya, ya Rosul, ada
apa gerangan hingga engkau
menangis sedemikian sedihnya, lalu
Rosul berkata.... ya sayyidina Ali, pada
saat aku di isro'kan kelangit, aku
melihat banyak para wanita dari umatku disiksa dengan berbagai
macam siksaan.
pertama aku melihat seorang wanita
yang digantung dengan rambutnya,
lalu disiram dengan timah panas. itu
disebabkan karna wanita itu tidak bisa menjaga auratnya.

Wednesday, 27 April 2011

7 Dosa besar..

7 Dosa Besar ِﺕﺎَﻘِﺑ ْﻮُﻤْﻟﺍ َﻊْﺒَّﺴﻟﺍﺍﻮُﺒِﻨَﺘْﺟِﺍ ُﻞْﺘَﻗَﻭ ُﺮْﺤِّﺴﻟﺍَﻭ ِﻪﻠﻟﺎِﺑ ُﻙْﺮِّﺸﻟَﺍ َّﻻِﺍ ُﻪﻠﻟﺍ َﻡَّﺮَﺣ ْﻰِﺘَّﻟﺍ ِﺲْﻔَّﻨﻟﺍ ِﻝﺎَﻣ ُﻞِﻛٰﺍَﻭ ﺎَﺑِّﺮﻟﺍ ُﻞِﻛٰﺍَﻭ ِّﻖَﺤْﻟﺎِﺑ ِﻒْﺣَّﺰﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ ﻰِّﻟ َﻮَّﺘﻟﺍَﻭ ِﻢْﻴِﺘَﻴْﻟﺍ َﻼِﻓ ﺎَﻐْﻟﺍ ِﺕ ﺎَﻨَﺼْﺤُﻤْﻟﺍ َﻑ ْﺬَﻗَﻭ ِﺕ ﺎَﻨِﻣ ْﺆُﻤْﻟﺍ ِﺕ . (ﻢﻠﺴﻣ ﻭ ﻯ ﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ) Artinya : Jauhilah tujuh macam dosa yang
bertingkat – tingkat (besar), diantaranya ialah :
● Mempersekutukan Allah ● Sihir ● Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak.
● Makan harta riba ● Makan harta anak yatim ● Lari dari peperangan ● Menuduh wanita yang beriman yang tidak tahu menahu dengan
perbuatan buruk dengan apa yang
difitnahkan kepadanya. (HR Bukhari dan Muslim)

Tempat2 bersejarah...

Makam (pusara) Rasullullah SAW
terletak di sebelah Timur Masjid
Nabawi. Di tempat ini dahulu terdapat
dua rumah, yaitu rumah Rasulullah
SAW bersama Aisyah dan rumah Ali
dengan Fatimah.Sejak Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 H (632 M), rumah
Rasullullah `SAW terbagi dua.Bagian
arah kiblat (Selatan) utk makam
Rasulullah SAW dan bagian Utara utk
tempat tinggal Aisyah.
Sejak tahun 678 H. (1279 M) di atasnya dipasang Kubah Hijau (Green
Dome). Dan sampai sekarang Kubah
Hijau tsb tetap ada. Jadi tepat di bawah
Kubah Hijau itulah jasad Rasullullah
SAW dimakamkan. Di situ juga
dimakamkan kedua sahabat , Abu Bakar (Khalifah Pertama) dan Umar
(Khalifah Kedua) yang dimakamkan di
bawah kubah, berdampingan dengan
makam Rasulullah SAW. Keterangan : Gambar Atas : Foto Kubah Hijau, di
bawah kubah hijau adalah Makam
Rasulullah SAW.
Gambar Bawah : Foto Pintu Masuk ke
Makam Rasulullah SAW. KA'BAH Ka'bah merupakan kiblat sholat umat
Islam.Ka'bah yang berbentuk kubus
ini merupakan bangunan utama di
atas bumi yang digunakan utk
menyembah Allah SWT.Sebagaimana
Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an, Surat Ali Imran ayat 90, yang artinya : "Sesungguhnya permulaan rumah
yang dibuat manusia untuk tempat
beribadah adalah rumah yang di
Bakkah (Mekah), yang dilimpahi
berkah dan petunjuk bagi alam
semesta" Ka'bah disebut juga Baitullah (Rumah
Allah) atau Baitul 'Atiq (Rumah
Kemerdekaan). Dibangun berupa
tembok segi empat yang terbuat dari
batu-batu besar yang berasal dari
gunung-gunung di sekitar Mekah. Baitullah ini dibangun di atas dasar
fondasi yang kokoh. Dinding-dinding sisi Ka'bah ini diberi
nama khusus yang ditentukan
berdasarkan nama negeri ke arah
mana dinding itu menghadap.
terkecuali satu dinding yang diberi
nama "Rukun Hajar Aswad". Adapun keempat dinding atau sudut
(rukun) tersebut adalah : - Sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak)
- Sebelah Barat Rukum Syam (Suriah)
- Sebelah Selatan Rukun Yamani
(Yaman)
- Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar
Aswad). Keempat sisi Ka'bah ditutup dengan
selubung yang dinamakan Kiswah.
Sejak zaman nabi Ismail, Ka'bah sudah
diberi penutup berupa Kiswah ini.
Saat ini Kiswah tersebut terbuat dari
sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas. Dalam satu tahun Ka'bah ini dicuci dua
kali, yaitu pada awal bulan Dzul Hijjah
dan awal bulan Sya'ban. Kiswah
diganti sekali dalam setahun.Masjidil Haram Sebagai pusat kota Makkah adalah Ma
sjid Al-Haram, dimana didalamnya ter
dapat Ka'bah sebagai arah kiblat umat
Islam pada waktu sholat. Masjid ini m
ula-mula dibangun secara permanen
oleh Sayyidina Umar bin Al Khattab pa da tahun 638 M. Dari masa-ke masa Masjidil Haram selal
u mengalami pembaharuan dan perlu
asan diprakarsai oleh raja-raja Islam
yang memberi perhatian terhadap Ma
sjidil Haram.Pembangunan besar-besa
ran dalam sejarah diprakarsai oleh Ra ja Fahd bin Abdul Aziz yang bergela
r :"Pelayan Dua Tanah Haram Makkah
dan Madinah". (Dikatakan Tanah Haram karena Tana
h ini diharamkan bagi umat lain, selain
umat Muslim).Saat ini luas Masjid Al Ha
ram 328.000 meter persegi dan dapat
menampung 730.000 jamaah dalam
satu waktu sholat berjamaah. Masjid ini melingkari Ka'bah, maka pint
unya banyak. Ada 4 pintu utama dan
45 pintu biasa yang biasanya buka 24
jam sehari. Keistimewaan Masjidil Haram banyak
sekali, antara lain : Shalat di masjid ini
lebih utama daripada shalat seratus rib
u kali di masjid lain. Begitupun berdzik
ir, berdoa, bersedekah dan beramal
baik lainnya. Hajar Aswad Hajar Aswad adalah batu berwarna hi
tam yang berada di sudut Tenggara K
a'bah, yaitu sudut dimana tempat Taw
af dimulai. Hajar Aswad merupakan b
atu yang diturunkan Allah SWT dari Su
rga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad berupa kepingan batu ya
ng terdiri dari delapan keping yang te
rkumpul dan direkat dengan lingkara
n perak. Dalam salah satu riwayat Bukhari-Mus
lim, diterangkan bahwa Sayyidina Um
ar, sebelum mencium Hajar Aswad me
ngatakan, "Demi Allah, aku tahu bahw
a kau adalah sebuah batu yang tidak
dapat berbuat apa-apa.Kalau aku tida k melihat Rasul SAW mencium-mu, tida
k akan aku mencium-mu:. Jadi mencium Hajar Aswad bukanlah
suatu kewajiban bagi umat Islam, tapi
merupakan anjuran dan sunnah huku
mnya.Maka kalau keadaan tidak mem
ungkinkan karena penuhnya orang b
erdesakan, sebaiknya urungkan saja niat untuk mencium atau mengusap b
atu ini. Hijir Ismail Hijir Ismail, berdampingan dengan
Ka'bah dan terletak di sebelah utara
Ka'bah, yang dibatasi oleh tembok be
rbentuk setengah lingkaran setinggi
1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya
hanya berupa pagar batu yang sederh ana saja. Kemudian para Khalifah, Sul
tan dan Raja-raja yang berkuasa men
gganti pagar batu itu dengan batu m
armer. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tem
pat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi
Ismail tinggal semasa hidupnya dan
kemudian menjadi kuburan beliau da
n juga ibunya. Berdasarkan kepada sabda Rasulullah
Sallallahu 'alaihi wasallam, sebagian da
ri Hijir Ismail itu adalah termasuk dala
m Ka'bah. Ini diriwayatkan oleh Abu
Daud dari 'Aisyah r.a. yang berbunyi :
'Dari 'Aisyah r.a. katanya; "Aku sangat ingin memasuki Ka'bah untuk melaku
kan sholat di dalamnya. Rasulullah
s.a.w. membawa Siti 'Aisyah ke dalam
Hijir Ismail sambil berkata " Sholatlah
kamu di sini jika kamu ingin sholat di
dalam Ka'bah, karena ini termasuk se bagian dari Ka'bah. Sholat di Hijir Ismail adalah sunnah, da
lam arti tidak wajib dan tidak ada kaita
n dengan rangkaian kegiatan ibadah
Haji atau ibadah Umroh. Maqom Ibrahim Maqom Ibrahim bukanlah kuburan
Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan
atau pendapat sebagian orang.
Maqom Ibrahim adalah batu pijakan
pada saat Nabi Ibrahim membangun
Ka'bah. Letak Maqom Ibrahim ini tidak jauh, hanya sekitar 3 meter dari
Ka'bah dan terletak di sebelah timur
Ka'bah. Saat ini Maqom Ibrahim seperti terlihat
pada foto di atas. Di dalam bangunan
kecil ini terdapat batu tempat pijakan
Nabi Ibrahim seperti dijelaskan di atas.
Pada saat pembangunan Ka'bah batu
ini berfungsi sebagai pijakan yang dapat naik dan turun sesuai
keperluan nabi Ibrahim saat
membangun Ka'bah. Bekas kedua
tapak kaki Nabi Ibrahim masih
nampak dan jelas dilihat. Atas perintah Khalifah Al Mahdi Al
Abbasi, di sekeliling batu Maqom
Ibrahim itu telah diikat dengan perak
dan dibuat kandang besi berbentuk
sangkar burung. Multazam Multazam merupakan dinding Ka'bah
yang terletak di antara Hajar Aswad
dengan pintu Ka'bah. Tempat ini
merupakan tempat utama dalam
berdoa, yang dipergunakan oleh
jamah Haji dan Umroh untuk berdoa/ bermunajat kepada Allah SWT setelah
selesai melakukan Tawaf. Saat bermunajat di depan Multazam ini,
Jarang orang tidak meneteskan air
mata di sini, terharu karena kebesaran
Illahi.Multazam ini insya Allah
merupakan tempat yang mustajab
dalam berdoa, insya Allah doa dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Antara
Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah,
yang disebut Multazam. Tidak
seorangpun hamba Allah yang
berdoa di tempat ini tanpa terkabul
permintaannya" Mata Air Zamzam Air Zamzam berasal dari mata air
Zamzam yang terletak di bawah tanah,
sekitar 20 meter di sebelah Tenggara
Ka'bah. Mata air atau Sumur ini
mengeluarkan Air Zamzam tanpa
henti. Diamanatkan agar sewaktu minum air Zamzam harus dengan
tertib dan membaca niat. Setelah
minum air Zamzam kita menghadap
Ka'bah. Sumur Zamzam mempunyai riwayat
yang tersendiri. Sejarahnya tidak
dapat dipisahkan dengan isteri Nabi
Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan
putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail
dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti
Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit
Marwah sebanyak 7 kali.Namun tidak
berhasil menemukan air setetespun
karena tempat ini hanya merupakan
lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum
didiami manusia selain Siti Hajar dan
Ismail. Penjelasan tentang sejarah ini adalah
sbb : Saat Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan
Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti
di bawah sebatang pohon yang
kering. Tidak berapa lama kemudian
Nabi Ibrahim AS meninggalkan
mereka. Siti Hajar memperhatikan sikap
suaminya yang mengherankan itu lalu
bertanya ;" Hendak kemanakah
engkau Ibrahim ?" "Sampai hatikah engkau
meninggalkan kami berdua ditempat
yang sunyi dan tandus ini ? ". Pertanyaan itu berulang kali, tetapi
Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah
kata pun. Siti Hajar bertanya lagi; "Apakah ini memang perintah dari
Allah ?" Barulah Nabi Ibrahim menjawab, "ya". Mendengar jawaban suaminya yang
singkat itu, Siti Hajar gembira dan
hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya
tentu terjamin walaupun di tempat
yang sunyi, tidak ada manusia dan
tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail
masih menyusu. Selang beberapa hari, air yang dari
Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha
mencari air di sekeliling sampai
mendaki Bukit Safa dan Marwah
berulang kali sehingga kali ketujuh
(terakhir ) ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara
yang mengejutkan, lalu ia menuju ke
arah suara itu. Alangkah terkejutnya,
bahwa suara itu ialah suara air
memancar dari dalam tanah dengan
derasnya. Air itu adalah air Zamzam. Air Zamzam yang merupakan berkah
dari Allah SWT, mempunyai
keistimewaan dan keberkatan
dengan izin Allah SWT, yang bisa
menyembuhkan penyakit,
menghilangkan dahaga serta mengenyangkan perut yang lapar.
Keistimewaan dan keberkatan itu
disebutkan pada hadits Nabi , " Dari
Ibnu Abbas r.a., Rasulullah s.a.w
bersabda: "sebaik-baik air di muka
bumi ialah air Zamzam. Air Zamzam merupakan makanan yang
mengenyangkan dan penawar bagi
penyakit ". Shafa - Marwah Shafa dan Marwah merupakan dua bukit yang terletak dekat dengan Ka'bah. Sejarah Shafa - Marwah tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir dan bukit yang tandus, Siti Hajar pergi mencari air pulang pergi dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Saat kali ketujuh (terakhir). Ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah air Zamzam. Masjid Nabawi Disebut Masjid Nabawi karena Nabi
Muhammad SAW. selalu menyebutnya
dengan kalimat, " Masjidku", pada
setiap kali beliau menerangkan
tentang sebuah masjid yang sekarang
berada di pusat kota Madinah. Rasul bersabda," Sholat di masjidku ini lebih
utama daripada sholat seribu kali di
masjid lain, kecuali Masjidil Haram". Dalam satu riwayat lain, Rasul
bersabda," Barang siapa sholat di
masjidku 40 waktu tanpa terputus,
maka ia pasti selamat dari neraka dan
segala siksa dan selamat dari sifat
munafik". Masjid ini didirikan oleh Rasul SAW.
dan sahabat-sahabat pada tahun
pertama hijrah (622 M) seluas 1050
meter persegi, yaitu persis di sebelah
barat rumah Rasul, yang sekarang
rumah itu menjadi makam Rasul SAW dan termasuk dalam bangunan
masjid. Berziarah ke masjid Nabawi ini adalah
masyru' (diperintahkan) dan
termasuk ibadah. Penyataan ini sesuai
dengan sabda Rasul : " Janganlah kau
mementingkan bepergian kecuali
kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi)
dan Masjidil Aqsa'. Arafah Arafah merupakan tempat yang
sangat penting pada ibadah Haji,
dimana di Arafah ini jamaah haji harus
melakukan Wukuf. Wukuf merupakan
rukun Haji dan tanpa melaksanakan
Wukuf di Arafah maka hajinya tidak syah. Keadaan di Arafah ini merupakan
replika di Padang Mahsyar saat
manusia dibangkitkan kembali dari
kematian oleh Allah SWT.Saat itu
semua manusia sama di hadapan
Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas imannya. Wukuf secara harafiah berarti berdiam
diri. Wukuf di Arafah adalah berada di
Arafah pada waktu antara
tergelincirnya matahari (tengah hari)
tanggal 9 Dzulhijah sampai matahari
terbenam dengan berpakaian ihram.Pada saat wukuf disarankan
untuk memperbanyak doa sambil
menghadap kiblat dan mengangkat
kedua tangan. Juga memperbanyak
taubat memohon ampunan Allah
SWT.Sebab saat wukuf adalah saat yang utama untuk berdoa, memohon ampun dan bertaubat. Selain itu juga perbanyak ibadah
lainnya seperti membaca Al Qur'an, takbir, tahmid, tahlil dsb. Selama wukuf jangan sampai melakukan
sesuatu yang tidak pantas atau tidak
sesuai dengan kesucian ibadah saat
Wukuf. Adapun keutamaan Arafah adalah
sebagaimana sabda Rasulullah
SAW ,"Do'a yang paling baik adalah
doa di hari Arafah".
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW
juga bersabda ,"Tidak ada hari paling banyak Allah menentukan
pembebasan hamba-Nya dari neraka
kecuali hari Arafah". Arafah berjarak sekitar 25 km di
sebelah Tenggara Makkah dan
merupakan padang pasir yang amat
luas dan di bagian belakang dikelilingi
bukit-bukit batu yang membentuk
setengah lingkaran.Saat ini sudah ditanami dengan pohon-pohon. Pada musim haji di bawah pohon-
pohon inilah dipasang tenda. bagi
yang tidak kebagian tenda cukup
berteduh di bawah pohon. Untuk
mengurangi panas di setiap sekitar 20
meter dipasang pipa setinggi 6 meter yang diatasnya memancar air halus
yang mirip gerimis, dengan tujuan
menurunan suhu di sekitarnya. Pancaran air ini sangat bermanfaat
dan dapat mengurangi banyaknya
jamaah yang terkena high stroke
(tiba-tiba lemas karena matahari yang
panas) Muzdalifah Setelah matahari terbenam (mulai mas
uk tanggal 10 Dzulhijah), dari Arafah b
erangkat ke Muzdalifah. Sholat Maghr
ib dan Isya dikerjakan di Muzdalifah d
engan cara jama' takhir qashar. Muzdalifah terletak antara Arafah dan
Mina. Di Muzdalifah ini jamaah haji ber
malam (mabit) dan mengambil 70 atau
49 butir batu kecil untuk persiapan le
mpar jumroh di Mina. Sholat Subuh dila
ksanakan berjamaah di Muzdalifah. Setelah sholat subuh, meninggalkan M
uzdalifah menuju Mina untuk melakuk
an melempar jumroh. Bagi orang tua d
an yang lemah/ sakit boleh meninggal
kan Muzdalifah pada malam hari setela
h lewat tengah malam baru menuju Mi na. Mina Mina merupakan lokasi di Tanah
Haram Makkah (Tanah yang
diharamkan bagi orang selain Muslim).
Mina didatangi oleh jamaah haji pada
tanggal 8 Dzulhijah atau sehari
sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal disini sehari semalam sehingga
dapat melakukan sholat Dzuhur,
Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh.
Kemudian setelah sholat Subuh
tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji
berangkat ke Arafah. Amalan seperti ini dilakukan Rasulullah SAW saat
berhaji dan hukumnya sunnah.
Artinya tanggal 9 Dzulhijah sebelum
ke Arafah, tidak wajib bermalam di
Mina. Jamaah haji datang lagi ke Mina
setelah selesai melaksanakan Wukuf
di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi
karena para jamaah haji akan
melempar jumroh. Di Mina ini, pada
malam hari tidur dan pada siang hari melempar jumroh. Yaitu tanggal
10,11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji
yang melaksanakan Nafar Awal atau
tanggal 10,11,12,13 dzulhijah bagi
jamaah yang melaksanakan Nafar
Tsani.Untuk tanggal di atas, amalan bermalam dan melempar jumroh
merupakan amalan wajib haji (yang
jika tidak dilakukan, harus membayar
dam atau denda). Pada hari-hari biasa di Mina kosong
tidak berpenduduk, walaupun terlihat
bangunan permanen. Namun pada
tanggal 10 Dzulhijah dan beberapa
hari sebelumnya dipadati para jamaah
haji. Tanah di Mina tidak boleh dimiliki oleh
perorangan, yang boleh adalah
menempati untuk keperluan ibadah
saja.Sesuai dengan riwayat isteri nabi,
Aisyah , "Ya Rasullullah SAW, perlukah
kami buatkan di Mina untuk anda berteduh?" , rasul menjawab ,"Jangan,
sesungguhnya Mina adalah tempat
duduk orang yang lebih dahulu
datang". Tempat atau lokasi melempar jumroh
terdapat di Mina, yaitu Jumrah
Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah
Ula. Mina juga merupakan tempat atau
lokasi penyembelihan binatang
kurban. Di Mina ada mesjid Khaif,
merupakan masjid dimana Rasulullah
SAW melakukan shalat dan khutbah
ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah Haji

doa sebelum belajar

Do'a sebelum Belajar َﻆْﻔِﺣ ﺎَﻨْﻗ ُﺯْﺭﺍ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ َﻦْﻴِﻠَﺳْﺮُﻤْﻟﺍ . ِﺀﺎَﻴِﺒْﻧ َﺄْﻟ َﻡﺎَﻬْﻟِﺍ َﻭ ٠ ِﺀﺎَﻴِﻟ ْﻭ َﺄْﻟ َﻢْﻬَﻓَﻭ . ﺎَﻳ َﻚِﻣَﺮَﻜِﺑ َﺄْﻟ ﺍ َﻡَﺮْﻛَﺍ َﻦْﻴِﻣَﺮْﻛ ٠ َﻭ ﺍَّﺮﻟﺍ َﻢَﺣْﺭَﺍ ﺎَﻳ َﻚِﺘَﻤْﺣَﺮِﺑ َﻦْﻴِﻤِﺣ . Allaahummarzuqnaa hifzol mursaliin,wa ilhaamal Ambiyaa-i,wa
fahmal awliyaa-i, bikaromika yaa
Akromal Akromiin Wa birohmatika
yaa Arhamarroohimiin. Artinya : Yaa Allah berikanlah kami
Ingatan / hapalan para Rasul, Ilham
Para Nabi, Pemahaman Para Wali,
dengan Kemuliaan-Mu Wahai Zat yang
Maha Mulia dan dengan Rahmat-Mu
Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. ﺎَﻳ َّﻦَّﺼَﺤَﺗ َﻚِﺗ ﺍَﺫ ِّﺐُﺤِﺑ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ُﻪﻠﻟَﺍ . ﺎَﻧِﺪِّﻴَﺳ ُﻪﻠﻟﺍ َّﻻِﺍ َﻪﻟِﺍَﻻ ﺎًّﻘَﺣ ِﻪﻠﻟﺍ ُﻝْﻮُﺳَّﺭ ُﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎًﻗْﺪِﺻَﻭ Allaahumma bihubbi Dzaa tika
tahassonna Yaa Allah, Laa ilaaha
Illallahu Sayyidinaa
Muhammadurrosuulullaahi Haqqon
Wa Sidqo.
Artinya : Yaa Allah...Dengan mencintai Zat Mu,
Kuatkanlah kami Yaa Allah, Tiada
Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad
Adalah Utusan Allah yang Benar dan
Yang Haq. ﻰِﻨْﻗ ُﺯ ْﺭ َﻭ ﺎًﻤْﻠِﻋ ْﻲِﻧ ْﺩ ِﺯ ِّﺏَﺭ ﺎًﻤْﻬَﻓ . ْﺮِّﺴَﻌُﺗ َﻻَﻭ ْﺮِّﺴَﻳ ِّﺏَﺭ . ِﺮْﻴَﺨْﻟﺎِﺑ ْﻢِّﻤَﺗ ِّﺏَﺭ Robbii Zidnii I’lman Warzuqnii ffahman Artinya : Yaa Allah Tambahkanlah
ilmuku dan Berikanlah aku
pemahaman, Yaa Tuhanku
Permudahlah dan Jangan Engkau
persulit, dan Tuhanku
sempurnakanlah (ilmuku) dengan kebaikan. Do’a Ini adalah dari Waliyullah yang bernama Syaikh Sulaiman Hilmi
Tunahan. Bacalah Do’a Ini setiap sebelum belajar sebanyak 3 kali. Jangan Lupa Diawali
dengan Berwudhu dan Jangan
Banyak bermaksiat!!! Insya Allah, Ilmu mudah masuk ke
dalam hati dan otak kita :)

Sifat-Sifat Isteri Yang Solehah

1. Tidak melihat dan mencari aib
wanita lain, tidak menceritakan
keadaan tubuh wanita lain kepada
suaminya, khuatir jika suaminya
tertarik dan ini akan menimbulkan
kerosakan. Al-Bukhari berkata: “Rasulullali s.a.w. melarang seorang Wanita berada dalam satu selimut
dengan wanita lain, agar dia tidak
menceritakan kepada suaminya.” 2. Memakai hijab di hadapan lelaki
yang bukan muhramnya, termasuk
lelaki buta. Rasulullah s.a.w,
memerintahkan para wanita berhijab
di hadapan orang yang buta dengan
bersabda: “Pakailah hijab di hadapannya.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, bukankah dia buta?” Baginda bersabda: “Apakah kedua mata kamu buta. Bukankah kamu
melihatnya?” (Riwayat Abu Daud, at- Tirmizi dan Ahmad. Menurut at-Tirmizi,
hadis ini Hasan) 3. Berhias, bersolek dan memakai
minyak wangi di dalam rumah untuk
suaminya. Ini dilakukan agar
suaminya gembira dan mencegahnya
melakukan perkara yang haram. Isteri
yang solehah tidak boleh keluar rumah dalam keadaan bersolek dan
membuat sesuatu yang menarik
perhatian lelaki lain. Rasulullah s.a.w.
bersabda yang bermaksud: “Allah melaknat lelaki yang seperti wanita
(waria) dan wanita seperti lelaki.
Usirlah mereka dari rumah
kamu.” (Riwayat al-Bukhari, at-Tirmizi, Ibnu Majah dan Abu Daud). 4. Isteri yang solehah tidak menolak
ajakan suaminya di tempat tidur.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang
bermaksud: “Jika wanita menjauhi keinginan suaminya di malam hari,
maka para malaikat melaknatnya
sehingga dia kembali.” (Riwayat al- Bukhari dan Muslim) 5. Dalam keadaan ini, dia bersekutu
dengan syaitan. Sedangkan wanita
solehah ialah yang bersama dengan
suaminya untuk menghadapi syaitan.
Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud:
“Jika seorang lelaki mengajak isterinya berjimak, maka hendaklah
dia memenuinya, sekalipun dia
sedang berada berhampiran tungku
api.” (Riwayat at-Tirmizi dan Ahmad) 6. Wanita solehah ialah yang tidak
mengutuk dan mengingkari nikmat
yang diterima daripada suaminya,
berdasarkan sabda baginda:
“Bersedekahlah kamu, kerana kebanyakan di antara kamu akan
menjadi kayu bakar Jahanam.” Ada seorang wanita yang bertanya:
“Wahai Rasulullah, mengapa sedemikian?” “Kerana kamu suka mengutuk dan mengingkari
suami.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). 7. Wanita solehah ialah yang tidak
membocorkan rahsia suaminya. Isteri
ialah wadah suami dan orang yang
paling rapat dengannya.
Membocorkan rahsia seseorang
merupakan sifat tercela, lebih-lebih lagi seorang isteri yang membocorkan
rahsia suaminya. Perbuatan ini
merupakan dosa besar dan
merbahaya. Kerana itu tatkala ada
seorang isteri Nabi s.a.w. yang
membocorkan rahsianya, baginda bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di
sisi Allah pada hari kiamat ialah lelaki
yang mencampuri isterinya dan
wanita yang mencampuri suaminya,
kemudian salah seorang di antara
keduanya membocorkan rahsia yang lainnya.” (Riwayat Muslim). 8. Wanita solehah ialah yang tidak
berkhalwat dengan lelaki yang bukan
mahramnya, sebagaimana ia juga
dilarang kepada suami yang soleh.
Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang
bermaksud: “Ingatlah, janganlah seorang lelaki berkhalwat dengan
seorang wanita, kerana yang ketiga
ialah syaitan.” (Riwayat at-Tirmizi, Ahmad, al-Hakim dan Ibnu Hibban) 9. Wanita solehah ialah yang
mengetahui bahawa suaminya
merupakan seorang pemimpin,
berhak menyuruh dan melarang
dalam rumahnya. Sabda baginda yang
bermaksud: “Tidak dibenarkan manusia bersujud kepada manusia
lain. Andaikan manusia dibenarkan
sujud kepada yang lain, maka akan
aku perintahkan wanita bersujud
kepada suaminya kerana besarnya
hak suami ke atas dirinya.” (Riwayat Ahmad, al-Bazzar dan al-Haithami) 10.Wanita sholehah ialah”Yang taat jika suami memerintahnya, yang
menyenangkan jika suami
memandangnya, yang menjaga
kehormatan diri suami dan hartanya.” (Riwayat an-Nasa’i, Ahmad dan al- Baihaqi)Sifat-Sifat Isteri Yang Solehah

Hukum Wanita Haid MasukMasjid, Potong kuku & Rambut

Hukum Wanita Haid Masuk
Masjid, Potong kuku & Rambut Assalamu’alaikum wr.wb. Saya pernah mendengar bahwa wanita haidh, nifas, atau junub,
dilarang masuk masjid. Tapi ada rekan
saya yang bersikukuh mengatakan
bahwa hal itu hukumnya boleh. Lalu
saya tanyakan kepada salah satu guru
agama yang mengajar di sebuah majelis ta’lim, ia juga mengatakan boleh. Hingga saat ini, terus terang, saya masih penasaran untuk
mendapatkan keterangan tentang
larangan akan hal itu. Tapi,
alhamdulillah, sejak awal tahun 2009
di majalah alkisah ada rubrik fiqhun
nisa’, dan kebetulan ada pembahasan yang sangat saya perlukan itu. Saya
pun menjadi semakin yakin dengan
yang selama ini saya telah yakini. Kemudian saya punya pertanyaan, apa betul wanita haidh
atau nifas dilarang memotong kuku
dan rambut, hingga bahkan rambut
yang putus pun harus dikimpulkan
dan dimandikan ketika mandi
janabat? Terima kasih, semoga Antum selalu dalam lindungan Allah SWT.
Amin…… Wassalamu’alaikum wr.wb. Irma Aljufri Blok Kaum No. 225, Kalijati Barat, Subang,41271 Wa’alaikumussalam wr.wb Memang benar yang anti dengar dari ustadz tersebut
bahwasanya menurut pendapat
sebagian imam madzhab, seperti imam
Ahmad bin Hanbal RA dan juga
Madzhab Imam Dawud Azh-Zhahiri
RA, diperbolehkan seorang wanita yang sedang haidh, nifas, atau junub,
masuk ke dalam masjid. Tapi itu
bukan pendapat Madzhab yang kita
anut, yaitu Madzhab Imam Syafi’i RA, Madzhab mayoritas kaum muslimin di
Negara kita, Indonesia, yang kita
warisi sejak zaman walisanga. Dalam kapasitas kita sebagai muqallid (orang yang bertalqid/
mengikuti madzhab tertentu ), kita
wajib konsisten mengikuti pendapat
madzhab yang kita anut dan tidak
diperkenankan mencampuradukkan
pendapat para imam madzhab. Sebagaimana dalam pembahasan
pada edisi yang telah lewat, dala
madzhab kita, yaitu Madzhab Imam
Syafi’I, seorang wanita haidh, nifas, atau junub, tidak diperbolehkan
masuk kedalam masjid. Kita memang dibebaskan untuk mengikuti salah satu madzhab
dari empat madzhab fiqih Ahlussunah
wal jama’ah. Tapi, kita tidak diperbolehkan mentalfik, yaitu
mengikuti sebagian pendapat
seorang imam dan mengambil bagian
pendapat imam lainnya, alias
mengambil yang enak-enak saja,
sesuai dengan selera kita. Berdasarkan kesepakatan para ulama,
hal itu tidak diperbolehkan, kecuali
dalam masalah –masalah tertentu dalam madzhab kita di mana dalam
mengerjakannya kita merasakan
sempit atau berat. Contoh dalam hal itu misalnya ketika melaksanakan thawaf. Jika kita
mengambil pendapat madzhab kita
yang menyatakan bahwa batalnya
wudhu jika tersentuh kulit perempuan
yang bukan mahram, akan sulit bagi
kita untuk menerapkannya dalam ibadah haji, yang diikuti oleh begitu
banyak orang pada saat itu dan
jauhnya tempat untuk berwudhu.
Dalam kondisi seperti itu
diperkenankan berpindah kepada
madhzab lainnya, dengan catatan memenuhi beberapa persyaratan
sebagaimana yang disebutkan dalam
kitab Bughyatul Mustarsyidin, karya
habib Abdurrahman Al-Mayshur. Pertama, harus memahami dengan jelas masalah tersebut dalam
madhzab yang sedang dianut, baik
syarat-syaratnya, maupun hal-hal
lainnya.Kedua, tidak mengambil pendapat yang lebih memudahkan
baginya dari madzhab-madzhab yang
empat. Ketiga, tidak mencampur - adukkan hukum, pada satu masalah,
di antara beberapa pendapat imam
madzhab. Misalnya seseorang yang
berwudhu dengan mengikuti tata cara
wudhu madzhab Imam Syafi’I, kemudian ia mengikuti madzhab
Imam Malik, yang menyatakan
wudhunya tidak batal saat
bersentuhan kulit dengan seorang
wanita yang bukan mahram.
Akibatnya dalam kondisi seperti itu, menurut madzhab Imam Syafi’I, wudhunya batal (karena bersentuhan
kulit dengan perempuan bukan
mahram), dan menurut madzhab
Imam Malik wudhunya dianggap tidak
sah, karena dalam madzhab Maliki
seseorang yang berwudhu harus mengusap semua bagian kepala dan
rambutnya, harus menekan setiap kali
membasuh anggota wudhu, serta
harus melakukan Muwalah (berturut- turut tidak diselingi kegiatan yang
lain) ketika berwudhu, dan ini tidak
dipersyaratkan dalam tata cara wudhu
dalam madzhab Imam Syafi’i. Jadi kesimpulannya, jika tidak mau
wudhunya batal dengan mengikuti
madzhab Imam Malik, tata cara
wudhunya pun harus dengan tata
cara wudhu dalam madzhab Imam
Malik. Keempat, masalah yang untuk sementara waktu ia sedang bertaqlid
kepada pendapat madzhab lainnya itu
bukan masalah yang membatalkan
keputusan seorang hakim. Adapun masalah MEMOTONG RAMBUT DAN KUKU KETIKA SEDANG
HAID ATAU JUNUB, memang sebaiknya dipotongnya setelah suci
dari haid atau junubnya. Tetapi kalau
ada sesuatu keperluan yang
memaksa, hokum memotong pada
saat itu tidak mengapa dan tidak perlu
disimpan untuk nantinya disucikan bersamaan ketika mandi suci. Memang
ada sebuah Hadits berisikan ancaman
bagi mereka yang tidak menyucikan
bagian anggota badannya ketika
bersuci seperti disebutkan di bawah
ini : َﻝﺎَﻗ ُﻪْﻨَﻋ ُﻪﻠﻟَﺍ َﻲِﺿَﺭ ٍّﻲِﻠَﻋ ْﻦَﻋ : َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ َّﻞَﺻ ِﻪﻠﻟﺍ َﻝْﻮُﺳَﺭ ُﺖْﻌِﻤَﺳ ْﻢَﻟ ٍﺔَﺑﺎَﻨَﺟ ْﻦِﻣ ٍﺓَﺮْﻌَﺷ َﻊِﺿْﻮَﻣ َﻙَﺮَﺗ ْﻦَﻣ ُﻝْﻮُﻘَﻳ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ َﻦِﻣ ﺍَﺬَﻛ َﻭ ﺍَﺬَﻛ ِﻪِﺑ ُﻪﻠﻟﺍ َﻞَﻌَﻓ ُﺀﺎَﻤْﻟﺍ ﺎَﻬْﺒِﺼُﻳ , ﻱِﺮْﻌَﺷ ُﺖْﻳَﺩﺎَﻋ َّﻢُﺛ ْﻦِﻤَﻓ ٌّﻲِﻠَﻋ َﻝﺎَﻗ , َﻥﺎَﻛَﻭ ِﻪْﻳِﺰْﺠُﻳ ) َﺩُﻭﺍَﺩ ﻮُﺑَﺍ َﻭ ُﺪَﻤْﺣَﺍ ُﻩﺍَﻭَﺭ ) Berkata Sayyidina Ali RA, “Aku mendengar Rasulullah bersabda,
‘Barang siapa meninggalkan satu tempat dari rambutnya hingga tidak
terkena air ketika mandi dari janabah,
Allah akan memberinya siksaan
sedemikian rupa dalam neraka.’ Maka Berkata Imam Ali, “Mulai saat itu aku gunduli kepalaku,
lantaran takut ancaman tersebut.” (HR Ahmad dan Abu Dawud ). Akan Tetapi hadis tersebut tidak diambil sebagai dalil oleh Imam
Syafi’i RA. Jadi hukumnya tidak apa- apa memotong kuku atau rambut
pada waktu haidh atau junub, hanya
saja memang lebih baik
mengakhirkannya hingga ia suci dari
haidh atau junubnya. Semoga penjelasan ini dapat membuka wawasan beragama kita,
sehingga kita tidak menjadi seorang
yang fanatik dengan Madzhab kita
dengan meremehkan atau bahkan
menyalahkan Madzhab lainnya.

Adzab Air Kencing & CaraThoharoh (Bersuci)

Adzab Air Kencing & Cara
Thoharoh (Bersuci) Assalamu’alaikum Warohmatullaahi wabarokaatuh Rasulullah Sholallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda : َﺔَّﻣﺎَﻋ َّﻥِﺈَﻓ ِﻝْﻮَﺒْﻟﺍ ِﻦَﻋ ﺍْﻮُﻫِِﺰْﻨَﺘْﺳِﺍ ُﻪْﻨِﻣ ِﺮْﺒَﻘْﻟﺍ ِﺏﺍَﺬَﻋ İstanzihuu ‘anil bawli fainna ‘aammata ‘adzaabil Qobri minhu “Sucikanlah dirimu dari air kencing, karena sesungguhnya sebagian besar
siksa kubur itu disebabkan olehnya ”. (Hadits Riwayat Abu Daruquthni) Marilah kita membahas point-point
penting tentang Thoharoh atau
bersuci, kebanyakan di dalam kitab-
kitab fiqih, biasanya materi Thoharoh
adalah materi yang pertamakali
dibahas karena sangat pentingnya hal ini, bahkan sebagian ulama ada yang
mengatakan “Agama Islam adalah dimulai dari WC (Kamar Mandi)”. Apabila di WC nya kita salah, maka sia-
sialah ibadah kita”. Yang ditekankan di sini adalah adab
kita ketika di kamar mandi (WC) dan
UNTUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN,
JANGAN KENCING SAMBIL BERDIRI!!! Karena kencing sambil berdiri
mempunyai banyak kerugian,
diantaranya: 1. Badan menjadi cepat sakit, seperti
penyakit kencing manis (Diabetes),
penyakit ginjal, dan penyakit yang
membahayakan saluran pencernaan
lainnya, karena air kencing adalah air
kotor yang harus dibuang, apabila kita kencing berdiri, maka keluarnya
air kotor itu tidak tuntas dan masih
banyak yang mengidap di saluran
pencernaan kita. 2. WC jadi berbau , karena biasanya
orang yang kencing berdiri, ia akan
kencing di dinding-dinding WC, Jadi
sisa sisa kencing masih menempel di
dinding-dinding WC itu. Dan itulah
yang menyebabkan WC jadi berbau. 3. Percikan Air kencing kita akan
menyiprat (memantul) mengenai
pakaian kita sehingga pakaian kita
menjadi najis, apabila kita memakai
pakaian itu untuk sholat atau
membaca Al-Qur’an, maka sia-sialah ibadah kita itu, karena syarat sah
ibadah tersebut adalah Suci dari
Hadats dan Najis. 4. Akan mendapat adzab kubur,
sebagaimana Rasulullah bersabda : َﺔَّﻣﺎَﻋ َّﻥِﺈَﻓ ِﻝْﻮَﺒْﻟﺍ ِﻦَﻋ ﺍْﻮُﻫِﺰْﻨَﺘْﺳِﺍ ُﻪْﻨِﻣ ِﺮْﺒَﻘْﻟﺍ ِﺏﺍَﺬَﻋ İstanzihuu ‘anil bawli fainna ‘aammata ‘adzaabil Qobri minhu “Sucikanlah dirimu dari air kencing, karena sesungguhnya sebagian besar
siksa kubur itu disebabkan olehnya ”. (Hadits Riwayat Ad-Daruquthni) Diriwayatkan bahwa Ketika Rasulullah
sedang melintasi kuburan, Beliau
mendengar ada tangisan dan jeritan
dari sebuah kuburan, lantas
Rasulullah mendekati kuburan itu,
kemudian bertanya “Wahai Fulan, kenapa kamu menjerit dan disiksa
seperti ini, hal apa saja yang engkau
lakukan ketika di dunia ?” Lalu orang yang di dalam kubur itu
menjawab “Yaa Rasulullah...aku adalah seorang ‘alim (orang yang berilmu), dan aku juga ahli ibadah,
aku mengerjakan sholat dengan rajin,
membaca Al-Qur’an dan ibadah lainnya aku kerjakan dengan baik. ” Rasulullah bertanya kembali “Lalu mengapa kamu di siksa???” Orang yang di dalam kubur itu
berkata “tapi ada satu hal yang sering aku lakukan, yaitu ketika aku
kencing, aku tidak pernah tiris
(tuntas), pasti ada beberapa tetes air
kencing yang terkena celanaku
karena aku kencing berdiri, maka dari
itu aku disiksa seperti ini” Lalu Rasulullah mengambil sebuah
batang pohon kemudian
menancapkannya ke kubur orang
tersebut dan berkata “Selama pohon ini masih hidup, ia akan terus
mendoakanmu karena
kesholehanmu”. Itu lah sejarahnya mengapa sampai
sekarang, apabila ada orang yang
meninggal, maka ulama-ulama kita
juga menancapkan pohon ke
kuburan orang yang meninggal. Demikianlah pentingnya ketika kita
sedang di toilet! Orang yang Ahli
Ibadah saja disiksa di kuburnya,
hanya karena setetes air Kencing!!!
Apalagi kita!!! Masih Banyak orang yang belum
mengetahui bagaimana sih cara yang
benar dan adab ketika masuk toilet! Oleh karena itu, marilah kita bahas
satu per satu... 1. Sebelum kita masuk ke WC, gulung
dulu bagian bawah celana kita sampai
bawah lulut (untuk perempuan,
gulung rok/celananya, lebih baik di
dalam WC saja, tapi hati-hati!!! Jangan
sampai rok anda terkena keramik kamar mandi), untuk laki-laki,
celananya jangan digulung melebihi
lutut!!! karena batas aurat laki-laki
adalah dari pusar sampai lutut! ada
laki-laki yang salah paham, ia berkata
“Berarti pinggang kita bukan aurat dong? Kan pinggang kita di belakang,
bukan di sekitar pusar!” jawabannya adalah “Memangnya tubuh ente bagian depan doang? Pinggang
Bagian belakangnya juga termasuk
aurat! lalu dahulukanlah kaki kiri sebelum
masuk WC, dan kita harus membaca
do’a : َﻦِﻣ َﻚِﺑُﺫْﻮُﻋَﺃ ﻰِّﻧِﺇ َّﻢُﻬَّﻠﻟَﺍ ِﻪﻠﻟﺍ ِﻢْﺴِﺑ ِﺚِﺋ ﺎَﺒَﺨْﻟﺍَﻭ ِﺚُﺒُﺨْﻟﺍ BISMILLAAHI ALLAAHUMMA INNII ‘A- UUDZUU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL
KHOBAA ITS. “Dengan Nama Allah, Yaa Allah aku berlindung kepada-MU dari Kejahatan
Kotoran dan dari segala sesuatu yang
Kotor” Dan di dalam tafsir yang lain
mengatakan “Dengan Nama Allah, Yaa Allah aku berlindung kepada-MU dari
Syaithan laki-laki dan Syaithan
perempuan” 2. Ketika di dalam WC, jika waktu
memungkinkan, maka lebih baik kita
buka seluruh celana atau rok kita,
tetapi kalau waktu tidak
memungkinkan, misalnya sedang di
sekolah, di kantor, atau di tempat umum. Kan kita pakai sepatu, maka
kita buka celana/rok kita sampai atas
lutut saja (Jadi sekarang Posisi
Celana /Rok kita sedang berada di
lutut), kemudian jongkok (Baik laki-
laki maupun perempuan), JANGAN BERDIRI!!! dan usahakan jangan
menghadap kiblat ataupun
membelakanginya. Sebagaimana Abu
Hurairah berkata, Bahwasanya
Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi wasallam bersabda; ُﻞِﺒْﻘَﺘْﺴَﻳ َﻼَﻓ ِﻪِﺘَﺟﺎَﺤِﺑ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ َﺲَﻠَﺟ ﺍَﺫِﺍ ﺎَﻫُﺮِﺑْﺪَﺘْﺴَﻳ َﻻَﻭ َﺔَﻠْﺒِﻘْﻟﺍ İDZAA JALASA AHADUKUM Bİ HAAJATİHİİ FALAA YASTAQBİLUL QİBLATA WALAA YASTADBİRUHAA “ Apabila seseorang dari kamu duduk (jongkok) hendak buang air, maka
janganlah menghadap kiblat dan
jangan pula membelakanginya”. (Hadits Riwayat Muslim dan Ahmad) Dari Hadits di atas, Rasulullah
Shollallahu ‘Alayhi wasallam MELARANG KENCING BERDIRI dengan
bersabda menggunakan kataَﺲَﻠَﺟ “Jalasa” yang artinya Duduk (Jongkok)!!! Beliau bukan bersabda
menggunakan kata َﻡ ﺎَﻗ “Qooma” yang artinya Berdiri. 3. Setelah itu apakah sudah
selesai.....??? BELUM!!! Kemudian kita
masih harus menghilangkan najisnya,
yaitu cara menghilangkan najis itu ada
3 cara : a. Istinja, yaitu Membasuh dan
membersihkan najis dari tempat
keluarnya dengan air sampai bersih,
kemudian kita b. Istibro, yaitu setelah melakukan hal
di atas, jangan langsung kita beranjak
dari toilet, tapi kita istibro dulu, yakni
masih dalam keadaan jongkok di WC,
kita menghilangkan sisa-sisa air
kencing dengan cara menggoyang- goyangkan badan kita ke kanan dan
ke kiri, lalu membatuk (mendehem),
kemudian kita berdiri pelan-pelan, lalu
jongkok lagi, berdiri lagi, jongkok lagi,
begitulah seterusnya sampai kita
benar-benar yakin bahwa air kencing kita tidak lagi tersisa. Setelah itu... c. Istinka, yaitu Membasuh dan
membersihkan najis dengan air,
kemudian dikeringkan dengan benda
kering, yaitu dengan batu atau tissue,
kalau zaman sekarang kan sudah
modern, jadi kita pakai tissue saja, harganya tidak mahal kok, hanya Rp.
3.000 an Per gulungnya! Setelah itu
kita cuci tangan kita,lalu pakai celana,
INGAT!!! Celana bagian bawahnya
harus masih dalam keadaan
tergulung!!! Setelah itu kita siram najisnya pelan-
pelan! Jangan MAIN GUYUR saja,
pastikan jangan sampai ada percikan
air yang mengenai pakaian kita,
setelah itu barulah kita cuci kaki dan
tangan kita, kalau di WC anda ada sandalnya, maka sandalnya juga kita
cuci, kemudian 4. Keluar dari WC, dahulukanlah kaki
kanan sambil membaca ; ُﺪْﻤَﺤْﻟَﺍ ِﻪﻠﻟِ ﻯﺫ َﻷْﺍ ِﻦَﻋ َﺐَﻫْﺫَﺍ ﻯِﺬَّﻟﺍ ﻰِﻧﺎَﻓﺎَﻋَﻭ ALHAMDULILLAAHILLADZII ADZHABA
‘ANIL ADZAA WA ‘AAFAANII “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan
yang telah menyembuhkan
(Menyehatkan) aku”. Wassalaamu ’alaikum Warohmatullaahi wabarokaatuh

Tuesday, 26 April 2011

Para penghuni surga

- Surga, lambang kenikmatan
dan
anugerah
dari sisi Allah
SWT bagi orang-orang yang beriman. Ia adalah sebaik-baiknya tempat kembali. Surga merupakan tempat peristirahatan terindah yang akan didapatkan oleh mereka yang telah berhasil beribadah dengan penuh kesabaran di dunia. Mereka akan menempati surga dengan penuh kesenangan sebagai buah dari perjuangannya di dunia, balasan dari Allah SWT. Mengimani keberadaannya tentu merupakan sebuah kewajiban, karena ia adalah bagian dari keimanan kita kepada hari
akhir. Allah SWT berfirman: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang- orang yang bertakwa." (TQS. Ali `Imrân [3]: 133) Siapa sajakah orang-orang yang akan Allah SWT beri anugerah indahnya surga? Siapa sajakah yang akan menempati tempat terbaik itu? Allah SWT telah menyampaikan kepada kita di dalam Al-Quran bahwa ada banyak orang yang akan menempatinya. Diantaranya adalah para Nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada dan orang-orang yang shalih. Allah SWT telah menjanjikan surga untuk mereka sebagai anugerah nikmat dariNya. Allah SWT berfirman: "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang- orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddîqîn, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (TQS. an-Nisa [4]: 69) Di dalam kelompok ini tentu kita ada
kesempatan masuk ke dalamnya;
bersama-sama mendapatkan
kenikmatan surga. Yaitu kita dapat
berjuang untuk menjadi para syuhada
(mati di medan perang), atau kita berjuang untuk menjadi orang-orang
yang sholih. Golongan lainnya yang dijanjikan oleh Allah SWT untuk memasuki surga adalah orang-orang yang berbuat baik (al-abrar). Terhadap orang yang selalu berbuat baik ini Allah SWT juga telah menjanjikannya untuk dapat menikmati surga. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera." (TQS. al- Insân [76]: 5-12). Golongan berikutnya yang Allah SWT janjikan akan menikmati keindahan surga adalah mereka yang terdahulu (masuk Islam) yang didekatkan kepada Allah. Allah SWT dalam hal ini berfirman: "Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga keni'matan." (TQS al-Wâqi'ah [56]: 10 –12) Orang yang akan masuk surga seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT yang lainnya adalah para Ashhâbul Yamin yaitu orang-orang yang menerima buku catatan amal dari sebelah kanan.
Allah SWT berfirman, "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari- bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan." (TQS. al-Wâqi'ah [56]: 27-38) Allah SWT juga telah menjanjikan surga bagi mereka para Muhsinûn, yaitu orang-orang yang senantiasa berbuat baik dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syariat. Allah SWT berfirman, "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (TQS. Yûnus [10]: 26) Ada juga diantara manusia yang dijanjikan untuk menikmati keindahan surga adalah orang-orang yang bersabar (Ash-Shâbirûn). Mereka adalah yang bersabar terhadap ujian dan bersabar dalam menjalankan syari'at-Nya. Allah SWT menginformasikan bahwa mereka telah dijanjikan untuk memasuki surga adalah firmanNya, "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteriisterinya dan anak cucunya, sedang malaikat- malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bimâ shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (TQS. ar-Ra'd [13]: 23-24) Terhadap orang yang takut saat menghadap Tuhannya juga Allah SWT telah menjanjikan surga kepadanya. Allah SWT berfirman, "Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga." (TQS. ar-Rahmân [55]: 46) Yang berikutnya adalah Al-Muttaqûn, yaitu orang-orang yang bertakwa. Mereka juga telah Allah SWT janjikan akan mendapatkan anugerah surga. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)." (TQS. al-Hijr [15]: 45). "Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai- sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (TQS. ar-Ra'd [13]: 35). Pintu selanjutnya untuk memasuki surga adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Allah SWT juga telah menjanjikan surga untuk mereka. Dia berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya." (TQS. al- Kahfi [18]:107-108) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalamal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan." (TQS. Yûnus [10]: 9) At-Tâibûn atau orang-orang yang bertaubat juga Allah telah janjikan untuk mereka surga. Allah SWT berfirman, "Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun." (TQS. Maryam [19]: 60) Dan masih banyak lagi pintu-pintu lainnya yang dapat mengantarkan kita untuk mendapatkan anugerah indah berupa surga dan perjumpaan denganNya di akhirat kelak. Dari beberapa golongan yang dijanjikan Allah SWT di atas, di manakah letak kita berada? Sudahkah kita berusaha untuk meraih surgaNya melalui pintu-pintu ini? Alahkah indahnya apabila kita termasuk salah satu dari mereka. Semoga.

Monday, 25 April 2011

73 MANFAAT BERDZIKIRMENURUT IBNU QOYYIM

Sahabat,..Dzikir atau mengucapkan
kata-kata pujian yang mengingat
kebesaran Allah SWT, adalah
amalan istimewa Nabi Muhammad
SAW dan para sahabatnya. Dzikir
merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat
benar-benar hidup. Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah
mengatakan bahwa dzikir
memiliki tujuh puluh tiga manfaat
yaitu: 1. Mengusir setan dan menjadikannya
kecewa. 2. Membuat Allah Ridho’. 3. Menghilangkan rasa sedih,dan
gelisah dari hati manusia. 4. Membahagiakan dan melapangkan
hati. 5. Menguatkan hati dan badan. 6. Menyinari wajah dan hati. 7. Membuka lahan rezeki. 8. Menghiasi orang yang berdzikir
dengan pakaian kewibawaan,
disenangi dan dicintai manusia. 9. Melahirkan kecintaan. 10. Mengangkat manusia ke maqam
ihsan. 11. Melahirkan inabah, ingin kembali
kepada Allah. 12. Orang yang berdzikir dekat dengan
Allah. 13. Pembuka semua pintu ilmu. 14. Membantu seseorang merasakan
kebesaran Allah. 15. Menjadikan seorang hamba disebut
disisi Allah. 16. Menghidupkan hati. 17. Menjadi makanan hati dan ruh. 18. Membersihkan hati dari kotoran. 19. Membersihkan dosa. 20. Membuat jiwa dekat dengan Allah. 21. Menolong hamba saat kesepian. 22. Suara orang yang berdzikir dikenal
di langit tertinggi. 23. Penyelamat dari azab Allah. 24. Menghadirkan ketenangan. 25. Menjaga lidah dari perkataan yang
dilarang. 26. Majlis dzikir adalah majlis
malaikat. 27. Mendapatkan berkah Allah dimana
saja. 28. Tidak akan merugi dan menyesal
di hari kiamat. 29. Berada dibawah naungan Allah
dihari kiamat. 30. Mendapat pemberian yang paling
berharga. 31. Dzikir adalah ibadah yang paling
afdhal. 32. Dzikir adalah bunga dan pohon
surga. 33. Mendapat kebaikan dan anugerah
yang tak terhingga. 34. Tidak akan lalai terhadap diri dan
Allah pun tidak melalaikannya. 35. Dalam dzikir tersimpan
kenikmatan surga dunia. 36. Mendahului seorang hamba dalam
segala situasi dan kondisi. 37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan
ahirat. 38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah. 39. Dzikir merupakan sumber
kekuatan qalbu dan kemuliaan
jiwa. 40. Dzikir merupakan penyatu hati
orang beriman dan pemecah hati
musuh Allah. 41. Mendekatkan kepada ahirat dan
menjauhkan dari dunia. 42. Menjadikan hati selalu terjaga. 43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih. 44. Pahala berdzikir sama dengan
berinfak dan berjihad dijalan Allah. 45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran. 46. Mendekatkan jiwa seorang hamba
kepada Allah. 47. Melembutkan hati. 48. Menjadi obat hati. 49. Dzikir sebagai modal dasar untuk
mencintai Allah. 50. Mendatangkan nikmat dan
menolak bala. 51. Allah dan Malaikatnya
mengucapkan shalawat kepada
pedzikir. 52. Majlis dzikir adalah taman surga. 53. Allah membanggakan para
pedzikir kepada para malaikat. 54. Orang yang berdzikir masuk surga
dalam keadaan tersenyum. 55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari
kewajiban beribadah. 56. Semua kebaikan ada dalam dzikir. 57. Melanggengkan dzikir dapat
mengganti ibadah
tathawwu’ (Sunnah yang di anjurkan) 58. Dzikir menolong untuk berbuat
amal ketaatan. 59. Menghilangkan rasa berat dan
mempermudah yang susah. 60. Menghilangkan rasa takut dan
menimbulkan ketenangan jiwa. 61. Memberikan kekuatan jasad. 62. Menolak kefakiran. 63. Pedzikir merupakan orang yang
pertama bertemu dengan Allah. 64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan
bersama para pendusta. 65. Dengan dzikir rumah-rumah surga
dibangun, dan kebun-kebun surga
ditanami tumbuhan dzikir. 66. Penghalang antara hamba dan
jahannam. 67. Malaikat memintakan ampun bagi
orang yang berdzikir. 68. Pegunungan dan hamparan bumi
bergembira dengan adanya orang
yang berdzikir. 69. Membersihkan sifat munafik. 70. Memberikan kenikmatan tak
tertandingi. 71. Wajah pedzikir paling cerah
didunia dan bersinar di ahirat. 72. Dzikir menambah saksi bagi
seorang hamba di ahirat. 73. Memalingkan seseorang dari
membincangkan kebathilan. Sungguh luar biasa manfaatnya…. tetapi orang tidak akan yakin
dengan manfaat-manfaat diatas
kecuali yang telah merasakan dan
menikmatinya ….. Yuuk kita coba memulainya dari sekarang, dan
rasakan kenikmatannya … Semoga bermanfaat…

sepenggal doa buat pemilik hati

Ya Allah… Bilakah ada waktu untukku memetik
cinta
Biarkan aku memetiknya dengan
pijakan iman
Agar tak jatuh dalam kubangan jerat
syaitan Agar tak busuk buah cinta terkikis
nafsu Andaikan buah telah terpetik
Ijinkan ku kupas dengan pisau-Mu
Yang tajam senantiasa terasah oleh
dzikir
Yang tak berkarat oleh rayu dari kilau
dunia Jika cinta ini telah habis ku makan
Tumbuhkanlah biji yang telah ku
tanam dalam ladang yang sakinah
Hindarkan dari benalu dan semak
yang menjerat taqwa
Kan ku pupuk dengan 2 warisan rasul-Nya…. Ya Allah… Semoga hamba bisa membentuk
sebuah istana di Darussalam-Mu
Dari sebentuk cinta yang Engkau
hambuskan di hati
Agar tak panas jiwa oleh sentuhan
Nar.. Agar kami menjadi golongan yang
menari di puncak kemenangan… Amin….

wanita di akhir zaman..

Ali r.a meriwayatkan sebagai berikut: “saya bersama-sama fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah s.a.w,
maka kami temui beliau dalam keadaan
menangis. Kami bertanya kepada
baginda: “apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?” Rasul SAW menjawab: “pada malam aku di isra’kan ke langit, aku melihat orang-orang yang mengalami
penyiksaan, maka apabila aku teringat
keadaan mereka, aku menangis ”. Saya bertanya lagi: "wahai Rasulullah
apakah yang engkau lihat?” Rasulullah SAW bersabda: 1. wanita yang digantung dengan
rambutnya dan otak kepalanya
mendidih
2. wanita yang digantung dengan
lidahnya serta tangannya yang di cabut
dari belakang, sedangkan tar mendidih dari neraka dituangkan ke dalam
kerongkongnya
3. wanita yang digantung dengan
buah dadanya dari belakang
badannya, sedang air getah kayu
zakum dituangkan ke keronkongnya 4. wanita yang digantung, diikat kedua
kaki dan tangannya kearah umbun-
unbun kepalanya, serta dibelit dibawah
kekuasaan ular dank ala jengking
5. wanita yang memakan badannya
sendiri, serta di bawah tampak api yang berkobar-kobar dengan
hebatnya
6. wanita yang memotong badannya
sendiri dengan gunting dari neraka
7. wanita yang bermuka hitam serta
memakan usus-ususnya sendiri 8. wanita yang tuli, buta dan bisu di
dalam peti neraka, sedang badanya
mengalir darah dari lubang-lubang
badannya (hidung, telinga dan mulut)
dan badannya membusuk akibat
penyakit kulit 9. wanita yang berkepala seperti
kepala babi dan berbadan himar
(keldai) yang mendapat berjuta macam
seksaan
10. wanita yang berbentuk anjing
sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya
sedangkan malaikat sama-sama
memukuli kepalanya dengan palu dari
neraka Maka berdirilah Fatimah sambil berkata:
“wahai ayahku, mata hati kesayanganku, ceritakanlah
kepadaku, apakah amal perbuatan
wanita-wanita itu? Rasulullah s.a.w
bersabda: “hai Fatimah, ada pun tentang: 1. wanita yang di gantung dengan
rambutnya, karana dia tidak menjaga
rambutnya (ditutup) dikalangan lelaki
2. wanita yang digantung dengan
lidahnya, kerana dia menyakiti hati
suaminya dengan kata-katanya 3. ada pun wanita yang digantung
dengan payu daranya, karana dia
menyusui anak orang lain tanpa izin
suaminya
4. adapun wanita yang diikat dengan
kaki dan tangannya itu, karana dia keluar rumah tanpa izin suaminya,
tidak mandi wajib dan haid dan nifas
(keluar darah selepas melahirkan
anak)
5. ada pun wanita yang memakan
badannya sendiri, karana dia bersolek untuk dilihat lelaki lain serta suka
membicarakan aib orang lain
6. adapun wanita yang memotong
badannya sendiri dengan gunting
kerana dia suka menonjolkan diri
(ingin terkenal) di kalangan oaring ramai, dengan maksud supaya mereka
(orang ramai) itu melihat perhiasan,
dan orang yang melihatnya jatuh cinta
padanya, kerana melihat perhiasannya
7. adapun wanita yang diikat kedua
kakinya dan tangannya sampai keumbun-umbun dan di belit oleh ular
dank ala jenking, karana dia mampu
untuk mengerjakan solat dan puasa,
sedangkan dia tidak mahu berwuduk
dan solat dan tidak mahu mandi wajib
8. adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya
seperti hamar kerana dia suka
mengadu domba serta berdusta
9. adapun wanita yang berbentuk
seperti anjing, karana dia ahli fitnah
serta suka marah-marah kepada suaminya Walloohu a'lam bisshowab.